Apa yang orang luar pikirkan tentang Indonesia / orang Indonesia?

Dilihat 241 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Aku sudah memikirkan pertanyaan ini lumayan lama. Aku tidak pasti bisa jawab, karena adanya kelompok non-Indonesia yang memandang Indonesia dengan sangat berbeda. Aku hanya bisa berbagi beberapa anekdot dari pengalaman pribadiku.

Pandangan #1 - Bali itu adalah (atau bukan) Indonesia
Aku sudah belajar tentang sejarah kolonial Indonesia untuk beberapa lama dan telah pergi ke Indonesia tiga kali. Sebelum perjalanan pertamaku, aku memberitahu seseorang kalau aku ingin pergi ke Indonesia dan mereka langsung bilang, oh iya, Bali. Aku bilang ke orang yang lain kalau aku ingin pergi ke Bali dan mereka tidak tahu kalau Bali adalah bagian dari Indonesia. Temanku baru-baru ini ada yang merencanakan untuk kpergi ke Indonesia sebagai kelompok orang Amerika yang dermawan. Mereka ingin belajar tentang pyroyek sosial dan lingkungan orang Indonesia yang berbeda. Ia bertanya kemana mereka harus mengadakan konferensinya. Yogya, kubilang, karena aku merasak Yoga itu lebih bisa menjadi perwakilan Indonesia daripada Bali, dan masih bisa dimasuki oleh turis barat. Tapi mereka tidak ingin memiliki pengalaman orang Indonesia. Mereka ingin pergi jalan-jalan ke Bali.

Pandangan #2 - Radikalisasi Islamik
Ibuku lahir di Batavia, Hindia Belanda (sekarang Jakarta, Indonesia) 70 tahun ynag lalu. Kebanyakan keluargaku beremigrasi ke Belanda di tengah-tengah tahun 1960an. Revolusi menjelaskan kalau orang kelahiran Belanda-Indo bukan lah orang Indonesia, dan memaksa mereka keluar. Ketika ibuku kembali ke Indonesia untuk pertama kalinya di tahun 2014 setelah pergi di tahun 1955, dia kaget karena melihat perubahan-perubaan - pertumbuhan yang sangat besar dan luas di Jakarta, penduduknya yang sangat padat, kekisruhan di perkotaan, dan agama Islam yang menyolok. Banyak perempuan Indonesia menggunakan hijab, setiap lima doa rutin itu disiarkan dengan pengeras suara diseluruh Jakarta dan kota-kota lain yang dominannya Muslim, dan banyak nama jalan yang diubah menjadi nama-nama Islamik setelah Indonesia mendapatkan kemerdekaannya. Islam telah mempunyai keberadaannya di beberapa komunitas Indonesia untuk berabad-abad, tapi alasan primer perubahan ini adalah supaya raja lokal mendapatkan keuntungan dengan pedagang Arab. Nasionalisasi Indonesia ini menjadi sebuah kesempatan untuk mendirikan Islam sebagai identitas agama negara bersatu ini. Ibuku kecewa dengan apa yang dia lihat itu menjadi Indonesia yang memiliki radikalisasi Islamik. Dia memang tidak menjadi perwakilan bagi semua orang Blelanda-Indo pada generasinya, tapi yang berpandangan seperti itu bukan hanya dia sendiri.

Pandangan #3 - Pulau rempah-rempah, Orangutan, Suku primitif, Krakatau, Komodo, Tsunami

Beberapa orang Barat memiliki hak istimewa untuk mempelajari lebih tentang kekayaan sumber daya alam Indonesia yang hebat, keanekaragaman orang-orang, tumbuhan, dan hewan menarik, dan kerentanan terhadap kekuatan destruktif dari alam. Disaat yang bersamaan, program alam ini jarang sekali memberikan informasi tentang seperti apa kehidupan orang Indonesia pada umumnya (kalau ada kelompok seperti itu), atau apa realitas sosial, ekonomi dan politiknya. Kurasa ada non-Indo diluar sana yang memandang Indonesia sebagai tempat yang primitif, liar, eksotik.


Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang