Apa yang sebaiknya saya makan setelah menjalani dialisis dan memiliki masalah dengan asam urat?

Dilihat 563 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pada dialisis peritoneal, hyperuricemia (tingkat asam urat yang tinggi) jarang terjadi, karena itu saya menganggap bahwa kamu terkena hemodialisis (karena pembatasan pola makan berubah tergandung dari jenis dialisis dan penyebab utama dari gagal ginjal). Asam urat yang disingkirkan pada terapi dialisis, disingkirkan dengan baik pada dialisis pertoneal dibanding pada hemodialisis (tapi sintesis dari asam urat  lebih banyak terjadi pada pasien dengan dialisis peritoneal dibanding pasien dengan hemodialisis karena pada dialisis peritoneal batasan pola makan tidak terlalu banyak)


Ada berbagai faktor yang mempengaruhi penyingkiran asam urat dari darahmu. Misalnya, pada hemodialisis:

  • waktu pengobatan (biasanya 4 jam/sesi) 
  • jumlah sesi per minggu (direkomendasikan 3 kali/minggu)
  • kecepatan aliran darah (direkomendasikan >300 mL/menit)
  • kecepatan aliran dialisat
  • karakteristik dialiser seperti seberapa kental atau berpori. 

Selain itu juga ada beberapa faktor lainnya.


Pada dialisis peritoneal 

  • jumlah pertukaran stiap harinya
  • durasi dari setiap pertukaran
  • karakteristik dari membran peritoneal
  • jumlah larutan yang digunakan
  • Area permukaan tubuhmu, dll

Sebelum kita melanjutkan ke apa yang sebaiknya kamu makan, pertama - tama kamu harus mengetahui apakah kamu memiliki dialisis yang cukup. Untuk mengecek apakah kamu memiliki dialisis yang cukup, dokter akan mengecek yang namanya kecukupan dialisis .


Makanan yang harus dihindari

  • Alkohol
  • Makanan yang mengandung sirup jagung fruktosa
  • Hati
  • Ikan besar
Makanan yang harus dibatasi konsumsinya:

  • Daging merah
  • Ikan
  • Daging unggas
  • Makanan laut
Makanan yang sebaiknya dikonsumsi:

  • Sumber protein nabati seperti biji - bijian dan kacang - kacangan
  • Putih telur
  • Gandum utuh
Secara umum, asam urat disingkirkan secara efektif melalui ginjal. Minum air dapat membantu prosesnya pada individu yang normal. Selain menjalani pola makan di atas, jangan lupa untuk menjaga tingkat potasium dan fosfor dalam makananmu. Akan lebih baik kalau kamu berkonsultasi dengan nutrisionis.

Terjawab 12 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang