Apakah alat bantu dengar menyebabkan vertigo?

Dilihat 573 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Wikipedia menjelaskan, penyakit vertigo adalah salah satu jenis sakit kepala di mana penderita mengalami persepsi gerakan yang tidak semestinya (biasanya gerakan berputar atau melayang) yang disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular. Gejala-gejala yang muncul ketika seseorang mengalami vertigo adalah gejala mual dan muntah serta ketidakmampuan penderita menjaga keseimbangan badan, yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan berdiri atau berjalan. Jangka waktu serangan vertigo bisa bervariasi, mulai dari pusing yang ringan dan muncul secara berkala hingga yang parah dan berlangsung lama. Karena begitu parahnya, bertigo bisa terus berlangsung selama beberapa hari sehingga penderitanya tidak bisa beraktivitas dengan normal. Penyebab vertigo ada bermacam-macam, begitu pula jenis-jenisnya, namun vertigo biasanya muncul karena adanya gangguan pada saluran telinga bagian dalam atau gangguan pengelihatan. Karena gangguan pada telinga dapat menyebabkannya, lantas apakah alat bantu pendengaran juga memiliki pengaruh dalam hal ini? Di bawah ini, saya akan membahas penyebab vertigo dan juga apakah alat bantu dengar (hearing aid) dapat menjadi salah satu penyebab vertigo.




Penyebab Vertigo


1. Penyakit sistem saraf pusat

Penyakit-penyakit tertenti seperti multiple sclerosis, kerusakan leher, tumor, atau stroke yang tergolong penyakit sistem saraf pusat dapat menjadi penyebab vertigo.


2. Migrain

Migrain adalah salah satu tipe sakit kepala yang hanya menyerang salah satu area kepala, biasanya kanan atau kiri, tetapi juga mempengaruhi penglihatan. Vertigo yang disebabkan oleh migrain bisa berlangsung dalam beberapa menit hingga beberapa hari.


3. Peradangan atau infeksi

Pilek, flu, atau jenis-jenis peradangan atau infeksi pada tubuh lainnya dapat mempengaruhi kinerja telinga bagian dalam dan akhirnya dapat mengakibatkan vertigo.


4. Gangguan penglihatan

Selain untuk melihat, mata adalah organ tubuh yang dapat membantu fungsi keseimbangan tubuh. Sehingga jika terjadi masalah pada penglihatan Anda, dapat mengakibatkan gangguan keseimbangan yang bisa memicu penyakit vertigo.


5. Penyakit meniere

Penyakit meniere biasanya terjadi karena peningkatan volum endolimfe yang juga berkaitan dengan distensi seluruh sistem endolimfatik (hidrops endolymphatic). Penyakit meniere membuat telinga bagian dalam mempunyai banyak cairan yang pada akhirnya mempengaruhi keseimbangan tubuh, sehingga seseorang mengalami vertigo. Rasa pusing yang terjadi dapat berlangsung selama setengah jam atau bahkan lebih lama lagi.


6. Tumor sudut cerebellar-pontine

Karena tumor jenis ini bertumbuh dengan lambat, hal ini memungkinkan sistem vestibular untuk terus beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi. Sehingga pada akhirnya reaksi tubuh yang dihasilkan berupa sensasi samar ketidakseimbangan dan bukan vertigo akut.


7. Mabuk

Bagi orang yang tak terbiasa, berpergian jarak jauh yang menggunakan kendaraan darat, laut, maupun udara sering memunculkan masalah mabuk. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa pusing dan juga mual. Mabuk tersebut dapat menjadi penyebab vertigo.


8. Posisi tidur

Posisi bantal yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa mempengaruhi munculnya vertigo, terlebih jika baru bangun tidur langsung bangun dengan cepat. Gerakan secara tiba-tiba semacam ini dapat memicu vertigo pada beberapa orang.


9. Gangguan pada telinga bagian dalam

Penyebab utama munculnya penyakit vertigo adalah Vertigo Posisi Paroksismal Jinak (Benign Paroxysmal Positional Vertigo/BPPV)Biasanya hal ini terjadi karena adanya perubahan posisi dan juga gerakan kepala yang dilakukan secara mendadak seperti mendongak, bangkit berdiri dari posisi berbaring ataupun jongkok, juga memutar atau menundukkan kepala. Normalnya penderita BPPV adalah lansia berusia 50 tahun ke atas. Tapi, bukan berarti sama sekali tidak ada kemungkinan penyakit ini dialami oleh orang yang berusia di bawah 50 tahun.


Selain menyebabkan masalah mekanisme keseimbangan tubuh, BPPV juga dapat menyerang seseorang tanpa sebab jelas. Atau bisa juga terjadi setelah penderita mengalami infeksi telinga, operasi telinga, cedera kepala, serta lama terbaring. Gejala yang sering terjadi pada seseorang yang menderita penyakit ini adalah serangan vertigo yang singkat, intens, dan berulang (biasanya berlangsung selama beberapa detik atau beberapa menit). Selain itu, gejala-gejala yang menyertainya juga bisa berupa mual, muntah, pusing, limbung, serta nistagmus (gerakan bola mata yang tidak terkendali) yang berlangsung secara singkat sehingga Anda sulit untuk fokus pada sesuatu. 




Hal ini terjadi akibat gangguan pada telinga bagian dalam karena dalam telinga bagian dalam terdapat labirin. Labirin adalah saluran berliku-liku dan penuh cairan pada telinga bagian dalam yang berfungsi mengendalikan pendengaran dan keseimbangan. Peradangan akibat infeksi pada struktur sensitif tersebut dikenal dengan labirinitis. Selain perpindahan posisi kepala dengan cepat, peradangan labirin ini juga dapat menyebabkan vertigo.  Selain itu, para ahli menduga bahwa BPPV terjadi akibat serpihan debris (kristal kalsium karbonat) yang lepas dari dinding saluran telinga bagian dalam. Serpihan ini hanya menyebabkan gangguan ketika masuk ke saluran telinga bagian dalam yang penuh cairan. Dan akhirnya memicu gerakan cairan yang abnormal pada saat kita melakukan gerakan kepala tertentu. Gerakan itulah yang akan mengirim sinyal membingungkan ke otak dan menyebabkan vertigo. 


Lalu, apakah alat bantu pendengaran juga bisa menyebabkan vertigo?

Ini bukan jawaban ilmiah dan tidak dimaksudkan untuk menyelesaikan pertanyaan Anda - ini hanya dugaan berdasarkan apa yang saya tahu dan saya baca melalui berbagai media. Catat, ada beberapa jenis alat bantu pendengaran. Untuk alat bantu dengar yang menutup telinga, saya bisa melihat adanya masalah di sini. Masalah yang sama juga terjadi pada tipe gantung dan colok, atau apapun yang menutupi telinga dalam dan menyebabkan tekanan udara dalam telinga tidak sama dengan tekanan luar. Perbedaan tekanan ini yang memungkinkan untuk menyebabkan vertigo. Saya rasa alat bantu dengar tipe gantung juga bisa menyebabkan hal ini. Tapi tidak terjadi sepanjang waktu, dan mungkin saja bisa menyebabkan gangguan lain. Untuk alat bantu yang ditanam atau model dibelakang telinga. Alat bantu tersebut - instrumen yang mengatur proses suara dan mengencangkannya - tidak ada hubungannya dengan vertigo.




Penyebabnya adalah tutup, atau apapun yang menghalangi kanal telinga yang menciptakan segel erat supaya suara yang diproses bisa didengar. Saya belum pernah bertemu dengan orang yang menggunakan alat bantu yang ditanam, jadi saya tak tahu apa itu berpengaruh. Alat bantu seperti itu memerlukan tes rutin, saya memperkirakan itulah yang menyebabkan pusing dan vertigo, tapi ingat saya menulis ini tanpa pengalaman langsung. Tentunya jika Anda menderita vertigo parah ada baiknya Anda mendapatkan pengobatan untuk vertigo.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang