Apakah cerita seks atau cerita panas teranehmu?

Dilihat 491 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Aku memilki beberapa cerita panas yang aneh, namun yang satu ini merupakan favoritku karena cerita ini benar-benar aneh. Harap diingat bahwa kisah ini terjadi pada pertengahan tahun 80an. Tidak ada telepon genggam, tidak ada internet, tidak ada e-mail, tidak ada apapun. Dua rumah dari tempatku tinggal, ada seorang gadis. Ia 3 tingkat lebih muda dariku dan aku pergi kesekolah bersama kakak laki-lakinya. Pada tahun pertamaku di universitas, dan itu merupakan tahun jeduanya di SMA, entah bagaimana akhirnya kami bertemu dan tidur bersama. Itu sungguh hebat, kami berdua menyukainya dan ingin terus melakukannya. Yang membuat ini menyenangkan adalah kami selalu berkoordinasi, ia akan datang kerumahku dan mengetuk jendela kamarku pada tengah malam (sekitar pukul 1 atau 2 pagi), setelah itu kami akan pergi dan mencari tempat dimana kami bisa sendirian. Setelah terus-terusan melakukan ini selama beberapa bulan, pada suatu malam tiba-tiba ia memberi tahu bahwa orang tuanya sedang pergi dan ia ingin melakukan hubungan seks di ruang tamu, di depan perapian. Ia segera datang untuk menjemputku, kami kembali kerumahnya, menyalakan api, menanggalkan pakaian, minum alkohol, dan melakukannya. 

Tiba-tiba, sebersit cahaya muncul di jendela. Kami terpaku untuk beberapa saat, lalu mendengar suara orang tuanya tertawa-tawa dengan beberapa orang lainnya. Kami menjadi sangat panik. Ia segera meraih pakaianku dan berkata bahwa ia akan membawanya ke kamarnya yang terletak disisi lain rumah itu dan aku harus mencari suatu tempat untuk bersembunyi. Ia berkata bahwa orang tuanya pasti meninggalkan sesuatu dan akan segera pergi setelah mengambilnya. Aku memilih untuk bersembunyi di belakang tirai jendela di ruang tamu. Aku benar-benar tidak tahu apa yang kupikirkan, tapi itu tampak seperti tempat terbaik untuk bersembunyi. Aku mendengar pintu depan terbuka, lampu dinyalakan, dan ayahnya masuk bersama seorang pria lain. Mereka pergi ke bar, mengeluarkan minuman dari lemari dan duduk di meja... sekitar 5 kaki di depanku. Aku merasa benar-benar ketakutan. Aku bepikir bahwa orang tuanya pasti akan membunuhku apabila mereka menemukanku disana. Aku benar-benar ketakutan hingga aku merasa seperti ingin menangis. Aku ada disini, telanjang, bersembunyi, ayah dari sang gadis dan temannya berada 5 kaki dariku, api perapian menyala, ada bantal-bantal di ruang tamu. Sama sekali tidak perlu dipertanyakan mengenai apa yang baru saja kami lakukan. Rasanya sungguh lama sekali, namun aku tetap berdiri disini dan kedua orang itu masih minum sambil tertawa-tawa. Aku pikir mereka sudah mulai mabuk, dan ini membuatku semakin ketakutan karena mungkin saja mereka bisa langsung membunuhku.

Setelah 5 menit berlalu, aku mulai menyadari bahwa ini adalah sebuah penyiksaan perlahan. Aku akan mati, tapi aku dipaksa untuk berpikir bahwa kematianku akan terjadi dengan sangat buruk. Pikiranku benar-benar kacau dan aku berpikir bahwa mereka akan memanggil polisi, aku seorang perampok, dan aku telah memperkosa anak perempuan mereka. Aku tidak bisa menjelaskan betapa ketakutannya aku saat itu. Lalu, mereka pindah ke meja dekat sofa yang terletak sekitar 20 kaki dari tempatku berdiri. Tanpa kusadari, aku menjadi sedikit tenang karena rasanya mereka tak lagi berada diatas tubuhku.

Setelah 8-10 menit, aku merasa ini sungguh gila dan keterlaluan. Hal terbaik yang bisa kulakukan adalah keluar dari balik tirai, memberi tahu mereka bahwa aku telah minum terlalu banyak, dan meminta maaf. Entah bagaimana, hal ini masuk akal untukku. AKu keluar dari balik tirai dan berdiri sana untuk beberapa detik, seutuhnya telanjang. Tapi mereka tidak menyadari keberadaanku. Aku maju selangkah, mereka masih tetap tidak menyadarinya. Aku maju lagi 2-3 langkah, mereka masih tidak merasakan keberadaanku. Di sisi kiriku,aku melihat pintu masuk ke dapur. Aku maju, dan terus maju. Tetap, mereka tidak menyadarinya. Sekarang, aku berada hanya dua langkah dari dapur dan delapan langkah dari mereka. Aku berpikir, lupakan saja mereka, aku akan pergi ke dapur. Akhirnya, aku mengambil dua langkah tercepat dalam hidupku dan menyelinap masuk ke dalam dapur. Setelah masuk ke dapur, aku berhenti untuk beberapa saat. Benarkah semuanya bisa semudah ini? Apakah bisa? Tapi aku masih bisa mendengar mereka bercakap-cakap di ruang tamu. Lalu perasaan takut kembali menyerangku. Dimanakah para wanita? Perlahan-lahan aku nmenoleh ke sisi lain dari dapur, sebuah ruang keluarga. Mereka ada disana, sedang berdiri membelakangiku dan menatap sesuatu dimeja. Mereka tidak menyaari ketika aku masuk ke dapur. Aku merasa lebih dari sekedar panik saat itu. 

Pada titik ini, aku tidak peduli lagi apabila ada orang yang melihatku. Akhinya, aku berlari tanpa suara secepat yang aku bisa menuju pintu keluar yang terletak tidak jauh dari dapur, membuka pintunya, berlari keluar dan menyusuri jalanan menuju rumahku. Aku tetap berlari ketika telah mencapai rumah dan masuk kekamarku. Aku mengunci pintu, mematikan lampu kamar, dan bersembunyi dibawah selimut. Sungguh lucu untuk melihat seorang pemuda berusia 19 tahun berusaha untuk bersembunyi di bawah selimut seperti anak berusia 4 tahun. Setelah beberapa menit, aku mulai tertawa dengan keras karena selama ini aku telanjang dan ini sungguh luar biasa.

Aku berbaring selama hampir 15 menit, dan menunggu seseorang untuk mengetuk pintu kamarku. Aku berusaha untuk menyusun ceritaku, karena ini semua belum selesai. Faktanya, aku mulai memikirkan apa yang akan dilakukan oleh orang tuaku ketika orang tua gadis itu datang kerumahku, menceritakan bahwa aku yang berusia 19 tahun meniduri anakanya yang masih berusia 16 tahun, dan mereka ingin membawa kasus ini ke pengadilan, dan entah apalagi yang akan mereka ceritakan. Sudahkah kusebutkan bahwa ayahku adalah seorang pengacara kasus kiriminal?  Aku lebih takut kepada apa yang bisa dilakukannya kepadaku dibandingkan dengan yang lainnya. Aku terus bergelung di bawah selimut, menutup mataku dan berbicara kepada Tuhan, aku berjanji bahwa aku tak akan pernah melakukan hal seperti ini lagi. 

Coba tebak, ketukan itu tidak pernah datang. Tidak ada yang melihatku. Aku berhasil, tak ada yang melihatku! Tapi, sekitar 45 menit kemudian, ada ketukan di jendelaku. Gadis itu, ia datang dang memintaku untuk menyelesaikan permainan kami yang tadi belum selesai. Sebenarnya aku sempat memikikan hal itu, karena adrenalin yang dihasilkan benar-benar membuat sensasi yang luar biasa. Tapi tidak! Apa dia gila?! Tidak mungkin! Tinggalkan aku sendirian dan jangan pernah datang lagi! Aku selalu menoleh kebelakang selama beberapa minggu selanjutnya, memikirkan bahwa orang tuanya bisa muncul kapan saja. Meskipun dalam ketakutan seperti itu, kami tetap bersama hingga beberapa bulan selanjutnya. Namun karena kejadian malam itu dan beberapa kasus yang lainnya, akhirnya kami memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami. 

Bertahun-tahun kemudian, kami bertemu lagi dan kami mengenang kembali kejadian-kejadian itu. Kami tertawa, dan ia mengatakan bahwa sepanjang pengetahuannya, ayahnya sama sekali tidak tahu-menahu mengenai apa yang terjadi di hari itu. Tapi ia berkata bahwa ia memberi tahu segalanya kepada ibunya. Ibunya bingung kenapa ia melakukan hal seperti itu, namun ia menjawab, aku adalah pria pertama yang bisa membuatnya mencapai orgasme ketika berhubungan seks. Dan ibunya setuju untuk menyimpannya sebagai rahasia kecil mereka. Aku merasa malu, dan aku sungguh tak menyangka bahwa aku begitu berarti untuknya.

Ini adalah cerita yang sunguh lucu, dan sangat menyenangkan untuk dibagikan. Cerita ini akan menimbulkan reaksi "Tidak mungkin!" bagi siapapun yang mendengarnya :)

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang