Apa saja kontribusi Indonesia kepada Asean dan PBB?

Dilihat 1,06 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Negara-negara didunia pasti memiliki ideologi, struktur pemerintahan, tata masyarakat, potensi ekonomi, kepentingan nasional, dan falsafah hidup yang berbeda-beda. Setiap negara juga memiliki ketergantungan antara yang satu dengan yang lainnya. 


Oleh sebab itu, perlu diadakannya kerjasama diberbagai bidang diantara negara-negara di seluruh dnia. Indonesia sebagai bagian dari negara yang diakui kedaulatannya juga ikut terlibat dalam beberapa organisasi besar dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang aktif berperan dalam beberapa organisasi dunia. 


Salah satunya adalah peran Indonesia dalam ASEAN (Association of South East Asia Nations), Indonesia telah turut berperan penting dalam pembentukan pertama kali dan terus aktif dalam perkembangannya hingga saat ini.

Selain itu, Indonesia tidak hanya aktif sebagai anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), peran Indonesia dalam PBB juga tidak perlu dipertanyakan lagi.


Apa saja yang telah diberikan oleh Indonesia kepada kedua organisasi tersebut? Simak penjelasannya!


Organisasi ASEAN


Indonesia dan ASEAN


Seperti yang kita ketahui bahwa ASEAN atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara adalah sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi yang anggotanya terdiri dari beberapa negara di kawasan Asia Tenggara. 


Organisasi ini didirikan pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Organisasi ASEAN memiliki total 10 anggota negara diantaranya Brunei, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, dan Vietnam. 


Tujuan terbentuknya organisasi ini tidak lain adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pengembangan kebudayaan negara anggotanya, kemajuan sosial, menjalin perdamaian, menjaga stabilitas di tingkat regional, dan sebagai wadah untuk membahas perbedaan diantara anggotanya dengan damai. 


Indonesia merupakan negara yang sangat aktif, salah satu peran Indonesia dalam ASEAN adalah pembentukan beberapa kebijakan yang diterima dengan baik oleh anggota lainnya. Bahkan banyak tokoh sejarah mengatakan bahwa "ASEAN bukan apa-apa tanpa Indonesia." 


Lalu peran apa saja yang pernah dilakukan oleh Indonesia pada organisasi di Asia Tenggara ini? 


Peran Indonesia dalam ASEAN

Berikut adalah beberapa peran Indonesia dalam ASEAN yang dianggap penting bagi kemajuan organisasi ASEAN hingga sekarang:



1. Indonesia Sebagai Salah Satu Penggagas Lahirnya ASEAN


Peran Indonesia dalam ASEAN yang paling penting adalah sebagai salah satu dari beberapa negara yang menjadi pendiri ASEAN. Dasar berdirinya ASEAN adalah deklarasi Bangkok, deklarasi Bangkok tersebut ditandatangani oleh menteri luar negeri dari lima negara yang mendirikan ASEAN. Mereka adalah Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Koman (Thailand). 



2. Indonesia Sebagai Salah Satu Pemimpin ASEAN

 

Negara Indonesia dikenal mampu menjalin hubungan yang baik antara negara-negara di dunia. Pada pertemuan ASEAN ke-5 di Singapura, Indonesia memperkenalkan doktrin ketahanan nasional melalui menteri luar negeri Adam Malik. Ini ditujukan untuk mempertegas tujuan dibentuknya ASEAN. Pada masa kepemimpinannya, Indonesia telah berhasil menyelenggarakan berbagai pertemuan di antaranya, Asean Ministerial Meeting (Pertemuan Tingkat Menteri Asean) dan Asean Regional Forum (Forum Kawasan Asean).



3. Menciptakan Perdamaian di Kawasan Asia Tenggara


Dalam menjaga perdamaian dunia, Indonesia sangat membantu terutama negara-negara di Asia Tenggara seperti membantu menyelesaikan konflik-konflik diantara negara-negara anggota ASEAN, contohnya Indonesia berperan menjadi penengah saat terjadi konflik antara Kamboja dan Vietnam pada tahun 1987, juga Indonesia menjadi penengah Moro National Front Liberation (MNFL) dengan pemerintah Filipina, yang pada akhirnya kedua negara sepakat untuk melakukan perjanjian damai yang tempatnya dilakukan di negara Indonesia.


Sering menjadi tuan rumah untuk KTT ASEAN

4. Indonesia Sebagai Tuan Rumah KTT ASEAN


Telah beberapa kali Indonesia berperan sebagai tuan rumah KTT ASEAN. Maka dari itu, salah satu peran inilah yang dianggap sangat penting karena Indonesia selalu terbuka dan bersedia menjadi tuan rumah untuk mengadakan konferensi negara-negara di Asia Tenggara. 


Berikut adalah daftar KTT ASEAN yang diselenggarakan di Indonesia:


  • KTT ASEAN ke-1 yang diselenggarakan pada tanggal 23 hingga tanggal 24 Februari 1976 yang diadakan di Bali. KTT tersebut menghasilkan kesepakatan pembentukan sekretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta. Dan Sekjen pertamanya adalah H.R Dharsono yang adalah seorang putra berkebangsaan Indonesia. 
  • KTT ASEAN ke-9 yang diselenggarakan pada tanggal 8 Oktober 2003 di Bali yang didalamnya Indonesia mengusulkan dibentuknya Komunitas ASEAN atau ASEAN Community. Komunitas ASEAN mencakup bidang sosial, budaya, keamanan, dan ekonomi. 
  • KTT ASEAN ke-18 yang diselenggarakan pada tanggal 4 hingga 8 Mei 2011 yang bertempat di Jakarta. 
  • KTT ASEAN ke-19 yang diselenggarakan pada tanggal 17 hingga 19 November 2011 di Bali. Konferensi tersebut menghasilkan pembahasan tentang kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara atau yang juga dikenal sebagai Nuclear Weapon Free Zone (SEANWF).  

Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa


Indonesia dan Organisasi PBB 


Selain berperan penting dalam pembentukkan dan beberapa kebijakan organisasi ASEAN, Indonesia juga tercatat berperan penting sebagai anggota dalam organisasi dunia PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Organisasi ini lebih dikenal dunia dengan nama United Nations atau disingkat UN. 


PBB didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 dengan tujuan untuk mendorong kerja sama Internasional antar negara di seluruh dunia. Pada saat pertama didirikan, PBB memiliki 51 anggota negara, hingga kini organisasi ini memiliki 193 anggota. 


Indonesia adalah negara yang resmi menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1950, dan Indonesia saat itu menjadi anggota yang ke 60. Ini berarti Indonesia telah menjadi anggota resmi PBB setelah satu tahun mendapatkan pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda dan setelah berlangsungnya Konferensi Meja Bunda di Den Haag pada 23 Agustus hingga 2 November 1949. 


Dalam sejarah keanggotaan Indonesia sebagai salah satu anggota resmi PBB, Indonesia pernah mengundurkan diri dari keanggotaannya pada tahun 1965 hingga tahun 1966. Hal ini dikarenakan PBB saat itu menetapkan Malaysia sebagai anggota tidak tetap PBB yang membuat Presiden Indonesia saat itu, Soekarno, marah. 


Pada saat itu Indonesia memang sedang dilanda konflik dengan Malaysia yang dikenal dengan konfrontasi Indonesia Malaysia. Saat itu, Indonesia memutuskan untuk mengundurkan diri dari keanggotaannya dan membentuk CONEFO. Namun pada 19 September 1966 pihak Indonesia meminta untuk melanjutkan kerjasama kembali dan pada tanggal 23 September 1966 permintaan Indonesia diterima oleh Majelis Umum PBB. 


Peran Indonesia dalam PBB

Walaupun Indonesia pernah mengundurkan diri dari keanggotaan PBB, negara Indonesia sejak resmi menjadi anggota tetap telah memberikan kontribusi yang baik sebagai anggota aktif. Beberapa peran Indonesia dalam PBB adalah pembentukkan beberapa kebijakan dan seruan dukungan terhadap bangsa-bangsa yang terusik kedamaiannya, seperti Myanmar. 


Berikut adalah beberapa peran Indonesia terhadap organisasi PBB:


1. Sebagai salah satu anggota PBB, Indonesia melaksanakan Konferensi Asia Afrika, dan juga menjadi pelopor pencetusan ZOPTAN dan SEANWFZ. Dalam rangka menjaga perdamaian dunia Indonesia mengirimkan kontingen ke Lebanon Selatan, juga menyumbang lebih dari 1000 personel pasukan di berbagai negara di dunia. 


Pada tahun 1957 Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda I yang termasuk dalam industri militer Indonesia untuk membantu menyelesaikan Perang Arab-Israel, pasukan Garuda II dan III dikirimkan pada tahun 1960 untuk membantu menyelesaikan perang saudara di Kongo, selanjutnya pada tahun 1993 Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda XIV untuk memelihara perdamaian PBB di Bosnia, dan pada tahun 2010 Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda XXVI-C2 di Lebanon Selatan.


Indonesia sering mengirimkan pasukan Garuda untuk menjaga perdamaian dunia

2. Indonesia pernah ditunjuk menjadi pemimpin dan anggota tetap beberapa kali pada organisasi PBB. Pada tahun 1971 pernah ditunjuk untuk menjadi presiden di Majelis Umum PBB, Indonesia pernah 11 kali terpilih sebagai dewan ekonomi dan sosial PBB, kemudian Indonesia juga terpilih sebanyak 3 kali menjadi dewan hak asasi. 

Hal ini menujukkan bahwa peran Indonesia dalam keanggotaan PBB cukup diperhitungkan, terbukti Indonesia sering dipercaya untuk memegang peranan penting dalam organisasi PBB.


3. Indonesia memberikan bantuan kemanusiaan diberbagai negara. Pada tahun 1984, Indonesia mengirimkan bantuan melalui FAO yang ditujukan untuk negara Ethiopia yang pada saat itu tertimpa bencana kelaparan. Indonesia juga memberikan bantuan dalam menampung pengungsi yang berasal dari Vietnam. Indonesia juga aktif dalam beberapa operasi pemelihara perdamaian dunia yang juga dinaungi oleh PBB.


Indonesia juga pernah membantu bencana kelaparan di Ethiopia

4. Indonesia telah banyak membantu dalam menyelesaikan konflik diberbagai negara. Selain berperan untuk mengirimkan Kontingen Garuda sebagai sumbangan untuk PBB, Indonesia adalah negara penyumbang pasukan Police Contributing Country sebanyak 1. 618. 

Indonesia saat ini aktif dalam operasi pemeliharaan perdamaian dunia yang merupakan organisasi dinaungi PBB yang tersebar di 5 negara di dunia. Contoh lainnya dari peran Indonesia dalam menyelesaikan konflik di berbagai negara adalah keberhasilan membantu menyelesaikan konflik di Kamboja pada tahun 1989. 

Indonesia juga berperan aktif menjadi mediator atas penyelesaian konflik antara Filipina dan Moro National Front Liberation yang pada waktu itu sedang menguasai Mindanao Selatan.


-


Kita patut berbangga dan mendukung peran negara kita, karena ternyata peran Indonesia dalam ASEAN dan PBB tidak dapat dianggap remeh, terutama perjuangan kita dalam perdamaian. Karena peranannya dalam berbagai organisasi dunia, Indonesia bisa menjadi negara hebat di Asia Tenggara.  


Hal ini sebenarnya akan memberikan keuntungan tersendiri bagi Indonesia, Indonesia akan lebih dipandang sebagai negara yang ikut berjasa dalam organisasi dunia. Selain itu, secara tidak langsung Indonesia juga menunjukkan identitasnya kepada dunia, yaitu Indonesia selalu terbuka dan selalu berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia yang memang sejak dulu dianut sebagai tujuan negara Indonesia. 


Tujuan tersebut tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa Indonesia berperan serta dalam mewujudkan perdamaian abadi dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. 

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang