Apakah anemia yang disebabkan kekurangan zat besi bisa menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan di siang hari?

Dilihat 474 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Gejala anemia boleh saja terlihat sepele, namun penyakit ini bisa saja menjadi sesuatu yang membahayakan kesehatan. Anemia adalah istilah untuk menyebut kondisi di mana jumlah sel darah merah di dalam tubuh tergolong rendah dan di Indonesia sering disebut sebagai kurang darah.Penderita anemia memiliki sebutan khusus yakni anemic. Tubuh manusia terdiri atas berbagai macam sel yang mana salah satunya adalah sel darah merah yang memiliki fungsi utama untuk menyebarkan oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. Hal ini disebabkan karena di dalam sel darah merah terkandung hemoglobin yang mampu mengikat oksigen. Sel darah merah dihasilkan dengan proses yang khusus dan rumit di dalam sumsum tulang. Agar sel darah merah dapat diproduksi dengan baik, ada beberapa komponen yang dibutuhkan di dalam tubuh di antaranya adalah zat besi, asam folat, vitamin B12 dan enzim erythropoietin yang dihasilkan oleh ginjal.


Kali ini saya akan membahas fakta-fakta mengenai penyebab dan gejala anemia.



Fakta Anemia, Penyebab dan Gejala


Anemia adalah sebuah kondisi tubuh yang mengalami kekurangan Hemoglobin yang terbangun dari dua unsur yakni haem dan globin. Unsur haem dalam hemoglobin mengandung zat besi, asam folat, dan juga vitamin B12, sementara unsur globin merupakan bagian yang dominan yang mengandung protein. Jika Anda kekurangan asupan gizi atau memiliki gangguan pencernaan yang menyebabkan penyerapan gizi tidak maksimal, hal ini dapat menyebabkan defisiensi zat besi pada tubuh. Selain itu bagi penderita penyakit-penyakit tertentu seperti kanker usus besar, kanker uterus, polyp pada usus, wasir, dan lain-lain, bisa jadi tubuh bukannya menyerap zat besi, tapi malah melepaskannya keluar.




Karena zat besi merupakan salah satu bahan utama dalam pembentukan sel darah merah, kekurangan zat besi tentunya dapat menyebabkan anemia. Jika Anda tidak begitu memperhatikan konsumsi makanan Anda sehari-hari, Anda bisa saja lalai dan akibatnya tubuh Anda mengalami kekurangan asam folat, vitamin B12, protein, dan juga karbohidrat. Protein merupakan sumber uatama asam amino yang merupakan unsur pembentuk globin pada hemoglobin, sedangkan karbohidrat adalah sumber energi yang akan digunakan dalam proses pembuatan hemoglobin. Oleh karena itu, ketika jumlah energi yang diperlukan dalam proses pembentukan hemoglobin tidak mencukupi, produksi yang tidak maksimal dapat menyebabkan defisiensi.


Gizi buruk juga dapat menjadikan asupan bahan-bahan pembentuk darah tersebut tidak mencukupi. Hal ini banyak ditemukan pada orang-orang yang kesulitan mendapat makanan dan mengalami kelaparan berkepanjangan. Karena asupan nutrisi yang tidak memadai, biasanya asupan zat besi, asam folat, dan vitamin B12 pun tidak mencukupi. Ada juga sebuah kondisi khusus yang disebut sebagai pernicious anemia di mana tubuh mengalami masalah dalam proses penyerapan vitamin B12 karena adanya masalah pada pencernaan, khususnya lambung. Sebuah kondisi yang unik lainnya adalah sickle cell anemia di mana anemia terjadi karena adanya kesalahan dalam pembentukan darah, sehingga sel darah merah menjadi berbentuk seperti huru C atau seperti bulan sabit. Penyakit ini adalah sebuah penyakit yang menurun secara genetik, terutama ditemukan pada orang Afrika, Timur Tengah, dan Mediterania. Karena cirinya yang khas, penyakit ini dapat didiagnosis sejak usia anak-anak.




Selain kekurangan bahan-bahan untuk pembentukan darah, masih ada hal-hal lain yang merupakan penyebab anemia seperti pendarahan. Seperti yang diketahui, anemia sering dikenal sebagai penyakit kurang darah dan tentunya pendarahan menyebabkan jumlah darah di adlam tubuh berkurang. Jika Anda mengalami luka terbuka dan berdarah dengan banyak atau memiliki ulkus di lambung atau usus, lebih parahnya memiliki sel kanker, hal ini dapat menyebabkan anemia. Dan pada wanita yang tengah datang bulan, ketika darah yang keluar saat menstruasi sangat banyak, hal ini juga dapat mempengaruhi jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Selain menstruasi, wanita juga riskan terserang anemia ketika dalam masa kehamilan. Hal ini terjadi karena ketika hamil, volume cairan dalam tubuh perempuan akan meningkat, sehingga konsentrasi darah menjadi rendah dan menyebabkan anemia. Konsumsi obat-obatan tertentu atau alkohol juga dapat memicu anemia. Proses pengobatan seperti kemoterapi terbukti dapat menyebabkan infeksi virus yang menyebabkan anemia aplastic, sementara alkohol yang bersifat racun dan menyerang sumsum tulang, ini yang menyebabkan proses produksi darah terganggu,


Penyakit kronis pun bisa menyerang bersama anemia. Infeksi kronis seperti TBC, juga kanker, merupakan penyakit yang terjadi dalam waktu lama dan penyakit semacam ini dapat merusak metabolisme dan juga membuat kinerja sumsum tulang menurun yang mana menyebabkan penurunan pada produksi sel darah merah. Salah satu penyakit yang mempengaruhi produksi darah secari signifikan adalah penyakit ginjal. Ketika ginjal tidak mampu bekerja dengan baik, hal ini menyebabkan kegagalan sekresi erithropoietin yang merupakan hormon yang dapat membantu sumsum tulang dalam proses pembentukan sel darah merah. Pada orang yang menderita gagal ginjal terminal atau ESRD (End Stage Renal Disease), tubuh sama sekali tidak bisa memproduksi hormon tersebut. Adanya penyakit kelainan darah seperti thalassemia, leukemia, lymphoma, dan sebagainya juga menyebabkan produksi sel darah merah menjadi tidak memadai sehingga seseorang mengalami anemia. Penyakit turunan seperti spherocytosis dan elliptocytosis biasanya menyebabkan anemia hemolitik karena penyakit ini menyebabkan sel darah merah hancur sebelum waktunya dan oleh karena itu jumlah sel darah merah dalam tubuh menurun dengan drastis.




Gejala anemia bisa sangat bervariasi tergantung setiap individu dan penyakit ini dapat menjadi gejala atau indikasi untuk penyakit lainnya mengingat berbagai macam penyakit seperti yang saya paparkan di atas dapat menyebabkan anemia. Namun terkadang anemia bisa tidak memiliki gejala sama sekali. Kondisi ini terjadi karena dua hal. Satu, karena merupakan anemia ringan, gejala yang ada tidak parah sehingga penderita tidak menyadarinya. Atau, dua, anemia yang diderita sudah termasuk pada tingkat kronis sehingga tubuh sudah beradaptasi dengan gejala-gejalanya. Dan ini yang bisa menjadi berbahaya karena penderita hanya akan menyadarinya ketika gejala yang timbul sudah benar-benar sangat parah. Bisanya gejala yang timbul pada penderita anemua akut adalah lemah, letih, lesu, tidak bertenaga, nafas pendek, sakit kepala, jantung berdebar, pucat, dan tekanan darah turun. Sementara gejala untuk anemia yang kronis antara lain adalah ikterik (kuning), sakit dada, pembengkakan limpa, gangguan irama jantung, serangan jantung, pingsan, bahkan dapat menyebabkan kematian mendadak.


Pertanyaan yang terlihat sepele ini tidak mudah untuk dijawab terutama karena persepsi masyarakat tentang perubahan tidur itu tidak homogen dan seringkali tidak dipelajari di laboratorium studi (tidur). Insomnia dan tidur berlebihan telah dilaporkan sebagai gejala anemia, juga defisiensi zat besi (IDA), dan sewajarnya mereka akan mengatakan anemia itu menyebabkan kelelahan, ketimbang tidur berlebihan, tapi saya tak bisa menemukan penelitian yang khusus mempelajari masalah itu. Satu hal yang jarang diketahui, konsekuensi dari IDA adalah sindrom kaki gelisah (restless leg syndrome atau RLS) dan bagi para pembaca yang tak familier dengan istilah itu, itu adalah kondisi dimana seseorang yang menderitanya selalu ingin menggerakkan badannya, terutama kakinya untuk mengusir rasa tidak nyaman. Ini mengarah ke insomnia dan juga rasa kantuk yang berlebihan dan kebutuhan untuk membayar hutang tidur malam hari. Satu konsekuensi dari kondisi ini adalah pasangan dari pasien bisa juga menderita insomnia! Sebuah penelitian pada tahun 2013 melaporkan bahwa prevalensi RLS dalam IDA sembilan kali lebih tinggi daripada populasi umum. Seseorang akan menyimpulkan dari penelitian itu bahwa IDA bisa menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Semoga bermanfaat!

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang