Apakah autolyzed yeast extract akan mempengaruhi penyakit Celiac?

Dilihat 235 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Singkatnya adalah: kadang-kadang. Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat mengevaluasi suatu ragi autolyzed:

- Dimanakah ragi tersebut tumbuh? Jika nutrisi yang diberikan bukan merupakan biji-bijian bebas gluten seperti jelai, pastinya ragi tersebut tidak akan mengandung gluten.

-  Jika ragi dikembangkan dari jelai, bagaimana dengan tingkat fermentasinya? Sebab proses fermentasi mempengaruhi struktur kimia dari sebuah makanan, dimana fermentasi memecahkan zat beracun dari jelai menjadi komponen tidak beracun. Akan tetapi banyak faktor lain yang mempengaruhi fermentasi (waktu, suhu, dll), jadi tidak bisa disimpulkan bahwa ragi dari jelai akan mengandung sejumlah gluten.

- Berapa ragi yang akan dikonsumsi? Meskipun ragi yang dikonsumsi berasal dari biji-bijian yang mengandung gluten, kemungkinan besar produk ini akan aman untuk dikonsumsi bagi penderita Celiac. Proses fermentasi pada umumnya akan mengurangi kadar gluten di bawah ambang batas yang kritikal bagi penderita Celiac. 


Kendati begitu, hal ini TIDAK BERLAKU bagi makanan lain yang mengandung gluten (sedikit rempahan roti bahkan masih mengandung kadar gluten yang tinggi). Ragi autolyzed yang berasal dari ragi yang ditumbuhkan dari biji-bijian mengandung gluten sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi. Juga penting diperhatikan bahwa tingkat sensitivitas pada setiap individu berbeda. Beberapa penelitian membuktikan bahwa penderita Celiac mampu mentoleransi gluten dalam kadar yang sangat kecil tanpa dampak yang signifikan. Namun, masih banyak penderita lain yang tidak bisa mentolerir gluten sama sekali. Beberapa penderita Celiac atau gluten intolerant mungkin bereaksi terhadap ragi itu sendiri (meskipun ragi yang dikonsumsi adalah bebas gluten). Sama halnya dengan individu lain yang sering menghadapi masalah dengan MSG. Gejalanya amat susah atau bahkan tidak mungkin untuk dibedakan, terutama bagi mereka yang mengkonsumsi diet bebas gluten. Alangkah baiknya untuk menyediakan makanan yang bebas ragi pada waktu usus mengalami penyembuhan, dan memperkenalkannya lagi pada makanan sambil mengamati reaksi yang mungkin ditimbulkan. Berkonsultasi dengan dokter mengenai perubahan diet akan sangat disarankan. 

 

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang