Apakah asal usul pengantin wanita mengenakan gaun pengantin putih?

Dilihat 430 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Dokumentasi pertama mengenai seorang putri yang mengenakan gaun pengantin berwana putih untuk upacara pernikahan kerajaan adalah Philippa of England yang mengenakan tunik dengan jubah didalam sutera putih dengan bulu tupai abu-abu dan cerpelai pada tahun 1406, lalu Mary Sang Ratu Skotlandia juga mengenakan gaun pengantin putih pada tahun 1559 ketika ia menikahi suami pertamanya. Francis Dauphin dari Perancis juga memilih gaun pengantin berwarna putih karena putih adalah warna favoritnya meskipun ketika itu warna pui adalah warna berkabung untuk ratu-ratu Perancis. 

Namun bagaimana pun, ini bukanlah sebuah tren yang menyebar luas. Ketike jaman Victoria, seorang pengantin bsia menikah menggunakan warna apa saja, dan warna hitam menjadi populer di daerah Skandinavia. Putih menjadi pilihan yang populer di tahun 1840 setelah penikahan Ratu Victoria dengan Albert of Saxe-Cobug, dimana Victoria mengenakan gaun pengantin berwarna putih untuk memasukkan renda-renda yang ia dapatkan. Potret foto pernikahan resmi mulai dipublikasikan, dan banyak pengantin yang akhirnya memilih putih karena warna tersebut adalah warna pilihan sang ratu. Bahkan setelah itu, untuk periode yang lama, gaun-gaun pengantin mulai diadaptasi dengan gaya-gaya yang terbaru. Contohnya, sekitar tahun 1920, gaun pengantin biasanya bepoongan pendek di depan dengan kain yang panjang di belakang dan biasanya dikenakan dengan tambahan penutup wajah bergaya cloche. Kecenderungan untuk mengikuti trend terus berlanjut hingga tahun 1960an, ketika gaya potongan gaun pengantin menjadi panjang dan mengikuti gaya dari era Victoria. 

Di era sekarang, gaun pernikahan ala barat selalu berwarna putih meskipun "pernikahan putih" tersebut juga memasukkan unsur-unsur warna kulit telur, ecru, dan warna gading. Belakangan, banyak orang berasumsi bahwa warna putih berarti menyimbolkan suatu keperawanan atau kesucian. Padahal sebenarnya, warna birulah yang menyimbolkan kesucian, kesetiaan, kesalehan, dan Virgin Mary.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang