Apa yang menyebabkan seseorang terlambat mengalami masa pubertas?

Dilihat 7,84 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Masa pubertas adalah hal yang pasti dialami baik oleh perempuan maupun laki-laki. Masa peralihan dari remaja menuju masa remaja memang menjadi hal yang lumrah dilalui oleh semua orang. 


Beberapa perubahan yang disebabkan oleh masa pubertas seperti perubahan fisik maupun psikis adalah tanda bahwa anak tersebut sudah akan memasuki fase remajanya. Terdapat perbedaan pada masa puber wanita dan laki-laki, mulai dari umur dimulainya puber dan juga perbedaan yang mencolok pada perubahan fisik di antara keduanya. 


Masa pubertas perempuan umumnya dimulai sejak umur 8-16 tahun, sedangkan pada laki-laki dimilai pada umur 9-16 tahun. Namun ada beberapa orang yang khawatir karena masa pubertasnya datang terlambat dibandingkan dengan anak-anak pada umumnya. 


Sebenarnya ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang mendapatkan masa pubertas yang terlambat. Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai beberapa faktor yang bisa menyebabkan pubertas terlambat.


Masa pubertas


Masa Pubertas


Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai masa pubertas perempuan dan laki-laki, kita harus memahami terlebih dahulu, apa itu masa pubertas? 


Masa pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami beberapa perubahan fisik, psikis, dan juga pematangan secara seksual. Biasanya pubertas dimulai pada seorang anak ketika berumur 8-10 tahun dan berakhir pada umur 15-16 tahunan. 


Pada masa pubertas ini seorang anak juga akan mengalami pertumbuhan yang sangat pesat misalnya perubahan tinggi badan yang drastis. 


Lalu apa yang menyebabkan pubertas? Pubertas disebabkan oleh adanya perubahan hormon dalam tubuh karena beberapa sel dan sistem tubuhnya juga mulai berkembang. 


Biasanya seorang anak yang mengalami masa pubertas akan mengalami beberapa perubahan psikis seperti emosi menjadi tidak stabil, cepat tersinggung, cepat marah, melamun, tiba-tiba gembira, tertawa, menangis, dan perubahan emosional yang memang wajar dialami. 


Jadi sangat wajar jika anda memiliki anak yang mengalami masa pubertas akan melihat perubahan psikis tersebut. Di sinilah peran orang tua dibutuhkan untuk memberikan pemahaman pada anak sehingga anak dapat mengerti apa yang sedang dialaminya.


Perlunya bimbingan orang tua saat masa pubertas

Baik laki-laki maupun perempuan yang mengalami masa pubertas akan mengalami perubahan fisik primer dan sekunder. Perubahan fisik ini tentunya tidak akan sama antara laki-laki dan perempuan. 


Perubahan fisik primer adalah perubahan yang pasti akan dialami oleh seseorang. Perubahan fisik primer yang terjadi pada laki-laki yang mengalami masa pubertas seperti kesiapan testis memproduksi sel sperma. Hal ini juga ditandai dengan mimpi basah yang akan dialami oleh laki-laki. 


Sedangkan perubahan fisik sekunder adalah perubahan yang belum tentu dialami oleh semua orang yang mengalami masa pubertas. Pada laki-laki beberapa perubahan terjadi seperti organ kelamin mengalami pertambahan ukuran, suara menjadi lebih besar, bau badan mulai muncul, jerawat mulai tumbuh, munculnya kumis, munculnya jakun, munculnya bulu halus di sekitar kemaluan, dan masih banyak lagi.


Masa pubertas pada laki-laki

Sedangkan perubahan fisik primer pada masa puber wanita ditandai dengan terjadinya menstruasi yang menandakan bahwa ovarium telah dapat menghasilkan telur. 


Proses menstruasi ini terjadi akibat sel telur yang dihasilkan ovarium sudah matang dan menempel pada dinding endometrium di dalam rahim, jika sel telur tidak dibuahi maka sel-sel telur tersebut akan meluruh sehingga terjadilah menstruasi. 


Sehingga tidak heran jika saat menstruasi saat masa pubertas perempuan akan mengalami sakit perut atau bahkan keram karena saat itulah terjadi peluruhan dinding rahim. Menstruasi biasanya berlangsung selama 3-7 hari dan terjadi setiap 28-31 hari sekali. 


Perubahan sekunder yang dialami saat masa pubertas perempuan di antaranya, pertambahan ukuran payudara, pinggul membesar, bau badan dan jerawat mulai muncul, kulit menjadi berminyak, munculnya bulu halus disekitar kemaluan, dan masih banyak lagi. 


Masa pubertas pada perempuan


Penyebab Masa Puber yang Terlambat


Beberapa orang mengalami masa pubertas seperti pada umumnya, namun ada juga sebagian orang yang tidak mengalami masa pubertas pada waktu yang seharusnya. 


Jika memang seorang anak hanya mengalami perubahan fisik primer saja dan tidak mengalami perubahan fisik sekunder, mungkin hal ini masih dianggap wajar. Tetapi bagaimana jika seorang anak belum mendapatkan kedua perubahan fisik tersebut sehingga dianggap bahwa masa pubertasnya terlambat. 


Hal ini tentunya akan membuat sebagian orang khawatir karena dirinya merasa berbeda apalagi para orang tua yang biasanya akan merasa cemas jika anaknya mengalami masa pubertas yang terlambat. Yang dikhawatirkan adalah anak tersebut memiliki kelainan hormon dalam tubuhnya. 


Faktor genetik bisa menyebabkan keterlambatan masa pubertas


Terdapat beberapa faktor yang bisa mempengaruhi seseorang mengalami keterlambatan masa pubertas, di antaranya:

1. Faktor Genetik


Jika memang anda mengalami masa pubertas yang terlambat, coba telusuri terlebih dahulu apakah ada di antara anggota keluarga yang juga mengalami keterlambatan saat masa pubertas.

 

Jika memang ada, berarti keterlambatan masa pubertas anda disebabkan oleh faktor genetik dari keluarga anda. Beberapa faktor genetik juga bisa diturunkan seperti kemiripan pada perubahan fisik sekunder dan juga postur tubuh seseorang. 

Genetik memang memegang peranan penting dalam mempengaruhi sistem tubuh kita.


2. Obesitas


Selain karena faktor genetik yang bisa membuat anda mengalami masa puber yang terlambat, faktor dari tubuh anda sendiri juga bisa berpengaruh. Salah satunya adalah obesitas. 


Jika seseorang anak yang mengalami keterlambatan masa pubertas dan kebetulan dia mengalami obesitas, langkah yang paling tepat adalah melakukan pengecekan kesehatan ke dokter dan meminta saran dari dokter tentang langkah terbaik agar anak anda mendapatkan berat badan yang ideal sehingga tidak berpengaruh pada perkembangan masa pubertasnya.


Kekurangan hormon bisa menyebabkan keterlambatan masa pubertas

3. Kekurangan Hormon


Seperti yang dijelaskan di atas bahwa masa pubertas disebabkan karena perubahan hormon yang terjadi di dalam tubuh. Jika hormon seseorang terganggu perkembangannya ataupun kekurangan hormon maka bisa menyebabkan keterlambatan masa pubertas pada seseorang. 


Kekurangan hormon ini bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, gaya hidup, juga pola makan seseorang. Untuk itu, kebiasaan gaya hidup seseorang juga bisa mempengaruhi cepat atau lambatnya masa pubertas pada seseorang.


-


Pembahasan mengenai beberapa faktor penyebab keterlambatan masa pubertas sudah cukup jelas, bukan? 


Jika anda adalah orang tua dari anak yang mengalami masa pubertas yang terlambat, tidak perlu terlalu khawatir karena pada umumnya perubahan hormon dalam tubuh setiap individu itu berbeda sehingga bisa mempengaruhi cepat atau terlambatnya seseorang mengalami masa pubertas. 


Untuk penanganan masa pubertas yang terlambat pada seorang anak biasanya tidak memerlukan penangan khusus. Umumnya pubertas berhenti pada umur 20 tahun dan jika seseorang sudah berumur 20 tahun dan dirinya belum mengalami masa pubertas, hal ini perlu diwaspadai dan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan dan solusi terbaik. 


Beberapa perubahan psikis pada anak juga perlu mendapatkan kontrol dari orang tua sebagai pengawas mereka. Berikan mereka pengarahan dan pemahaman tentang masa puber yang mereka alami sehingga mereka tidak perlu merasa stres dan khawatir. Katakan juga pada mereka bahwa apa yang mereka alami adalah hal yang wajar sebagai sebuah perubahan menuju tingkat yang lebih dewasa. 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang