Apakah cinta sejati benar-benar tenang membiarkan pergi?

Dilihat 634 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Aku ingin sekali mulai menjawab ini dengan pernyataan yang singkat, garing yang dimulai dengan "Cinta sejati itu tentang...", digarisi ditebali, terdengar seperti sebuah aksioma. 

Aku tidak bisa.

Sebenarnya, tidak ada cara apapun untuk menyelesaikan kalimat itu. Tidak ada cara untuk menyempurnakan pernyataan tersebut. Cinta itu rumit, dan bahkan lebih karena kita harus berpakaian erat dengan institusi, peraturan, label, kustom dan tradisi. Gabungan struktur, bersamaan dengan gagasan romatis yang populer, berdiktekan kalau cinta yang sukses adalah jurusan dua arah, cinta 'sejati' yang sukses adalah saling mencintai dan tinggal bersama dengan bahagia, dan cinta 'sejati' yang tidak sukses adalah pengorbanan, dan 'berada disitu' untuk orang yang kamu cintai bahkan kalau kamu sudah di tolak. Sayangnya, hal-hal ini tidak hitam dan putih. Tidak ada dua orang, sebagaimanapun mereka menyatakan saling mencintai, 'selalu mencintai' atau 'hidup bersama selamanya dengan bahagia'.

Cinta surut dan mengalir dari waktu ke waktu, jarak, dan situasi, dan terkadang bisa sepenuhnya mati juga. Cinta itu juga tidak menahan ke masa lalu yang tidak sukses; agasan romantis orang-orang menghancurkan mereka sendiri dalam meenghadapi penolakan seperti itu saja - romantis. Ini semua memungkinkan untuk cinta 'sejati', ditolak, memilukan, maju sepenuhnya, dan jatuh cinta lagi. Memabatasi cinta pada romntik, keluarga, atau bahkan pertemanan menghambat pemahaman kita terhadap emosi tesebut. Kita terbiasa dengan strukturan dan institusionalisis, hingga kita tidak berpikir kalau cinta sebagai emosi dengan tanpa hubungan berlabel kan di akhirnya.

Jadi, ketika emosi mu di tolak dan hasil akhirnya tidak adalagi, itu dikatakan sebagai kegagalan. Kenapa? Dengan banyak pertanyaan yang belum terjawab dan luas ini, jsangat sulit untuk mejawab pertanyaanmu karena ini hanya berlaku untuk gerakan tertentu, yang bahkan kamu tidak yakin kalau pandangan orang lain itu sama denganmu. Ya, biarkan dia pergi. Satu-satunya cara kamu bisa istirahatkan adalah dengan menghargai dan menerima kondisinya.

Apakah itu akan menjadi inta sejati? Mungkin ya, mungkin tidak. Lebih ke bagian dari itu. Tapi hal itu akan pastinya lebih bijaksana, praktikal, dan berguna untukmu.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang