Apakah asam glutamat adalah bahan yang aman dikonsumsi untuk seseorang dengan penyakit celiac?

Dilihat 540 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Asam glutamat adalah asam amino yang bertindak sebagai neurotransmiter. Karena saraf bekerja dengan adanya pertukaran ion-ion sodium dan potassium, tak ada "informasi" yang dikodekan dalam aktifitas elektrokimia yang masuk dalam sel saraf itu sendiri: proses transmisinya sama untuk segala jenis informasi. Alih-alih, isi informasinya disimpan dalam semacam neurotransmiter dan neuroinhibitor yang dibuat di sinapsis antara sel-sel saraf. Sistem saraf itu seperti jaringan area lokal dimana sinapsis berfungsi sebagai node serta router.

Asam glutamat adalah bagian dari proses yang sangat kompleks yang melibatkan transformasi glutamat menjadi bentuk kimia yang bervariasi, dan proses ini adalah mekanisme "penyerapan" bagi asam glutamat sebagai neurotransmiter. Selain ada pada hampir semua jenis makanan, asam glutamat juga diproduksi oleh tubuh kita. Normalnya, neurotransmiter umurnya sangat pendek, diciptakan dan hancur dalam milidetik. Fungsi penghancurannya dianggap sebagai "penyerapan". Sebagai contoh, orang yang tak bisa tidur memiliki kapasitas terlalu besar untuk fungsi penyerapannya sehingga menghancurkan serotonin. Setiap neurotransmiter harus memiliki mekanisme penyerapan, jika tidak maka sinapsis dimana itu terjadi akan seperti sebuah telepon yang tidak diangkat di ujung lainnya.

Asam glutamat adalah neurotransmiter yang bertanggungjawab menyalurkan informasi adanya bencana ke otak. Sebagai contoh, jika anda tak sengaja memukul ibu jari kaki anda dengan palu yang besar, maka ibu jari itu akan membengkak hampir seketika, karena saraf-saraf antara ibu jari tersebut dengan otak mengkomunikasikan informasi bencana. Respon otak adalah, "Ok, kirimkan inflamasi yang banyak segera untuk membekukan dan melindungi jaringan yang terpengaruh!", inflamasi itulah yang kita anggap sebagai "pembengkakan". Bencana itu dikomunikasikan oleh penggunaan asam glutamat. Normalnya, saat bencana seketika itu sudah usai, sinapsis menghentikan produksi asam glutamat dan, sebagaimana mekanisme penyerapan sedang menghancurkan berbagai hal dengan mengubahnya ke bentuk yang lain dengan cepat sekali, otak mendapatkan sinyal bahwa inflamasi yang dikirim sudah cukup dan menghentikan pengiriman sinyal darurat.


Orang-orang dengan "celiac" atau "penyakit celiac" memiliki permasalahan dimana mekanisme penyerapan asam glutamat tidak bekerja dengan baik. Dalam populasi kita secara keseluruhan, ada kisaran yang luas untuk efektifitas yang tercipta, sebagaimana halnya di setiap proses penyerapan neurologis, ada kisaran yang luas juga untuk setiap karakteristik genetik. Orang yang bisa disebut penderita "celiac" (nama yang buruk karena tidak dibuat berdasarkan usus) adalah mereka yang memiliki otak yang seringkali memberitahu seluruh tubuhnya untuk mengirim inflamasi yang terlalu banyak. Alasannya adalah untuk menyeimbangkan suplai berlebihan dari asam glutamat hingga tingkat penyerapan yang efektif. Mungkin adasebagian orang yang tak bisa memproduksi inflamasi yang cukup untuk taraf normal, dan ada juga (penderita celiac) yang memproduksinya terlalu banyak. Jadi seseorang dengan celiac di otaknya akan berpikir ada bencana yang besar sekali di semua bagian tubuh seketika, sehingga otak mengirimkan begitu banyak perintah untuk meningkatkan respon inflamasi ke semuanya.

Alasan mengapa karakteristik celiac tidak terlalu berhubungan dengan gluten adalah karena gluten merupakan protein,namun orang-orang dibingungkan antara respon sistem imun terhadap protein itu (alergi gluten) dengan respon inflamatori terhadap kelebihan asam glutamat. Alasannya adalah karena gluten, secara kimia, sekitar 30 persennya adalah asam glutamat. Sehingga, orang-orang dengan celiac tidak boleh makan sesuatu yang mengandung gluten di dalamnya, bukan karena memiliki sensitifitas terhadap gluten, tapi kerena mereka memiliki sensitifitas terhadap satu komponen utamanya. Akan tetapi semua biji-bijian selain beras memiliki konsentrasi tinggi asam glutamat, termasuk biji-bijian "bebas-gluten" seperti quinoa, jagung dan oat.


Ada seorang ahli dermatologi bernama Dr. Nicholas Perricone, yang memberikan daftar makanan yang menyebabkan inflamasi berdasarkan studi empiris yang dilakukannya sendiri dalam buku, "The Perricone Prescription". Ia memiliki teori yang berbeda tentang mengapa makanan-makanan ini menyebabkan inflamasi, tapi ternyata isi daftarnya sama seperti yang saya buat berdasarkan konsentrasi asam glutamatnya. Bukunya berisi tentang memiliki kulit yang tampak lebih muda dan mengurangi lemak tubuh, tapi diet yang ia susun akan membantu seseorang dengan celiac dapat sembuh dari sakit kepala, masalah sinus, kejang otot, serangan jantung, asma, sakit persendian, dll, yang muncul akibat inflamasi berlebihan.

Ini adalah daftar makanan yang saya susun yang harus dihindari:

  • segala macam biji-bijian kecuali beras (termasuk gandum, gandum hitam, barley, jagung, quinoa, dan oat)
  • kedelai (termasuk kecap, tamari dan tofu)
  • kacang-kacangan hitam-hijau
  • sayuran berdaun yang belum dimasak (kubis, bayam, kol, sawi hijau, daun peterseli, dll - memasaknya tampaknya menghancurkan kandungan asam glutamatnya)
  • produk susu
  • putih telur
  • sayuran kubis, sawi hijau, dan persilangannya yang belum dimasak
  • daging merah dan semua daging yang dihasilkan dari ternak yang diberi makan biji-bijian (lain halnya dengan unggas yang diternakkan bebas serta daging sapi yang diberi makan rumput) - alasannya adalah ada konsentrasi tinggi dari sisa asam glutamat pada hewan yang memakannya dalam jumlah yang besar.
  • Hindari sebisa mungkin monosodium glutamat: bayangkan itu adalah racun instan. Anda tahu "sakit kepala msg" yang diderita orang-orang? Itulah respon otak terhadap informasi bencana dalam jumlah besar, ia mendapatkannya dari seluruh tubuh seketika secara bersamaan. Anda mengalami sakit kepala semacam itu sebagai metode bertahan hidup yang anda kembangkan dari lingkungan anda -- siapapun yang mengalaminya tentu ingin berdiam diri, supaya meningkatkan peluang bertahan hidup saat sesuatu yang buruk terjadi pada otak.

Saya sarankan membaca buku-buku tentang makanan apa yang harus dimakan, tapi memerlukan disiplin diri yang serius untuk menjaga diet yang benar. Coba pikir seperti ini: anda bisa makan semua jenis ikan, kentang, bawang, buah-buahan, seledri, tomat, dan lada sebanyak yang anda inginkan, dan beberapa daging babi dan ayam.

Ini aturannya tentang pengecualian: karena kita tidak berbicara tentang reaksi alergi, melainkan respon inflamatori, daftar makanan ini tidak memiliki kalimat "hindari sebisa mungkin, bisa mematikan" yang berarti bahwa, kacang berbahaya bagi seorang yang alergi terhadap protein di dalam kacang. Tidak masalah untuk makan makanan yang masih menjadi turunan dari makanan tersebut, yang mana mereka tidak tinggi asam glutamatnya, semacam tepung kanji atau lemak (semacam mentega atau kacang kedelai atau minyak kacang). Juga, kita berbicara tentang volume atau kuantitas, bukan ada atau tidaknya. Jadi minum segelas susu sesekali saja tak akan membunuh anda.


Pada akhirnya, ada senyawa yang membantu proses konversi yang merupakan inti mekanisme penyerapan asam glutamat: L-theanine. Itu tersedia sebagai nutrisi tambahan yang dijual di toko obat, namun senyawa itu ada dalam jumlah besar pada teh hijau. Minumlah banyak teh hijau dan anda akan merasa lebih baik.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang