Apa yang paling menyebalkan tentang Indonesia dan orang-orang Indonesia menurut orang asing?

Dilihat 1,12 rb • Ditanyakan hampir 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Poin pertama yang akan saya buat adalah bahwa, meski karakteristik di negara yang berbeda atau ciri khas warga negaranya mungkin memberatkan, jika mereka "membuat sebal" anda, maka mungkin sebaiknya anda pulang kembali. Maka, dengan ketentuan seperti itu, hal-hal yang menurut saya merepotkan adalah:

  • Konsensus dan kompromi: Ada kecenderungan untuk mencoba dan menyatukan semua orang dengan sebuah keputusan, khususnya dalam hal bisnis. Saya paham ini adalah ciri khas orang Jawa. Hal ini bisa memberikan kesan kepemimpinan yang lemah, dan bisa menyebabkan banyak kompromi bagi partai yang berselisih pendapat. Itu juga membuat proses pembuatan keputusan menjadi sangat lambat. Tentu saja, ada keuntungannya: anda pada umumnya menyatukan semua orang dan dalam persetujuan.
  • Sikap "santai" untuk melayani: Jangan salah, layanan itu hampir secara universal sangat bagus, entah apakah anda berurusan dengan seorang penjual di warung atau di hotel bintang 5. Tapi anda harus bersiap mengikuti arus jika mereka tak punya hidangan seperti yang ada di menu, atau kehabisan hal-hal tertentu. Anda bahkan akan mendapatkan layanan yang jauh lebih baik jika anda tidak membuat orang yang melayani anda merasa tak nyaman atau dipermalukan.
  • Aturan dan regulasi yang tidak jelas: Saya harus setuju bahwa hal ini bisa sangat merepotkan jika anda dalam suatu bisnis. Regulasi seringkali disusun kurang baik, atau tidak dipikirkan matang-matang sehingga aturan itu memiliki banyak interpretasi dan bisa digunakan oleh pihak pemerintah yang berwenang untuk melawan anda. Namun kemudian itulah mengapa saya memiliki pekerjaan!
  • Menyelamatkan muka: Ini tidaklah unik bagi Indonesia. Reputasi dan menyelamatkan muka sangat penting. Anda perlu berpikir dengan hati-hati sebelum membantah seseorang di forum umum, atau mengatakan sesuatu yang menyinggung orang lain.
  • Pemahaman ganda: Lagi-lagi, saya rasa ini adalah ciri utama orang Jawa. Dalam konteks bisnis anda harus hati-hati bahwa apa yang dikatakan pada anda mungkin tidak mewakili apa yang sebenarnya terjadi. Bisnis bisa seperti pertunjukan wayang (boneka bayangan), yang sedang menceritakan setidaknya dua cerita yang berbeda. Seseorang bisa mengatakan "ya" dan sebenarnya bermaksud "tidak". Anda perlu belajar membaca konteksnya.

Secara pribadi, setelah hampir 10 tahun disini saya mulai menikmati banyak perbedaan dari kebudayaan Antipodean, khususnya karena hal-hal yang saya bicarakan di atas pada umumnya memaksa anda untuk menjadi orang yang lebih peka.

Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang