Apakah berselingkuh dapat dimaafkan?

Dilihat 244 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Apakah berselingkuh dapt dimaafkan? Tentu saja mungkin untuk memaafkan demi kedamaian pikiranmu sendiri, jadi kamu dapt terus menjalani hidup tanpa orang tersebut dalam hidupmu. Tapi kelihatannya pertanyaanmu lebih mengenai memaafkan seseorang untuk melanjutkan hubungan dengannya, apakah ini mungkin. Menurut saya ini mungkin bagi beberapa orang.


Setiap orang memiliki perspektif dan pengalaman masing - masing dalam hidup yang membentuk cara pandang mereka terhadap berbagai situasi, dan apa yang bisa mereka atasi dan apa yang yang tidak. Ada orang - orang yang akan mengatakan, "Tidak, lupakan saja dia, bagaimanapun juga kamu tidak bisa mempercayai seseorang yang pernah berselingkuh", dan bagi mereka mungkin itulah hal yang seharusnya dilakukan. Tapi kelihatannya dia sangat berarti bagimu, dan bukan hal yang mudah untuk melupakannya meskipun kamu tahu bahwa kamu akan lebih baik tanpa dia. 


Kamu berusahaa untuk memahami dia, mencari tahu mengapa dia melakukannya yang menunjukkan dua hal: kamu kelihatannya orang yang baik dan ini merupakan tanda dari kecerdasan bahwa kamu ingin menemukan jawaban untuk permasalahan yang sulit, pertanyaan yang ada saat ini dimana jawabannya masih belum jelas. Dia beruntung memiliki seseorang yang sangat pengertian dan yang paling penting, menurut saya kamu seharusnya bersama dengan seseorang yang benar - benar melihat dan menghargai kualitas yang ada pada dirimu dan apa yang berusaha kamu lakukan untuk sebuah hubungan.

BIsa dikatakan.. Kamu masih berusaha untuk mempercayainy. Dan meskipun saya tidak tahu apakah dia pantasa menerimanya atau dia, cukup jelas bahwa dia memberi alasan untuk tetap ingin bersamanya, meskipun kamu tidak melihat bahwa dia merasa menyesal atau semacamnya. Dan sebenarnya ini merupakan hal yang bagus. Kalau kamu menjalani hubungan dengan seseorang yang memiliki tabiat butruk seperti dia, akan lebih baik kalau kamu bisa melihat siapa mereka yang sebenarnya, dan melihat apa yang bisa dan tidak bisa kamu kendalikan.

Seseorang yang berada pada situasimu dan mengatakan, "Dia mencintaiku, jadi dia tidak akan pernah selingkuh lagi kalau aku memaafkannya", menjebak diri mereka sendiri untuk patah hati, karena mereka menggunakan harapan mereka terhadap cinta ke pasangannya, yang jelas sekali tidak memiliki pemikiran yang sama. 

Kamu menyadari bahwa orang yang kamu pedulikan menganut nilai - nilan yang berbeda dari dirimu. Kamu berusaha untuk mencari tahu yang sebenarnya dan memutuskan apakah hal tersebut dapat berjalan dengan baik kalau kamu mengatakan yang sejujurnya. Tapi apakah pasanganmu juga akan mengatakan yang sejujurnya? 


Seperti yang saya katakan sebelumnya, mungkin saja pasanganmu mencintaimu meskipun dia selingkuh. Manusia itu rumit. Sebagian orang pada dasarnya tidak akan selingkuh dari seseorang yang mereka cintai. Ini bukan berarti mereka tidak peduli pada diri sendiri dan hanya memikirkan kebutuhan pasanganny, mungkin mereka luar biasa, mungkin mereka memiliki banyak masalah, walau bagaimanapun, mereka tidak akan pernah selingkuh. 


Tapi sebagian lainnya, untuk alasan apapaun, meskipun mereka benar - benar mencintai pasangannya, mereka masih dapat melakukan hal - hal yang dianggap sebagai selingkuh. Untuk lebih jelasnya, saya membicarakan orang - orang yang berselingkuh lebih dari satu kali. Secara sadar membuat pilihan. Saya tidak membicarakan kesalahan satu kali yang dilakukan ketika sedang mabuk yang membawa kekecewaan dan penyesalan, meskipun hal itu sudah berusaha untuk dihindari.


Saya pribadi merasa bahwa hal seperti itu dapat terjadi satu kali pada siapapun, dan menjadi kesalahan yang sangat sulit untuk diatasi. Tapi jika hal itu merupakan sebuah kesalahan, mereka akan menyesal dan berusaha untuk melakukan berbagai upaya agar hal itu tidak akan pernah terjadi lagi. Jika mereka selingkuh lagi, hal itu sebenarnya bisa dihindari, tapi mereka tidak menghindarinya.


Jadi, yang saya bicarakan adalah kebiasaan selingkuh yang terjadi berulang kali. Menurut saya orang yang melakukan hal ini memiliki dua persamaan. Mereka menginginkan perhatian dan stimulasi dari bersama dengan orang yang berbeda. Ini terjadi secara konsistem. Tapi bahkan di antara orang yang biasa selingkuh, ada beberapa jenis orang dan ini yang harus kamu waspadai.

Bagi sebagian orang, mereka selingkuh karena mereka bisa dan secara umum hampir tidak menghargai pasangan mereka. Di sudut lain, kamu akan melihat tingkah laku yang tidak bijaksana dan tidak pedulian, mereka tidak menunjukkan banyak pertimbangan bagi kebutuhan pasangan mereka. Dalam kasus ini, kalau mereka katahuan, atau mengatakan kepada pasangan mereka yang sebenarnya, mereka tidak terlalu mempedulikan perasaan pasangan mereka, mereka menjadi defensif dan kasar serta berusaha untuk memutarbalikkan kenyataan dan melukai pasangan mereka lebih dalam lagi atau membuat pasangannya cemburu dengan perselingkuhan yang dia lakukan. Mereka akan bermain - main dan bertingkah seperti orang bodoh.

Kamu tidak akan menjalani hubungan yang baik dengan seseorang yang manipulatif, tidak pedulian, tidak sensitif dan suka selingkuh.. sekalipun mereka benar - benar mencintaimu dengan caranya yang berantakan, tapi mereka tidak dapat memberikan rasa respek kepada orang lain. Orang - orang semacam ini tidak mempertimbangkan perasaan dari pasangan yang mereka selingkuhi ketika mereka selingkuh. Tapi tidak semua orang yang selingkuh seperti itu.


Ada orang - orang yang pada dasarnya baik, perhatian, yang menyukai pasangan mereka dan benar - benar mencintainya. Mereka penuh pertimbangan dan menunjukkan rasa sayang pada pasangan mereka dan meskipun mereka terlihat agak egois, mereka merasa bahagia dengan pasangan mereka. Tapi untuk suatu alasan, mereka berulang kali selingkuh sementara mereka tahu mereka tidak seharusnya melakukannya. Mereka orang yang impulsif dan menikmati sensasi dari pengalaman yang mereka rasakan. Bukan berarti mereka melupakan pasangan mereka, tapi mereka mungkin berpikir bahwa karena pasangannya tidak dapat melihat apa yang mereka lakukan, maka pasangannya tidak akan terluka. Lalu mereka mungkin akan merasa bersalah dan pada akhirnya mengatakan yang sebenarnya kepada pasangannya. Mungkin juga tidak. Tapi kalau kamu bersama dengan seseorang yang seperti itu, kecil kemungkinan bahwa mereka akan berubah kecuali mereka memang benar - benar berniat untuk berubah.


Jadi coba pikirkan semua itu, mungkin kamu bisa tahu apa yang sedang terjadi pada situasi yang kamu hadapi.
Waktu kamu bilang dia tidak menunjukkan penyesalan, apakah dia bersikap dingin dan kasar padamu? Atau dia sudah meminta maaf tapi tidak mau membicarakannya lebih lanjut lagi. Perhatikan sikapnya kepadamu. Apakah dia bersikap baik dan penuh kasih sayang? Apakah dia membuatmu bahagia? Kalau dia selingkuh lagi - dan kemungkinan dia akan melakukannya - apakah kamu bisa menerimanya? Jika tidak, hal itu akan lebih melelahkan. 


Kalau kelihatannya dia benar - benar mencintaimu, dan mengetahui bahwa dia mencintaimu, apakah mungkin bagimu untuk menghadapai aktifitas - aktifitas yang dia lakukan? Apakah kamu akan akan merasa lebih baik dalam situasi yang lebih terbuka dimana dia mengatakan padamu apa yang terjadi dan kamu akan mendengar ketika dia bertemu dengan seseorang yang baru? Atau apakah kamu lebih memilih untuk mengatakan, "Aku menerimamu kalau ini yang harus kamu lakukan, selama semuanya baik - baik saja, tapi lebih baik aku tidak mengetahuinya".

Orang - orang dapat membuat keputusan semacan itu pada hubungan yang mereka jalani, tapi hanya jika mereka benar - benar saling mencintai dan berusaha untuk menjaga semuanya berjalan dengan baik di kemudian hari. Kuncinya adalah komunikasi. Kalau kamu bisa berbincang - bincang mengenai hal tersebut dengannya, melihat dari sudut pandang yang realistis mengenai apa yang akan terjadi, dan dia bersedia terbuka padamu kalau kamu tidak menghakiminya karena kamu mencintainya, maka kemungkinan kamu akan bisa membicarakannya secara dewasa.


Bisa saja pada akhirnya dia tidak lagi merasa ingin selingkuh darimu, tapi demi kebaikanmu sendiri, akan lebih baik kalau kamu melihat dari apa yang kamu hadapi saat ini. Kalau kamu memutuskan untuk melanjutkan hubungan dengannya, nantinya kamu bisa melihat apa yang terjadi dan menilai ulang serta memutuskan apakah hubungan itu masih bisa dilanjutkan atau tidak. Fokus pada pondasi yang kamu bangun, hal - hal baik yang kali miliki bersama dan dari bagaimana dia merespon dan memperlakukanmu, sebagai indikasi apakah ini adalah sesuatu yang pantas diperjuangkan atau tidak. Semoga beruntung kawan! Jangan ragu untuk bertanya kalau kamu masih tidak yakin.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang