Apakah ada diskusi mengenai kemungkinan pengguanaan klorofil yang diproduksi oleh tanaman "elemen foto" (Melvin Calvin) dan mengubah elektron - elektron yang terkumpul menjadi energi yang dapat diguanakan? Apakah ini dapat dilakukan? Atau ini hanya sekedar harapan?

Dilihat 3,45 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Sebenarnya adalah beberapa peneliti yang mendapatkan listrik dari tanaman. Pada dasarnya mereka menempelkan beberapa elektroda pada tanaman- tanaman tersebut dan menjalankan arus listrik kecil dengan listrik atau menghubungkan tanaman - tanaman bersama - sama untuk mendapatkan energi yang lebih besar.


Pola yang rumit dari perbedaan potensi elektris ada pada berbagai struktur pohon. Kami sudah menandai tegangan - tegangan tersebut dan mengukur nilai mulai dari beberapa milivolt sampai dengan beberapa ratus milivolt untuk pohon maple berdaun besar. Perbedaan potensi tersebut memberikan kesempatan unik untuk menggerakkan sirkuit nano listrik dari pohon secara langsung.


Kami sudah merancang, membangun dan berhasil menguji dua IC, yang digerakkan hanya dengan koneksi dari pohon maple berdaun besar. Sirkuit pertama dibangun pada teknologi 120-nm menghasilkan aliran 1,1V yang stabil dari masukan tegangan sebesar hanya 20 mV dan dapat disebarkan untuk menghasilkan tingkat tegangan yang dapat digunakan untuk sirkuit standar. Sirkuit kedua terbuat dari teknologi  90-nm merupakan alat pengukur waktu, beroperasi pada 0.045 Hz dan dapat digunakan untuk mengukur waktu pada simpul sensor jaringan yang berdiri sendiri. Sirkuit dan alat pengukur waktu masing - masing mengkonsumi energi sebanyak 10 dan 2,5 nW.


Ketika elektroda logam dimasukkan ke dalam bagian dari tanaman dan elektroda logam lainnya ditempatkan di dalam tanah, perbedaan potensi elektris  dihasilkan di antara dua elektroda. Tanaman memiliki potensi yang lebih rendah daripada tanah. Tegangan yang dihasilkan dari perbedaan potensi elektris antara satu tanaman dan tanah yang berdampingan cukup kecil (beberapa ratus milivolt) dan arusnya sangat kecil (beberapa ratus nanoamper).


Tapi, untuk meningkatkan sebagian sirkuit electrik, tegangan dan arus listrik harus berada di dalam rentang volt dan microamper. JIka perbedaan potensi elektrik antara satu tanaman dan tanahnya diguankan sebagai sumber daya listrik, maka perlu dikembangkan peralatan listrik skala nano yang dapat bekerja dengan watt yang sangat kecil.


Saya harap ini menjawab pertanyaanmu meskipun penelitian ini tidak menggunakan elemen foto tapi mengguankan bidang elektrik dari tanaman seperti yang sudah dijelaskan. Menurut saya ini sangat menarik, meskipun kejam. Ini hal yang lebih gila lagi - mengawinkan DNA belut listrik ke tanaman untuk menghasilkan listrik tegangan tinggi. Jika seseorang bisa melalukan hal ini dan menggunakan teknik genetik untuk memecahkan masalah energi kita, hal itu akan sangat luar biasa!

I hope this answer is relevant, even though it doesn't make use of the photoelements per se, but rather the plant's electrical field, as described. I think that this is fascinating, though cruel, in a mad-scientist sense. Here's a mad scientist twist -- to splice in electric eel DNA to plants, and thereby make them generate a lot of electricity. If someone does this, and uses genetic engineering to solve our energy problems, oh what joy that would bring!

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang