Apakah dengan terpapar dingin atau lembab menyebabkan pneumonia atau penyakit lainnya?

Dilihat 4,54 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Penyakit pneumonia atau yang juga disebut dengan radang paru-paru adalah suatu kondisi yang terjadi pada paru-paru, di mana kondisi ini memengaruhi kantung-kantung udara mikroskopik (alveolus) yang ada dalam paru-paru. 


Pada kondisi ini, kantung udara (alveolus) tersebut berisi cairan atau nanah, sehingga akan menyebabkan si penderita mengalami sesak nafas, batuk berdahak, demam, menggigil, dan kesulitan saat bernafas. Kondisi ini lazim disebabkan oleh infeksi dari berbagai mikroorganisme seperti jamur, bakteri atau virus. 


Selain itu juga dapat disebabkan karena kondisi lain misalnya seperti penyakit autoimun atau karena penggunaan obat-obatan tertentu. Namun bukan karena penderita terpapar pada udara dingin atau lembab. 


Jadi, secara umum dapat dikatakan bahwa penyebab pneumonia bukanlah karena terpapar hawa dingin atau lembab, melainkan karena infeksi atau kondisi lainnya.


pneumonia 1


Mengapa Pneumonia Sangat Berbahaya



Pneumonia adalah salah satu penyakit yang berbahaya, karena setiap tahunnya dapat menjangkiti sekitar 450 juta jiwa. 


Jumlah ini merupakan 7% dari jumlah total penduduk dunia. Selain itu, penyakit ini dapat menyebabkan kematian pada sekitar 4 juta jiwa penderitanya di setiap tahun. Dan penyakit ini dapat menyerang pada segala lapisan umur, mulai dari bayi hingga manula. 


Bahkan, di sejumlah negara berkembang, penyakit paru-paru basah ini merupakan salah satu penyebab kematian utama dikarenakan banyaknya penderita kronis yang kurang mendapat perawatan yang memadai.


Meskipun penyebab pneumonia serta terapi pengobatannya telah ditemukan, namun masih banyak ditemukan kasus penderita sakit kronis yang tidak jarang berakhir dengan kematian. Kondisi paling serius dari penyakit paru-paru basah ini biasanya dialami oleh penderita bayi dan anak-anak, serta para lansia yang berusia di atas 65 tahun. 


Juga pada penderita yang memiliki masalah kesehatan yang melatarbelakangi terjadinya infeksi, atau mereka yang mengalami gangguan pada sistem kekebalan tubuh atau mereka yang memiliki tubuh yang lemah.


Bahkan, menurut data WHO, kematian terbesar pada anak-anak diakibatkan oleh pneumonia. WHO memperkirakan terdapat 1,1 juta anak di seluruh dunia yang meninggal setiap tahun karena menderita penyakit paru-paru basah ini. 


Dan Indonesia sendiri berada pada urutan ke-8 dalam tingkat kematian anak karena penyakit ini. Itulah mengapa pneumonia dianggap sangat membahayakan.


pneumonia 2


Cara Mendiagnosa Penyakit Pneumonia


Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, para ilmuwan pun telah menemukan cara paling efektif dan efisien dalam mendiagnosa pneumonia


Meskipun penyakit pneumonia memiliki sejumlah gejala yang jelas, namun dibutuhkan diagnosa yang tepat untuk mengetahui penyebab pneumonia dan menentukan pengobatan yang tepat. Dalam mendiagnostik penyakit paru-paru basah ini biasanya dilakukan dengan cara foto rontgen dan pengambilan kultur dari sputum pasien. 


Setelah diagnosa dilakukan, baik melalui analisis gejala-gejala yang dialami serta pemeriksaan lab dan rontgen, maka pengobatan yang efektif pun dapat ditentukan. Untuk pneumonia bakterial, biasanya diobati menggunakan antibiotik yang telah banyak tersedia. 


Jika diagnosa menunjukkan penyakit yang diderita pasien cukup parah, maka penderita akan dirujuk untuk menjalani rawat ini di rumah sakit yang kompeten. Bahkan saat ini telah tersedia vaksin guna mencegah pneumonia jenis tertentu.


pneumonia 3


Penyebab Penyakit Pneumonia


Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa hawa dingin atau udara lembab bukanlah penyebab penyakit pneumonia. 

Ada beberapa faktor penyebab pneumonia dialami oleh seseorang, antara lain infeksi bakterial dan virus. 


Berikut ini beberapa penyebab dari penyakit paru-paru basah atau pneumonia, yaitu:


  1. Infeksi bakterial. Biasanya bakteri yang menginfeksi adalah jenis Streptococcus pneumoniae. Biasanya penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakterial ini disebut dengan pneumonia pneumokokus. Selain itu juga ada bakteri dari jenis Haemophylus influenzae, Staphylococcus aureus, dan pneumonia mikoplasma. Untuk jenis yang terakhir ini biasanya lazim menyerang anak-anak dan remaja. 
  2. Infeksi virus. Virus yang paling sering menginfeksi adalah virus sinsitial pernapasan (RSV) dan virus influenza tipe A atau B. Ini juga salah satu penyebab utama terjadinya pneumonia pada anak-anak. 
  3. Akibat menghirup benda asing. Penyakit ini juga disebut dengan pneumonia aspirasi. Biasanya diakibatkan oleh benda asing seperti kacang-kacangan, muntahan, serta beragam zat berbahaya seperti asap dan beragam bahan kimia berbahaya. 

pneumonia 4



Gejala Penyakit Pneumonia 


Gejala-gejala yang lazim terjadi pada pneumonia antara lain batuk, demam, nyeri dada, serta kesulitan saat bernafas. Memang seringkali ciri dan gejala penyakit ini mirip dengan flu, namun gejala yang dirasakan tidak kunjung sembuh. 


Selain itu, gejala pneumonia cukup variatif, mulai dari gejala yang ringan hingga gejala berat. Ini tergantung pada sejumlah faktor seperti kuman yang menginfeksi, usia pasien, serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. 


Oleh karena itu, jika Anda mengalami salah satu gejala di atas dan tidak kunjung sembuh ada baiknya Anda segera memeriksakan kondisi tubuh ke dokter atau rumah sakit.


Setidaknya ada sembilan gejala penyakit paru-paru basah alias pneumonia yang harus Anda waspadai, yaitu:


  1. Sakit kepala 
  2. Mual serta muntah 
  3. Demam 
  4. Batuk kering / batuk berdahak 
  5. Nyeri pada bagian persendian 
  6. Sesak nafas 
  7. Dada terasa sakit saat menarik nafas dalam-dalam atau saat batuk 
  8. Jantung berdetak lebih cepat 
  9. Suhu tubuh menurun


Cara Mencegah Pneumonia dan Pengobatannya


Setelah terdiagnosa jenis penyakit serta tingkat keparahannya, maka tindakan pengobatan yang tepat pun akan dilakukan oleh dokter. Jika pneumonia yang diderita pasien tidak terlalu parah, biasanya dokter akan memberikan resep pengobatan untuk rawat jalan. Namun apabila dokter menganggap pneumonia yang diderita pasien cukup parah dan butuh penanganan intensif, maka pasien akan diharuskan untuk menjalani rawat inat di rumah sakit atau klinik atas rujukan dokter tersebut.


Biasanya untuk pneumonia karena infeksi bakterial, dokter akan memberikan resep pengobatan antibiotik. Tetapi apabila diakibatkan oleh virus, maka obat antivirus yang akan diresepkan oleh dokter. Sebagian besar pasien rawat inap maupun rawat jalan biasanya akan mengalami pemulihan kondisi dalam waktu 1 s/d 3 pengobatan untuk yang mengalami infeksi bakterial. Sedangkan yang mengalami infeksi virus biasanya membutuhkan waktu 1 s/d 3 minggu.


Pencegahan pneumonia sangat penting bagi orang yang memiliki risiko tinggi, yaitu mereka yang menderita asma, diabetes serta masalah kesehatan lainnya yang cukup parah atau kronis. 


Pencegahan ini dapat dilakukan dengan cara vaksinasi, baik vaksinasi bakteri penyebab paru-paru basah maupun vaksin influenza. Cara pencegahan penyakit pneumonia ini dinilai cukup efektif untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penderita pneumonia.


pneumonia 6



Penyakit Akibat Hawa Dingin dan Lembab


Sebagaimana penjelasan di atas, penyakit pneumonia memang tidak disebabkan oleh hawa dingin atau udara lembab. 


Namun ada beberapa penyakit yang memang dapat diakibatkan oleh paparan terhadap hawa dingin dan udara lembab, antara lain alergi udara dingin, asma, dan flu. Penelitian terbaru telah membuktikan bahwa hawa dingin dapat meningkatkan kecepatan rhinovirus (virus penyebab flu) dalam berkembang biak dalam tubuh tikus lab. 


Para peneliti menemukan bahwa suhu dingin memicu sistem kekebalan untuk berubah sehingga membiarkan virus tersebut bereplikasi tanpa adanya pengawasan dari sistem imun tubuh.


Namun memang, gejala dari flu memiliki kesamaan dengan gejala pneumonia, sehingga kadangkala kita salah memahami apakah mengalami flu atau sedang terinfeksi penyebab pneumonia. 


Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut ada baiknya untuk segera memeriksakannya ke dokter atau rumah sakit. Karena lebih baik lebih awal mengobati daripada terlambat mengobati.


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang