Apakah batu permata benar-benar bekerja?

Dilihat 266 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1


Sebuah pertanyaan yang akan muncul di benak kebanyakan dari kita. Bahkan saat konsultasi astrologi banyak klien saya yang menanyakan hal yang sama. Baiklah, jawaban untuk ini adalah - Ya dan Tidak. Seperti halnya ilmu kedokteran, kesuksesan terapi batu permata juga tergantung pada seberapa benar dan tepat ia diimplementasikan. Jika anda adalah seorang pemula dalam dunia batu permata dan ingin mendapat keuntungan melalui ilmu astro-gemologi yang luar biasa, beberapa poin berikut ini bisa cukup membantu anda. Bukan sebuah daftar yang panjang tapi mengandung informasi yang cukup vital.


  1. Rekomendasi yang benar : Dalam Astrologi Weda, ada 9 planet dan masing-masing memiliki satu batu permata. Sedangkan untuk tiap horoskop anda, beberapa planet ada yang merupakan teman anda (bermanfaat) dan ada yang tidak (mencelakakan). Disarankan untuk memakai hanya batu permata planet-planet yang bermanfaat saja; jika tidak maka bisa lebih mencelakakan anda. Seseorang harus menghindari memakai batu permata untuk setiap Rashi (Tanda Bulan), Dasha (Periode Waktu) dan parameter-parameter umum lainnya. Selalu konsultasikan pada seorang ahli Astro-Gemologi atau Astrolog untuk tujuan ini. Berdasarkan posisi planet dalam diagram anda, ia akan mampu menyarankan urutan terbaik dalam memakai batu permata jika ada lebih dari satu batu yang cocok untuk anda.
  2. Ratti/Bobot: Tiap kali dalam sebuah konsultasi saya menyarankan klien saya untuk memakai sebuah batu permata, biasanya pertanyaan yang langsung dilontarkan adalah "Berapa banyak ratti yang tepat untuk saya?". Pertama-tama, ratti bukanlah unit standar; tapi karat iya. Jadi jika hingga saat ini anda telah membeli batu permata dalam ratti, lebih baik menggantinya dalam karat untuk terhindar dari penipuan (setidaknya bobot w.r.t). Kedua, bobot dari batu permata bukan satu-satunya faktor penentu kekuatannya. Ada parameter penting lainnya seperti warna, kejernihan dan potongannya. Mereka juga harus dipertimbangkan.
  3. Perawatan dan Batu Permata buatan manusia: Semua yang berkilau bukanlah emas. Dan semua batu yang berwarna bukanlah batu permata astrologi. Dua pernyataan itu sama benarnya. Batu permata sintetis, atau dengan kata lain yang dibuat di lab mungkin terlihat mirip dengan batu permata alami namun mereka tak memiliki signifikansi astrologi. Juga, akhir-akhir ini ada penyebaran malpraktik dalam melakukan "perawatan" batu permata alami untuk meningkatkan kejernihan dan penampilannya. Hal ini juga mengurangi atau menghilangkan kekuatan batu permatanya dan membuatnya tidak berguna bagi astrologi. Selalu cari batu permata yang natural dan belum terawat. Sertifikat dari lab yang terpercaya seperti GIA atau GII bisa membantu memastikan hal ini.
  4. Pendekatan Coba dan Pakai: Banyak astrolog menyarankan klien mereka untuk mencoba sebuah batu permata sebelum memakainya untuk memastikan apakah itu cocok bagi dirinya. Metodologinya perlu diikuti terutama dalam kasus Safir Biru (Neelam). Hal ini harus dihindari sebisa mungkin kecuali anda memang berencana untuk mengambil risiko. Batu permata asli memiliki kapasitas untuk memberikan kerusakan yang signifikan meskipun anda masih mencobanya jika memang itu tidak cocok dengan anda. Pendekatan itu disarankan oleh astrolog yang kurang memiliki pengetahuan astrologi atau yang tidak percaya diri dengan keahliannya. Horoskop memiliki semua informasi yang dibutuhkan untuk menentukan batu permata mana yang cocok dengan anda (tanpa coba-coba). Satu-satunya hal yang perlu anda lakukan adalah - konsultasi pada astrolog yang tepat.
  5. Penyucian: Terakhir - sangat penting untuk menyucikan batu permata anda (istilah Hindi - abhimantrit) dengan nama anda dan nakshatra kelahiran anda. Hal itu penting dalam meningkatkan berkah pada batu permata untuk anda.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang