Apakah depresi bisa menyebabkan kemalasan?

Dilihat 265 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1



Depresi adalah kondisi mood (suasana hati) yang menurun drastis dan keengganan untuk melakukan aktivitas yang dapat mempengaruhi pikiran, perilaku, perasaan, dan kenyamanan. Depresi merupakan suatu kondisi yang menggambarkan kesedihan seseorang hingga menyebabkan terganggunya aktivitas sosial dalam keseharian. Gangguan ini berbeda dengan penyakit fisik tertentu yang terlihat nyata. Depresi adalah penyakit menyedihkan yang bisa mempengaruhi kondisi kehidupan sehari-hari dan bahkan bisa menghancurkan keharmonisan keluarga.
Menurut para ahli kejiwaan, depresi adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh faktor bawaan  atau merupakan gejala berlanjut akibat stress. Penyebab lainnya adalah beberapa penyakit fisik tertentu, obat-obatan, alkohol, dan penyakit mental lainnya. Resiko depresi cenderung lebih banyak dihadapi oleh wanita daripada pria karena faktor naik turunnya kondisi hormon tubuh, perubahan siklus menstruasi, kehamilan, keguguran, pre-menoupause (masa sebelum menopause), dan pasca-menopause (masa setelah menopause).
Masalah dalam hidup, tekanan beban psikis, perasaan kehilangan  dapat menimbulkan stress berat pada diri seseorang. Akibat stress yang mendalam dapat menyebabkan depresi. Setiap orang tentu memiliki kesusahannya sendiri, namun bagaimana cara tiap orang menghadapinya adalah hal yang berbeda. Bersyukur, positive thinking, melakukan banyak kegiatan bermanfaat, dan tetap berpengharapan dalam kasih sayang Allah adalah sebagian dari cara yang bisa dilakukan untuk menangani depresi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai gejala depresi, hubungan depresi dengan rasa malas serta bagaimana cara mengatasinya, simak terus artikel berikut.


Apa Sajakah Gejala Depresi?


Ketika mengalami depresi, suasana hati yang sedih dapat berlangsung hingga berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan.Banyak orang yang menganggap depresi adalah sesuatu yang sepele dan bisa hilang dengan sendirinya, padahal sebenarnya, depresi adalah bentuk suatu penyakit yang lebih dari sekadar perubahan emosi sementara. Depresi bukanlah kondisi yang bisa diubah dengan cepat atau secara langsung. Akibat depresi, kegiatan sehari-hari  menjadi tidak menyenangkan. Bahkan, untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain maupun keluarga sendiri terasa begitu berat. Depresi dapat membuat anda merasa hidup ini tidak ada gunanya, bahkan dapat memicu penderita untuk melakukan bunuh diri. Terdapat banyak tanda depresi. Tingkat keparahan depresi dapat berkembang seiring waktu dan penanganan yang buruk.  


Beberapa gejala depresi adalah sebagai berikut:

  • Rasa cemas, sedih, dan kosong yang tidak dapat dikendalikan
  • Rasa putus asa yang luar biasa disertai dengan perasaan pesimis
  • Rasa bersalah, tak berdaya, dan tak berharga yang luar biasa
  • Rasa tidak berdaya yang muncul bersamaan dengan semakin menurunnya kemampuan untuk fokus dan membuat keputusan
  • Kehilangan energi, yang memperlambat metabolisme dan tingkat aktivitas tubuh; rasa mudah lelah yang terus muncul
  • Tidak dapat tidur nyenyak dan berkembangnya insomnia secara ekstrim
  • Turunnya berat badan, atau sebaliknya, naiknya berat badan secara signifikan, tanpa diketahui penyebab pastinya; namun biasanya dipicu oleh hilangnya nafsu makan, atau sebaliknya, keinginan makan yang terus muncul
  • Cenderung suka merenung/menyendiri dan munculnya keinginan untuk bunuh diri
  • Mudah marah, marah yang meledak sesaat, dan kegelisahan berlebihan
  • Penderitaan fisik seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan beberapa penyakit kronis tertentu tanpa alasan yang bisa dijelaskan

Jika anda mengalami beberapa gabungan gejala di atas diikuti dengan perubahan perilaku yang jelas, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui dan mengobati beberapa gejala fisik dari depresi dan juga kondisi kesehatan yang terpengaruh oleh gejala depresi yang anda alami. Jika diperlukan, dokter akan memberikan rekomendasi untuk berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog. Depresi yang berat dapat berakibat pada hilangnya hasrat untuk hidup dan keinginan untuk bunuh diri. Merasa sedih dan depresi memang mirip, bahkan tanda atau gejalanya hampir sama. Kesedihan adalah reaksi alami dan normal dari manusia ketika kehilangan sesuatu atau sedang menghadapi masa-masa sulit. Reaksi perasaan sedih yang normal bisa membaik seiring waktu, tapi pada kasus depresi, penderita merasa sedih secara berkelanjutan atau bahkan memburuk.


Apakah Depresi Berkaitan dengan Rasa Malas?




Pada banyak kasus, kemalasan mengakibatkan penurunan tingkat kesehatan, penurunan rasa percaya diri, berkurangnya harapan dan menurunnya harga diri. Rasa malas ini juga akan menjauhkan seseorang terhadap keinginan untuk mendapatkan prestasi, rasa punya harga diri yang tinggi, dan pengembangan diri.

Dengan rasa malas tersebut, anda membiarkan kesempatan berlalu, dan melalaikan tanggung jawab anda  kepada Tuhan.
Para psikolog meyakini bahwa rasa malas memiliki banyak sebab. Sejumlah penyakit fisik seperti hipotiroid, anemia atau gangguan mental seperti depresi dan gangguan kepribadian, dapat menjadi penyebab munculnya sifat malas dalam diri manusia. Namun pada dasarnya, hubungan malas dengan depresi  adalah hubungan dua arah, di mana kondisi-kondisi itu saling memperkuat satu dengan lainnya.

Terkadang ada orang yang malas karena memilih untuk bersikap tidak peduli, atau menarik diri dari ketakutannya, rasa tidak aman, atau frustasi terhadap sesuatu hal. Contohnya orang yang takut untuk berbicara di depan orang banyak, akan memilih pendekatan pasif, yaitu malas datang, menghindari perkumpulan orang banyak dan tetap tinggal di rumah. Anda harus telusuri lebih dalam lagi jauh ke lubuk hati, pabila anda malas dalam segala hal, termasuk dalam hal-hal yang awalnya anda disenangi, seperti jalan jalan, nonton, atau hobi-hobi lain, maka mungkin anda mengalami depresi.  Bila anda mendapati diri dulunya begitu energik dan antusias, namun kini penuh dengan rasa enggan dan malas, seperti : malas makan, malas ke luar rumah, malas bergaul, malas bekerja, malas bersih-bersih rumah, hingga malas mandi, maka anda perlu waspada, sebab pakar psikologi menyatakan bahwa malas bisa menjadi salah satu tanda seseorang mengalami gejala depresi.

Ketika sedang bermalas-malasan, pasti ada rasa tak nyaman (terdapat rasa bersalah) yang mendera hati. Selain itu, dalam perasaan tak mampu mengendalikan diri sendiri, biasanya keinginan untuk bangkit seringkali dikalahkan oleh perasaan enggan yang kian menjadi. Bergerak enggan, diam pun merasa bersalah.  Sifat malas akan menghalangi harapan manusia dan menyebabkan pelanggaran terhadap hak-hak Tuhan dan hamba-hamba-Nya. Manusia yang malas tidak akan melaksanakan kewajiban-kewajiban agama, dan pada akhirnya ia akan terjerumus ke dalam lembah dosa dan maksiat serta kesengsaraan abadi. Dengan demikian, dampak malas bagi manusia telah sampai pada tahap yang tidak mudah untuk diperbaiki. Sebaliknya, orang yang memiliki pandangan benar terhadap dirinya dan dunia, serta memahami bahwa dunia merupakan kesempatan singkat dan menentukan nasib kehidupannya di akhirat, maka ia akan menghindarkan diri dari sifat malas.

Lalu, apa yang harus dilakukan? 


Sadar adalah langkah pertama. Jika seseorang sadar bahwa ia mengalami depresi yang menyebabkan ia malas, maka akan lebih mudah baginya untuk mendapatkan kesembuhan. Selain sadar, mendengarkan 'rasa bersalah' yang berteriak dalam hati juga perlu, demi memacu diri agar bangkit akibat stress yang berkepanjangan. Bergaul dengan makhluk hidup bisa membuat orang yang malas akibat depresi jadi bangkit kembali. Lingkungan yang dipenuhi dengan aura kehidupan orang lain mampu menarik penderita keengganan untuk menyadari bahwa dia tak sendirian, bahwa dunia di luar sana ada banyak hal yang menyenangkan untuk dijalani.  Yang penting di sini adalah tetap bergerak dan sibuk, agar pikiran tak tertawan dalam peliknya masalah yang ada. Dengan memaksa membuka diri pada dunia luar bisa membuat seorang yang malas jadi bergairah kembali.


Langkah pertama untuk memerangi malas adalah memiliki pandangan yang benar tentang manusia, dunia dan Tuhan. Yaitu, mengenai mengapa manusia diciptakan dan bagaimana ia dapat mencapai kebahagiaan? Tentang apa sebenarnya peran dan pengaruh perbuatan dan perilaku setiap manusia dalam kehidupan dunia dan akhiratnya? Pemahaman tentang masalah-masalah tersebut dan iman kepada Tuhan akan mendorong seseorang untuk selalu berusaha dan bersemangat mengerjakan tugas dan kewajibannya.


Kunci untuk menghadapi rasa malas adalah  taking action dan kunci nya adalah motivasi. Motivasi dapat dicari dari membaca berbagai buku, menonton TV, melihat profil orang-orang yang telah bekerja keras dan akhirnya sukses, atau dengan merenungi tujuan hidup  Memiliki tujuan hidup dan mempunyai pemikiran kepada tujuan-tujuan yang tinggi dan logis dapat memperkuat keinginan manusia. Ada banyak jalan untuk memperkuat keinginan. Salah satunya adalah bergaul dengan orang-orang yang memiliki keinginan dan semangat kuat serta rajin bekerja. Bergaul dengan mereka memiliki banyak pengaruh bagi manusia untuk menjauhkan diri dari kebiasaan buruk dan malas. Orang-orang yang memiliki keinginan kuat akan mampu menjauhkan rasa malas dari dalam dirinya dan mereka akan mampu melewati berbagai rintangan dan mengambil langkah konstruktif untuk mencapai kebahagiaan dalam kehidupan individu dan sosial.



Cobalah untuk mengatasi berbagai kendala kehidupan dengan reaksi tangan (menyelesaikan langsung) tanpa harus membebani pikiran dengan berbagai macam prasangka negatif. Cobalah juga untuk menghapus rasa tidak berdaya, tidak berharga, dan putus asa dari  pikiran anda. Ubah kondisi hidup dengan membuat beberapa target dan tujuan, bukan dengan merenungi nasib dan memikirkan hal-hal negatif yang sebenarnya tidak benar adanya. Keluarlah dan bersantai, bercanda dengan teman, berdiskusi bersama, bermain bersama, mendengarkan musik, berekreasi bersama keluarga, jangan bawa pekerjaan kantor di tempat tidur. Cinta adalah salah satu kunci kebahagiaan dan alat penyelesaian masalah,  bersikap positif merupakan kunci kecerahan hidup saat ini dan masa depan anda

Baca juga tautan berikut : Apakah depresi termasuk jenis yang akan terus dimiliki oleh seseorang seumur hidup?


Terjawab 8 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang