Apa yang terjadi pada pernikahan Mormon?

Dilihat 1,42 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ada dua jenis pernikahan yang dilangsungkan di gereja kami: Pernikahan Sipil dan Penyegelan Gereja.


Pernikahan sipil. Pernikahan jenis ini dilangsungkan oleh pemimpin gereja manapun yang diakui oleh negara untuk memimpin upcara penikahan, termasuk pendeta lokal, dan bahkan misionaris muda. Semuanya memiliki posisi yang sama dan memiliki pengaruh yang sama seperti pernikahan yang dilangsungkan oleh agama - agama lain atau oleh negara - pasangan diikat sebagai suami istri secara lagal dan hukum.. sampai maut memisahkan. 


Pernikahan ini dapat dilangsungkan dimana saja, terbuka bagi umum dan siapapun boleh datang. Para tamu biasanya mengenakan baju kebaktian. Dalam hal ini, pernikahan ini sama seperti pernikahan - pernikahan lainnya. Beberapa catata mengenai pernikahan sipil yang dilangsungkan oleh gereja mungkin unik. Pernikahan ini 100% gratis. Tidak ada biaya secara gedung, tidak ada pembayaran ke pemerintah, dll). Jika pernikahan dilangsungkan di bangunan miliki gereja, ada standar - standar yang harus dipenuhi, misalnya jenis musing yang dapat dimainkan, dan minuman beralkohol tidak diperbolehkan.


Penyegelan gereja. Inilah yang biasanya ada di pikiran orang - orang ketika mereka membicarakan mengenai "pernikahan Mormon" dan hal ini membutuhkan penjelasan lebih lanjut. Dalam keyakinan kami, kami percaya bahwa ketika Yesus memberikan gerejanya kekuatan untuk mengikat bumi dan surga, kekuatan tersebut mencakup kewenangan untuk mengikat suami istri bersama - sama dengan cara dimana hubungan dalam pernikahan adlam berlanjut bahkan setelah kematian. 


Kami percaya bahwa wewenang yang diberikan oleh Yesus telah dibawa kembali ke bumi saat ini. Karena itu, pasangan yag "disegel", pada dasarnya membawa pernikahan mereka dan membuanya abadi secara permanen - bukan "sampai maut memisahkan". Jadi saat saya dan istri saya meninggal, kami merasa terhibur mengetahui bahwa saat kami bertemu kembali nanti, kami masih akan menjadi suami dan istri dan bahwa pernikahan kami akan abadi. Pada umumnya, orang - orang mengganggap ini sebagai konsep yang indah. 


Ada beberapa aspek yang kontroversial mengenai hal ini:


Tidak semua orang dapat melakukan penyegelan. Hanya ada beberapa pria di dunia ini yang memegang kewenangan ini. Upacara penyegelan sangat istimewa dan suci, sehingga Tuhan memerintahkan bahwa hal tersebut hanya dapat dilangsungkan pada bangunan istimewa yang disebut gereja


Karena gereja merupakan tempat yang sangat suci, Tuhan meminta mereka yang ingin masuk untuk bersiap - siap sebelum masih, sama seperti sekolah mengharuskan para murid untuk menyelesaikan matematikan tingkat dasar sebelum mengambil pelajaran kalkulus. 
Hal ini dapat menyebabkan perasaan ditolak atau rasa getir pada anggota keluarga yang tidak dapat menyaksikan saat istimewa ketika orang yang dicintainya sedang disegel. Selain itu, kursi yang ada dalam ruang penyegelan gereja juga terbatas, jadi kapasitas maksimalnya hanya sekitar 25 orang. Karena alasan itu, banyak pasangan yang memilih untuk juga melangsungkan pernikahan sipil untuk umum dan keluarga yang saat itu tidak dapat memasuki gereja selain upacara penyegelan.


Mengenai bagaimana upacaranya berjalan, di dalam gereja semua orang mengenakan pakaian putih. Gereja itu sendiri juga berwarna putih di dalamnya. Semua orang berbicara dengan pelan dalam nada yang penuh penghargaan, dan itu adalah hal terdekat yang dapat lakukan untuk merasakan surga di bumi di luar rumahmu sendiri.


Upacara penyegelan gereja sangat indah dan suci, tapi juga singkat dan sederhana. Pada umumnya pemimpin upacara memulai dengan melakukan khotbah dengan beberapa nasihat mengenai pemberkatan pernikahan dan bagaimana cara membangung pernikahan yang kuat. Ini bukan hal yang wajib (bahkan pemimpin upacara penikahan saya tidak melakukannya sama sekali) lalu upacara pernikahan akan dimulai yang berlangsung selama 5 menit. Pertukaran cincin, suami mencium istrinya, dst. Kira - kira seperti itu. Resepsi pernikahan setelah upacara pernikahan sama seperti resepsi pernikahan lainnya pada tempat yang dipilih oleh pasangan tersebut.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang