Apakah Vertigo Membuatmu Menderita?

Dilihat 2,73 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Vertigo adalah salah satu bentuk sakit kepala di mana penderita mengalami persepsi gerakan yang tidak semestinya (biasanya terasa seperti gerakan berputar atau melayang) yang disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular. Penderita vertigo biasanya mengalami halusianasi visual yang membingungkan atau seolah-olah sedang mabuk laut ditengah kapal yang sedang diterjang badai. Penyakit vertigo sering kali diawali dengan gejala mual dan muntah serta ketidakmampuan penderita menjaga keseimbangan badan. Kondisi ini menyebapkan penderita mengalami kesulitan berdiri atau berjalan.




Vertigo biasanya banyak terjadi pada orang dewasa dan lanjut usia. Pada awalnya penyakit ini hanya disertai dengan rasa pusing lalu menjadi lebih parah. Oleh karena itu bahaya penyakit vertigo perlu di ketahui agar dapat melakukan pencegahan sebelum terjadi sakit yang lebih lanjut. Penyakit vertigo dibagi menjadi tiga tipe berdasarkan gejala yang diterimanya. Tipe pertama dikenal dengan vertigo objektif di mana penderita merasa benda-benda di sekitarnya bergerak. Tipe ke dua dikenal dengan vertigo subjektif di mana penderita merasa mereka bergerak pada saat mereka sedang diam. Tipe ke tiga dikenal dengan pseudovertigo, di mana dalam kondisi ini pasien merasa sensasi gerakan berputar di dalam kepalanya.


Bagaimanakah Gejala Vertigo?


Gejala vertigo pada awalnya memang hanya rasa pusing yang biasa. Namun tanpa perawatan yang tepat maka rasa pusing biasa akan menjadi vertigo sehingga menyebabkan penderita tidak bisa melakukan berbagai aktifitas. Penyebab dari penyakit vertigo biasanya adalah salah satu infeksi yang terjadi pada bagian dalam telinga. 


a. Gangguan Telinga Dalam

Telinga bagian dalam berfungsi untuk menyampaikan sinyal khusus dari luar lingkungan ke bagian otak. Kemudian otak akan mendeskripsikan gambaran suara yang didengar oleh telinga. Sistem ini juga membantu tubuh untuk mendapatkan gravitasi sehingga tubuh berjalan seimbang. Namun pada penderita penyakit vertigo sistem ini tidak berjalan dengan baik sehingga penderita sering merasa pusing dan berputar-putar. Kondisi ini sangat sering terjadi pada orang tua yang sudah mengalami penurunan fungsi syaraf.


b. Infeksi Telinga Dalam

Infeksi pada bagian telinga dalam juga menjadi penyebab dari penyakit vertigo yang serius. Pada awalnya infeksi hanya terjadi pada bagian dalam telinga namun akan merambat ke organ dalam dalam kepala. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan pada bagian dalam telinga dan membuat kepala merasa pusing hingga berputar-putar.


c. Trauma Kepala

Orang yang pernah mengalami kecelakaan dan menyebabkan trauma pada kepala bisa menyebabkan vertigo. Cedera yang terjadi pada kepala dan leher yang tidak dirawat dengan tepat bisa menyebabkan vertigo pada saat tertentu.


d. Konsumsi Obat Jangka Panjang

Mengkonsumsi obat tertentu selama jangka waktu yang panjang juga bisa menyebabkan kerusakan pada bagian dalam telinga. Kerusakan ini akan menyebabkan vertigo dan gangguan keseimbangan lain. Kondisi ini biasanya akan terjadi tanpa disadari sehingga sulit untuk menemukan perawatan yang tepat.


e. Migrain

Orang yang menderita migren lebih rentan mengalami gangguan penyakit vertigo. Migrain adalah salah satu jenis penyakit kepala atau pusing yang terjadi selama beberapa saat namun pada salah satu sisi saja. Kondisi ini perlu mendapatkan perawatan serius sebelum menjadi vertigo.


f. Stroke

Gangguan stroke pada lanjut usia bisa menjadi pemicu vertigo. Penyakit ini akan menyebabkan gangguan syaraf yang berhubungan dengan keseimbangan pada tubuh atau fisik dan penyakit pada otak dan telinga. Gejala stroke ringan bisa saja terjadi jika vertigo muncul dalam jangka waktu yang sering.


Penyebab Umum dan Gejala Penyakit Vertigo



Beberapa penderita vertigo juga bisa mengalami gangguan vertigo tanpa disadari. Biasanya vertigo ini disebabkan oleh kondisi tertentu secara umum. Dibawah ini adalah beberapa macam penyebab umum sakit vertigo yang sering terjadi di masyarakat.


  • Konsumsi kafein yang berlebihan.
  • Konsumsi alkohol dan kebiasaan merokok yang cukup tinggi.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu panjang.
  • Gaya hidup yang buruk sehingga menyebabkan obesitas, tingkat kolesterol yang tinggi, tingkat gula darah tinggi dan kurang istirahat.
  • Kekurangan cairan dan aktifitas yang padat.
  • Berbagai penyakit pembuluh darah.

Beberapa orang selalu menyimpulkan bahwa vertigo selalu disertai dengan putaran dan gangguan pendengaran, namun pada dasarnya vertigo juga memiliki gejala awal. Mengenali gejala awal dari penyakit ini bisa menjadi cara yang penting untuk mencari perawatan yang paling tepat. Gejala ini bisa terjadi kapan saja dan bisa pergi tanpa perawatan. Berikut ini adalah beberapa gejala vertigo tahap awal.


  • Rasa sakit kepala yang sangat hebat seperti kepala sakit jika digerakkan ke salah satu arah.
  • Puratan yang hebat ketika kepala bergerak, goyang maupun bangun dari tidur.
  • Rasa ingin muntah disertai dengan mual yang hebat.
  • Reaksi mata yang kurang peka karena jika ada gerakan mendadak maka kepala menjadi lebih pusing.
  • Berkeringat dingin.
  • Gangguan pendengaran saat sakit kepala.
  • Pandangan menjadi kabur dan semua objek terlihat ganda.
  • Tubuh akan terasa lebih lemah dan sulit untuk melakukan aktifitas.
  • Nafsu makan menurun dan sulit untuk menelan makanan.

Berikut ini adalah cerita dari seorang pasien yang sudah lama menderita penyakit vertigo kronis, semoga dengan cerita ini kita lebih waspada terhadap penyakit yang menyerang syaraf kepala tersebut.




Saya menderita vertigo kronis dan sudah bertahan dengan vertigo ini sekitar 15 tahun lamanya. Vertigo ini sangat melumpuhkan saya. Nyatanya, saat saya menulis jawaban ini saya merasakan pusing selama beberapa jam. Hal ini terjadi pertama kalinya dalam sebulan sejak episode signifikan terakhir saya. Semua orang bisa mengalami vertigo, Itu hanyalah bagian normal dari fungsi sistemik tubuh. Pusing itu merupakan keadaan dimana otak anda (dan mungkin bagian tubuh lainnya) perlu mereset dirinya sendiri. Kita semua mengalami deviasi sesaat dan cepat kembali lagi seperti normal. Seperti yang anda lihat pada respon lain untuk pertanyaan anda, beberapa orang hanya mengalami vertigo ketika mereka berada pada elevasi yang lebih tinggi dari normalnya.


Ketika saya masih kecil, biasanya saya suka pergi ke atas gedung perkantoran yang tinggi dimana ibu saya bekerja. Sering kali saya melihat ke tepi atap dimana ibu saya bekerja di lantai 14 di gedung itu. Saya rasa gedung itu punya 20 lantai, saya tidak merasa pusing dan hanya berasa sedikit takut saat melihat kebawah dari atap itu. Namun vertigo kronis saya mulai meningkat setelah saya menderita serangan alergi selama 12 jam. Saya harus menunggu sangat lama untuk memotong halaman dan rumput dan rumput-rumput ilalang yang tingginya sekitar 6 inci. Saya tidak memakai masker untuk melindungi mulut dan hidung saya, seperti yang dilakukan orang-orang sekarang ini (saya tidak menyarankan hal ini untuk semua orang , terutama anak-anak). Walaupun saya memang selalu punya alergi terhadap rumput ilalang, apa yang saya lewati hari itu benar-benar intens. Rasa pusing itu berlangsung selama seminggu . Semua dokter hanya bisa memberikan resep obat antihistamin untuk saya.


Sekarang mereka hanya mengatakan kalau saya hanya perlu mengambil Claritin satu atau dua kali sehari sampai pusingnya hilang. Saya mengambil resep tersebut seperti hampir menjadi kebiasaan permanen. Ketika pusingnya datang pertama kali saya punya malasah dalam berjalan, Kepala saya terasa berat dan saya juga punya masalah untuk berkonsentrasi pada apapun yang saya ingin coba lakukan. Dalam pusing yang paling parah saya tidak akan dapat menulis teks seperti yang saya tulis di jawaban ini samapai titik ini. Bahkan saya mungkin akan terganggu dan berkeliling di tengah-tengah kalimat untuk melakukan hal lain.


Saya sudah di periksa oleh dua spesialis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan. Kepala saya juga sudah di scan dengan banyak alat. Namun dokter tidak tahu apa yang menyebabkan vertigo ini , ada kemungkinan saya menderita luka di kepala ketika masih muda. Saya banyak ambil kesempatan dan melakukan banyak hal sewaktu masih kcil. Orang-orang selalu bilang kalau saya itu tidak punya rasa takut. Walaupun itu tidak benar, saya tidak suka menyerah ke rasa takut saya itu. Tapi ada waktu dimana saya berada di gedung tinggi dan melihat keluar jendela , saya tahu kalau saya perlu mundur dan melihat ke dinding. Saya harus terhuyung-huyung berjalan melewati lorong yang panjang ini , memegang dinding. Saya harus berhenti menari di tengah-tengah ruangan yang penuh, saya terjatuh, saya tersandung , saya "terbangun" di tempat yang aneh, seperti asap tebal yang telah diangkat dari otak saya, tidak pasti bagaimana saya bisa di situ. Vertigo itu mempengaruhi keahlian anda untuk mengingat sesuatu .


Seluruh waktu di hidup saya pada minggu-minggu dan bulan-bulan sudah hilang selamanya. Saya hanya punya ingatan tipis tentang apa yang terjadi waktu itu. Pada salah satu periode, sewaktu saya masih single, saya berkendara ke tempat kerja selama 30 menit setiap hari saat menderita serangan vertigo panjang terparah dalam hidup saya. Saya tidak punya pilihan lain, saya bisa kehilangan pekerjaan yang belum saya selesaikan dan saya mungkin tidak dapat mendapatkan pekerjaan lain lagi .


Demikian informasi mengenai penyakit vertigo beserta penyebab, gejala dan juga bahayanya. Melalui artikel ini semoga dapat menambah wawasan kita mengenai bahaya penyakit vertigo. Sudah sepatutnya kita lebih berhati-hati menjalani hidup agar masa depan yang penuh cita-cita baik ini bisa kita lalui dengan bahagia.


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang