Apakah ada keuntungan menikah dengan seorang wanita daripada melakukan sex bebas?

Dilihat 2,06 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Di era globalisasi, segala sesuatu semakin maju dan banyak hal yang mulai ditinggalkan termasuk nilai dan tradisi masa lalu. Dengan berkembangnya teknologi, akses ke internet semakin mudah didapatkan dan menyebabkan banyak informasi dapat dengan mudah dilihat oleh pemuda-pemudi zaman sekarang. Hal ini pun mencakup budaya negara-negara maju yang cenderung memperbolehkan seks bebas. Sehingga hal seperti keperawanan yang dulu dianggap sebagai salah satu keutamaan menikah, kini mengalami penurunan nilai karena banyak gadis yang dengan mudah memberikannya pada pria yang masih belum dinikahinya. Belum lagi banyaknya aplikasi kencan di masa kini, membuat akses pada pesan-pesan yang menjurus ke arah seksual juga semakin banyak. Gaya berpacaran anak remaja zaman sekarang pun benar-benar membuat kita menggelengkan kepala, bahkan tak sedikit yang bertingkah seperti pasangan yang sudah menikah. Hal ini menyebabkan hikmah pernikahan menjadi dirasa tidak ada lagi.


Keutamaan menikah adalah komitmen antara dua insan ciptaan Tuhan yang diikat dalam bahter rumah tangga. Tentunya hal ini berbeda sekali dengan berpacaran karena tanggung jawab, baik seorang istri maupun seorang suami amat besar. Hal ini karena mereka bersumpah dan mengikat janji di hadapan banyak orang, sanak saudara, keluarga, orang tua, dan juga Tuhan. Dalam bahtera rumah tangga, kedua insan berjanji untuk selalu bersama dalam senang dan sedih, sehat dan sakit. Ini merupakan sebuah janji yang sakral dan baik suami maupun istri sama-sama memegang peran yang sama kuatnya untuk mempertahankan pernikahan mereka. Sementara jika Anda berpacaran, komitmen ini ada, namun tanggung jawab yang dirasakan pun tidak sebesar itu dan di sisi lain, hak yang Anda miliki atas pasangan juga tidak sebesar itu.


Di bawah ini saya akan menjelaskan mengenai hubungan seksual setelah menikah dibanding dengan berpacaran.



Hubungan Seksual Setelah Menikah 


Hubungan seksual yang dilakukan setelah menikah memiliki banyak sekali sisi positif dibandingkan dengan melakukannya saat status Anda masih lajang. Anda tidak perlu merasakan kekhawatiran atas kehamilan dan tidak perlu menggunakan kondom (kecuali jika Anda sedang dalam program Keluarga Berencana). Kenikmatan pun lebih terjamin karena Anda berdua sudah sama-sama mengenal tubuh satu sama lain, sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan. Dan karena Anda sudah amat mengenal pasangan Anda, tidak perlu lagu takut akan adanya penyakit menular seksual. Ya, kecuali bila ternyata pasangan Anda hobi "jajan" di luar tanpa pengaman.




Anda bisa mengambil waktu Anda saat melakukan hubungan tubuh karena Anda memiliki banyak waktu bersama. Berbeda dengan jika Anda melakukannya sebelum menikah karena biasanya Anda harus melakukannya secara sembunyi-sembunyi dan tentunya tergesa-gesa agar tidak menimbulkan kecurigaan dari keluarga atau kawan-kawan Anda. Karena semua begitu cepat, Anda akan kehilangan waktu untuk mengeksplorasi tubuh satu sama lain dan akhirnya kepuasan yang Anda rasakan pun tidak bisa maksimal. Di sini hikmah pernikahan adalah fakta bahwa Anda tak perlu lagi sembunyi-sembunyi dan tergesa-gesa jika sedang ingin melakukan hubungan.


Ketika Anda sudah menikah, Anda benar-benar nyaman dengan pasangan Anda, dan ini membuat kebutuhan untuk menyembunyikan preferensi atau pengalaman seksual Anda tidak diperlukan lagi. Karena Anda sudah sama-sama saling memahami, Anda tak perlu lagi merasa malu ketika harus telanjang di depan pasangan karena Anda berdua sudah sama-sama tahu. Selain itu, hubungan di antara Anda berdua juga menjadi lebih intim karena Anda sudah sama-sama mengetahui sisi baik dan sisi buruk satu sama lain dan sudah saling menerima. Kedekatan dan kenyaman di antara Anda berdua ini yang akan membuat hubungan seks terasa semakin intim dan spesial.




Keterbukaan di antara Anda dan pasangan membuat Anda berdua dapat mengutarakan apa yang Anda inginkan saat bersetubuh tanpa perlu sungkan lagi karena itu demi kesenangan Anda bersama. Anda lebih bisa mengeksplorasi posisi untuk menemukan yang Anda sukai, sehingga hubungan seks Anda dengan pasangan tidak kaku seperti saat Anda masih belum benar-benar mengenal pasangan Anda. Ketika sudah tidak ada lagi rahasia, Anda berdua bisa menjadi lebih kreatif dalam kehidupan seksual Anda. 

Pada saat tertentu Anda merasakan kejenuhan, mungkin Anda bisa mencoba hal baru yang belum pernah Anda coba sebelumnya. Mungkin salah satu dari fantasi seksual Anda? Anda bisa mendiskusikan dengan pasangan Anda untuk merangsang dan memberikan warna yang berbeda dalam kehidupan seksual Anda bersama pasangan agar tidak monoton dan membosankan.


Namun, yang harus benar-benar Anda ketahui, jika Anda memutuskan untuk bereksplorasi dengan pasangan Anda, pastikan pasangan tidak merasa terpaksa melakukannya. Anda juga perlu melakukan sedikit riset kecil, mungkin dengan menonton video atau mencari tahu di internet agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang tak terduga seperti munculnya rasa sakit di punggung bagian bawah dan lain-lain. Pastikan semua persiapan yang dibutuhkan sudah Anda lakukan, dan jangan lupa membuat pasangan merasa nyaman dan rileks agar kedua belah pihak sama-sama merasakan kenikmatan.

Hubungan seksual halal hukumnya saat Anda sudah resmi menikah, sementara jika Anda masih berpacaran ada banyak hal yang akan merugikan Anda, terutama wanita. Kemungkinan kehamilan yang tak terpungkiri, misalnya. Jika Anda menikah, kehamilan merupakan sebuah hikmah pernikahan dalam rumah tangga Anda. Hal ini merupakan sebuah anugerah kebahagian bagi keluarga Anda. 


Namun jika Anda masih belum menikah, tentunya ini akan menjadi sebuah beban berat dalam hidup Anda belum lagi konsekuensi sosial yang harus Anda terima. Banyak sekali wanita yang memutuskan aborsi ketika mereka hamil karena seks pra nikah. Padahal sesungguhnya ini bukan salah si jabang bayi, namun kesalahan mereka sendiri. Mereka sudah berdosa karena melakukan hubungan tubuh sebelum menikah, ini merupakan tindakan zinah, dan ditambah lagi mereka membunuh jiwa yang akan hidup. 


Dosa yang mereka tanggung sama sekali tidak main-main. Seandainya ia tak melakukan aborsi sekalipun, namun sang pria tak mau bertanggung jawab, wanita tersebut akan membesarkan anaknya seorang diri dan ini tentunya bukan hal mudah. Belum lagi jika sang anak mulai tumbuh besar dan mulai mempertanyakan keberadaan ayahnya, ini bisa menjadi siksaan batin tersendiri bagi wanita tersebut.




Dalam hubungan berpacaran Anda bisa saja berpisah tiba-tiba. Namun dalam pernikahan, ini bukan hanya masalah Anda berdua, ini meyangkut keluarga Anda juga. Belum lagi jika Anda memiliki anak. Anda memang tak bisa berpisah semudah itu karena ada proses hukum yang harus diurus, juga Anda perlu menentukan siapa yang akan mendapatkan hak asuh anak tersebut. 


Kemungkinan berpisah memang selalu ada dalam setiap hubungan, namun untuk menjawab pertanyaan Anda, seperti penjelasan saya di atas, saya rasa tetap masih lebih baik berhubungan seksual setelah menikah dengan istri Anda karena hal ini aman dan halal. Semoga bermanfaat!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang