Apa yang terjadi kalau seorang perokok yang sudah berhenti merokok selam 2 minggu kembali merokok satu bungkus rokok pada akhir pekan? Apa dua minggu itu jadi sia - sia?

Dilihat 18 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya ucapkan selamat karena telah berlatih cukup lama! Kambuh kembali itu adalah wajar dalam proses berhenti. Tiap kali anda berhenti merokok, anda mempelajari keahlian yang berbeda. Bangkitlah dari apa yang telah anda pelajari dan amati mengapa anda bisa kambuh kembali. Tiap perokok terikat dengan merokok dalam cara yang bervariasi: kecanduan fisis, sosial, kebiasaan yang berbeda, memegang sesuatu di tangannya, emosi yang berbeda, tekanan, dll.


Saya telah berhenti setidaknya sudah 3 bulan, 9 kali percobaan dan setiap kali saya mencoba untuk berhenti saya belajar satu aspek dalam mengatasi rokok saya. Ini yang saya dapat dari buku saya, "Bagaimana Menang dalam usaha Berhenti Merokok": Jika anda berhenti tapi kambuh kembali. Beri selamat pada diri anda sendiri karena telah menyelesaikan sebuah "latihan lari". Jangan melihat "latihan lari" ini sebagai kegagalan, tapi lihatlah sebagai pengalaman belajar. Dengan mengubah pola pikir anda tentang usaha anda ini sebagai sebuah "latihan lari", anda akan mengetahui dimana kelemahan dari rencana anda. Selain anda telah sukses - lihat berapa banyak rokok yang belum anda nyalakan dan berapa banyak uang yang anda hemat. (20 batang rokok per hari sama dengan 140 batang rokok per minggu atau 1400 hisapan telah anda hindari!) Lihat semua hasil jerih payah anda. Lihat semua perangkat yang membantu anda. Jangan mencari cara yang baru dari awal melainkan perbaiki yang sudah anda mulai.


Putuskan jika anda membutuhkan tambahan perangkat atau anda perlu mengganti apa yang tidak bekerja. Menemukan metode tertentu yang tidak bekerja bagi anda membantu mengarahkan anda pada perangkat yang bisa bekerja. Evaluasi pada area yang berbeda untuk melihat dimana kekuatan anda dan dimana anda perlu mengimprovisasi Rencana Kegiatan anda: sosial, fisik, emosi, lingkungan dan/atau pola pikir. Lihatlah situasi yang menyebabkan anda kambuh. Apa yang terjadi? Darimana anda mendapatkan rokoknya? Rasionalisasi apa yang anda gunakan sehingga anda mengijinkan diri anda untuk merokok? Apakah anda mematuhi rencana ICE anda? Jika tidak, mengapa? Maukah anda menuliskan "pre-komitmen" anda atau apakah anda belum membuatnya? (lihat halaman 73).


Putuskan apakah anda siap untuk menentukan Tanggal Berhenti sekarang atau nanti. Mulailah petunjuk pada buku ini dari awal lagi. Apa yang tidak anda lakukan? Saran apa yang anda abaikan? Lampiran H (lihat halaman 162) adalah daftar Aktifitas dalam buku ini. Yang mana yang tidak anda kerjakan? Berusahalah untuk melakukannya pada percobaan anda berikutnya.


Bicarakan pada seorang Spesialis Pengobatan Tembakau untuk merevisi Rencana Kegiatan anda. Seorang profesional bisa membantu anda untuk mengungkap potongan puzzle anda yang hilang dalam usaha anda untuk berhenti merokok, karena mereka spesialis dalam modifikasi perilaku. Telepon 1-800-QUIT-NOW untuk menghubunginya di area lokal anda.


Pada akhirnya, pertimbangkan lagi keinginan anda untuk berhenti. Jujurlah pada diri anda sendiri. Apakah anda benar-benar ingin "Menjadi Bebas-Rokok" atau anda melakukan demi orang lain atau karena tekanan dari luar? Tidak ada jawaban benar atau salah; tujuannya untuk mengetahui dimana anda membutuhkan pertolongan. Seringkali hanya dengan melihat ke belakang dan menganalisa situasinya dimana yang anda tidak bisa. Refleksi ke belakang selalu merupakan penglihatan 20/20.


Pelajari apa yang tidak bekerja :

  • Mengandalkan hanya kepada tekad saja. Nikotin telah membajak otak anda pada bagian insting bertahan hidup yang lebih kuat daripada bagian untuk berpikir (niat).
  • Menyalahkan diri sendiri atau memarahi diri sendiri. Biarkan muncul rasa malu dan/atau bersalah. Itu bukan kesalahan anda. Menjadi seorang Bebas-Rokok itu adalah KERJA KERAS
  • Mengira ada yang salah pada diri anda. Tidak jarang bagi seorang perokok akhirnya mencoba berhenti berkali-kali sebelum akhirnya mereka berhasil. Kesalahan terletak pada bagaimana rokok telah memanipulasi anda menjadi begitu adiktif.
  • Tidak mencoba satu kali lagi. "Jangan pernah, jangan pernah, jangan pernah menyerah."

Terjawab sekitar 3 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang