apakah alasan-alasan terbaik untuk mendapatkan anjing?

Dilihat 1,78 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya tak bisa membayangkan hidup tanpa seekor anjing. Anjing merupakan model kesetiaan dan melambangkan cinta; mereka jenius secara emosional. Lebih dari separuh kegembiraan kami para pemilik anjing didapatkan dari berkomunikasi yang timbul dari usaha mereka, bukan usaha kami. Anjing mengambil langkah dalam tingkat kasih sayang yang akan mencekik seorang teman manusia dan mencegah kita dengan ritual harian perawatan mereka. Semua alasan-alasan ini membuat anjing sepadan dengan masalah apapun yang mereka buat. Saya akan fokus pada satu garis alasan.


Saya memiliki anjing sehingga saya bisa memperkuat dan memperluas indera-indera saya. Saya memiliki anjing ketimbang rasa takut. Di usia duapuluhan saya diperkosa. Kecemasan saya tentang itu terkristalisasi menjadi suatu rasa takut yang nyata dimana saya akan diserang - kali ini dengan kejam - oleh seseorang yang bersembunyi di apartemen saya. Saya menyimpan tongkat pemukul baseball dan uang kas pada sebuah meja di pintu depan saya. Setelah bekerja, saya akan naik tangga ke unit saya dan berdiri di luar, memberanikan diri untuk masuk ke dalam. Saya akan melihat gembok apakah ada tanda-tanda pemaksaan, melihat keset apakah ada jejak kaki yang tidak familier, mungkin lumpur. Saya akan mendorong membuka pintu dan mengecek uang $100 dollar apakah masih disana. (Pacar polisi saya menentukan $100. Dua puluh dollar, dia bilang, orang jahat mungkin akan melewatkannya). Lalu saya akan mulai berjalan masuk. Saya akan membuka pintu kloset dan menggunakan tongkat pemukul untuk memastikan tak ada seorangpun di ujung-ujung gelap dibalik tirai. Lalu saya akan mengecek ruang tamu - melihat di bawah sofa, menggoyang-goyangkan tirai satu tangan, secepat mungkin, dengan ekspektasi seseorang bertopeng berdiri di balkoni kecil saya. Tak ada ruang di dapur karena terlalu kecil untuk sebuah monster bersembunyi. Jika tidak di dapur, maka mungkin di bawah kasur. Saya tak punya pintu di kloset saya; saya katakan pada pada teman saya, bahwa saya suka melihat semua pakaian saya dalam satu waktu dan itu bukan bohongan.


Yang paling parah adalah kamar mandi. Khususnya, ruang di belakang tirai. Hingga saat ini saya memiliki lonjakan kecil adrenalin saat mendengar suara cincin logam bergeser di tongkatnya. Saya tak ingin sebuah pistol. Saya tahu tingkat adrenalin yang saya hadapi tiap malam akan membuat saya suatu hari menembak tetangga saya menembus tembok. Jadi tiap malam, bertahun-tahun, jika saya sendirian inilah ritual saya tiap pulang ke rumah.


Sekarang saya tinggal di lingkungan keras (Bagaimana rasanya tinggal di sebuah lingkungan yang berubah dari kelas menengah menjadi ghetto?). Saya bekerja dengan perasaan marah dan terkadang dengan klien-klien sosiopat (Bagaimana seseorang belajar mengatakan "tidak"?). Tapi saya tak pernah mengecek tirai shower bertahun-tahun. Anjing saya menunggu saya di gerbang saat saya memarkir mobil. Mereka memberitahu jika seseorang bersembunyi di dalam rumah. Mereka tak hanya mengijinkan saya melihat dinding-dinding, tapi mereka pencegah yang lebih baik daripada gerendel yang paling mahal, dan tuhan melarang, mereka akan meletakkan hidupnya untuk memastikan saya baik-baik saja.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang