Apakah ada rasisme di Singapura?

Dilihat 1,42 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Singapura adalah negara yang mempunyai empat rumpun, yaitu rumpun Melayu, Tionghoa, India, dan Eurasian. Selain itu, mereka juga mempunyai empat bahasa yang banyak digunakan oleh masyarakat sehari-hari secara luas, yaitu bahasa Inggris, Melayu, Mandarin, dan bahasa India Selatan. Sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Singapura adalah negara yang telah diakui oleh dunia Internasional karena keselarasan antara agama dan etnis yang harmonis dibandingkan dengan negara lain. 


Etnis Tiongha memang merupakan penduduk mayoritas, tapi hal itu tidak berarti mereka menyingkirkan kaum atau etnis lainnya, masyarakat minoritas justru selalu diajak bekerja sama dalam membangun negara Singapura. Hal ini terbukti dengan tidak adanya konflik besar yang terjadi antara agama dan kaum etnis.


rasisme di singapura


Apakah ada rasisme di Singapura? Pertanyaan sering muncul karena Singapura adalah negara maju yang mempunyai 4 rumpun etnis yang berbeda sehingga orang awam beranggapan bahwa di Singapura masih terjadi rasisme secara ekstrim seperti di Amerika. 


Arti rasis itu sendiri adalah berasal dari kata rasial yang berarti mempunyai ciri-ciri fisik ras, bangsa, dan suku bangsa berdasarkan (warna kulit, rambut, bahasa dan sebagainya) 

Rasisme yaitu suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan biologis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya. 

Sementara itu, rasis adalah sebutan yang biasanya disematkan pada orang yang menganut rasisme atau rasialisme.  


Rasisme bisa menjadi faktor pendorong diskriminasi sosial, segregasi (pemisahan kelompok ras atau etnis secara paksa), kekerasan rasial termasuk didalamnya saling menghina dan terjadi pembantain besar-besaran secara sistematis. 


arti rasis


Singapura tidak menganut paham rasisme antar etnis dan agama terjalin dengan baik. Bahkan, Singapura  merasa sangat beruntung dengan mempunyai etnis yang berbeda membuat Singapura kaya akan budaya.


Diskriminasi di Singapura Hampir Tidak Ada


Arti rasis dan diskriminalisasi itu sendiri berbeda tidak bisa disamakan satu dengan yang lainnya. Singapura tidak mengenal diskriminalisasi hal ini terbukti dengan diberikan berbagai penghargaan terhadapap budaya dan bahasa masing-masing etnis yaitu dengan diadakannya acara festival budaya serta liburan keagamaan resmi negara dan juga tidak menghilangkan bahasa setiap etnis walaupun bahasa nasionalnya bahasa Inggris. 

Banyak kita jumpai di dalam tiket MRT (Subway Singapura), kartu telpon, dan petunjuk di tempat-tempat umum mencantumkan bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, dan Tamil. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada diskriminasi pada bahasa yang digunakan. Di dalam staf pemerintahan pun semua etnis ada dan bisa menjabat di berbagai bidang dan tidak diskriminasi dalam masalah etnis baik Melayu, India, Tiongha, dan Eurasia semua membaur jadi satu dan saling menghargai satu sama lain.


Arti rasis juga bisa orang atau sekelompok orang yang membedakan perbedaan antara etnis atau suku bangsa tertentu dilihat dari budaya, warna kulit, dan bahasa hal ini bisa mengarah dengan paham rasisme.


diskriminasi di Singapura


Bagi orang keturunan India, salah satu keturunan yang kerap mendapatkan perlakuan paling tidak adil di negara-negara dengan tingkat rasisme cukup tinggi, pada umumnya ada tiga "grup" yang berada di Singapura, yaitu orang lokal, pekerja buruh (kelas masyarakat pekerja, pekerja konstruksi, pemotong rumput, pekerjaan kerah biru), dan "NRI" (Non Resident Indians) yang umumnya pekerja kerah putih (profesional, manajer, insinyur, teknisi).  


Berdasarkan cerita pengalaman penduduk asli Singapura, grup NRI inilah yang paling banyak mengalami diskriminasi, dan hal ini lebih cenderung ke sosial-ekonomi daripada ras. Diskriminasi di Singapura itu ada, tapi sangat sedikit. Dan untuk semua yang pernah menjadi korban diskriminasi di Singapura, pasti rasanya sangat menyakitkan kalau kita tidak mau mengakuinya.

 

Walaupun begitu, narasumber mengatakan bahwa rasisme di Singapura itu hampir bisa dikatakan tidak ada, hampir tidak terlihat dan lebih bisa ditoleransi daripada di negara lain. Seperti yang kita lihat di media, rasisme terhadap orang Arab yang menetap di Amerika Serikat misalnya, hal semacam itu tidak pernah terjadi di Singapura.


Cerita bahwa orang India dilarang masuk restoran dan bis sangat meragukan dan dapat memercikan kemarahan jika setiap orang Singapura mengetahui tentang mereka. Kita tidak setuju dengan hal seperti itu. Secara garis besar rasis adalah merupakan tindakan tidak disukai karena akan menimbulkan perpecahan alangkah lebih baik kalau adanya kebersamaan walaupun terdapat perbedaan secara fisik dan tidak memisahkan diri dengan sekelompok golongan tertentu.


keharmonisan warga singapura

Semua warga negara Singapura saling menghargai dan tidak dibeda-bedakan satu sama lain. Jadi. untuk menjawab pertanyaan secara langsung hampir tidak ada rasisme yang akan menimbulkan kekacauan di Singapura. Negara Singapura negara teraman tak heran kalau investor-investor asing percaya tidak merasa takut untuk berbisnis dengan Singapura dan demikian juga dengan pendatang baru yang merasa aman untuk berkunjung ke Singapura. Banyaknya ragam budaya di Singapura menambah keelokan negara Singapura.


Terjawab hampir 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang