Apa yang terjadi pada perkemahan konsentrasi gay dan lesbian yang selamat setelah Liberasi Allied?

Dilihat 546 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Pada kasus kamp penampungan gay dan lesbian, tragedi yang mereka alami saat perang masih terus terbawa - bawa lama setelah perang berakhir. Dalam skala besar, dunia berhasil mengenali bahwa mereka yang dianiaya oleh Nazi pada saat perang adalah benar - benar korban dari kejahatan yang sangat parah, dan kekejaman Nazi adalah kekejaman yang tidak dapat dimaafkan.


Walaupun banya korban yang mendapatkan ganti rugi, bantuan setelah perang, pensiun dari negara dan ukuran - ukuran lain yang dimaksudnya untuk memberikan mereka fasilitas untuk pulih dari kekejaman Nazi, hal ini tidak berlaku bagi kamp konsentrasi penampungan gay dan lesbian.

Ketika Nazi berkuasa, homoseksual merupakan kejahatan di Jerman. Yang tidak diketahui banyak rang adalah bahwa kriminalisasi terhadap homoseksual di era Nazi tidak benar - benar dicabut di Jerman sampai tahun 1994 (meskipun beberapa liberarisasi  dalam hukum terjadi baik di di Jerman Barat maupun Jerman Timur sebelum itu). Orang homoseksual masih dianggap sebagai kriminal karena homoseksualitas mereka setelah perang berakhir, dan masing dianggap seperti itu bertahun - tahun setelah perang.


Meskipun kedengarannya tidak sulit dipercaya, banyak kamp konsentrasi penampungan bagi homoseksual didirikan oleh kamp konsentrasi tentara sekutu. Banyak orang homoseksual yang selamat dari kamp konsentrasi berada dalam keadaan putus asa setelah perang - mereka kehilangan pekerjaan, banyak di antaranya yang cacat, tidak memiliki aset dan tempat tinggal, dan negara juga tidak mau menawarkan mereka bantuan untuk pemulihan dari trauma perang mereka - bantuan yang diberikan kepada orang - orang lainnya: singkatnya kaum homoseksual tidak dianggap sebagai korban dari kekejama Nazi. Bahkan pemerintahan sekutu secara aktif memenjarakan kembali kaum homoseksual yang selamat dari perang dari kamp konsentrasi : waktu yang mereka habiskan untuk melayani di kamp tidak dianggap oleh pemerintah sekutu.


Antara tahun 1933 sampai 1945 Nazi berkuasa, diperkirakan ada sekitar 100,000 orang yang ditahan karena kejahatan homoseksual. Antara tahun 1945 sampai 1969, di Jerman Barat saja, 100,000 orang ditangkan dan dituntut karena kejahatan homoseksualitas, dengan 50,000 di antaranya dinyatakan bersalah dan dipenjara.


Bahkan banyak dari kaum homoseksual di kamp konsentrasi dipenjarakan ulang karena tuduhan yang dikenakan kepada mereka oleh Nazi saat perang. Di seluruh daratan Eropa, ada sedikit simpati bagi korban homoseksual atau orang - orang yang selamat dari holocaust, jadi sekalipun mereka melarikan diri dari Jerman ke negara lain (seperti yang dilakukan banyak kaum homoseksual Jerman) mereka hanya dapat mengharapkan sedikit simpati, bantuan ataupuan pengertian.


Tidak dapat dipungkiri bahwa persentasi homoseksual kecil dibanding total korban holocaust. Meski begitu, penderitaan yang dilalui oleh kaum homoseksual cukup sulit untuk dipahami serta dalam dan ekstrim seperti korban - korban lainnya. Mereka yang dipenjara pada kamp konsentrasi karena homoseksualitas seringkali menjadi sasaran dari siksaan dan perlakukan yang kejam; ada kisah dimana seorang pria dipaksa menyaksikan kekasihnya dimakan hidup - hidup oleh anjing penjaga; siksaan terdapat homoseksual dilakukan secara rutin dengan ekstrim; kebanyakan dari homoseksual yang dikirim ke kamp tidak akan selamat. Bagi yang selamat, sulit untuk menyebutnya beruntung, banyak dari mereka akan dipenjara lagi


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang