Apa yang terjadi pada tubuh ketika sedang dan setelah berlari (di treadmill atau jalan)?

Dilihat 506 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Semua kegiatan, jika kamu lakukan secara tradisional, adalah bertujuan membakar kalori. Lari bisa membantu menurunkan berat badan dan lemak secara drastis. Tapi lari (atau kardio) dibedakan menjadi dua jenis: kardio stabil jarak jauh dan kardio pendek tiingkat tinggi. Semakin lama sesi kardio, semakin banyak otot yang terbakar daripada lemak.

Sekarang lihat lebih dalam mengenai lari. Apa yang terjadi ketika kamu berlari? Asumsikan lari mu selama 30 menit. Ketika kamu mulai berlari, otot menggunakan adenosine triphosphate (ATP). ATP adalah molekul energi yang diproduksi tubuh dari makanan. Adrenalin adalah hasil dari ATP yang berubah menjadi molekul yang lebih kuat yaitu adenosine diphosphate (ADP). Sel ototmu mengubah ADP menjadi ATP setelah lonjakan adrenalin. Dalam 90 detik pertama, supaya mengeluarkan lebih banya ATP, selmu membelah glikogen, bentuk glukosa dalam otot. Sel mengambil glukosa langsung dari darah, efeknya tingkat gula darah menurun. Seiring glukosa dibakar dan otot mengeluarkan cairan pembakar, otak akan memberi isyarat stress fisik.

Jika kamu pelari pemula ini menjadi ujian untuk mempertahankan langkahmu. Jantungmu berdetak lebih kencang. Darah mengalir ke otot. Butuh banyak asupan oksigen untuk mengakomodasi glukosa. Pada titik ini nafasmu ngos-ngos an. Glikogen dan oksigen menaikkan suhu tubuhmu. Ini titik dimana kamu mulai berkeringat.

Pada 10-20 menit kedepan, jika kamu terbiasa olahraga suplai ATP dan ototmu akan cukup. Tubuhmu lebih efisien dalam mengalirkan oksigen dan membakar lemak dan glukosa. Tapi jika kamu pemula, suplai ATPmu tidak cukup dengan kebutuhan tubuhmu. Dalam kondisi ini, cara terbaik adalah melambat. Jika sudah merasa enakan, lanjutkan larimu.

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang