Apakah depresi itu berasal dari diri sendiri?

Dilihat 1,81 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Tidak, baik depresi sekitas maupun gangguan depresi utama itu bukan karena berasal dari diri sendiri. Ayo mulai dengan gangguan depresi utama, disini, "depresi". Pemicu utama depresi itu masih belum diketahui, dan secara umum dikenal beberapa faktor yang bisa menentukan seberapa beresikonya seseorang dalam membentuk depresi dan seberapa parah depresi yang akan mereka alami. Intinya, kebanyakan orang beresiko akan mengalami seperti trauma perubahan-kehidupan (misalnya pertempuran, kekerasan seksual, cedera yang melemahkan) dan/atau memiliki sejarah depresi dalam keluarga.

Kuingatkan, ini hanyalah faktor yang mengarah ke resiko. Dengan kurangnya pemahaman tentang penyebab depresi, siapa saja memiliki resikonya. Orang-orang yang mengalami depresi sekilas yang serius cenderung mengalami kurangnya pengontrolan pada pikiran dan mood mereka dan tidak menemukan kepuasan dalam aktivitas yang biasanya membuat mereka senang. Hal ini cenderung membuat mereka mundur dari orang-orang dan situasi sosial, yang memperparah mood depresi mereka.

"Memaksa" seseorang yang depresi kedalam situasi sosial biasanya hanya akan mendorong rasa cemas, memperburuk depresinya. Lebih lanjutnya lagi, orang-orang yang mengalami depresi menemukan kesulitan untuk menghancurkan pola pikiran mereka yang bisa meningkatkan mood mereka. Hal ini tidak sesimpel seperti, "Aku ingin berhenti memikirkan pikiran ini sekarang", saat depresi cenderung menyakinkan si penderita kalau, dalam suatu cara, mereka berhak memiliki kondisi tersebut. 

Inilah kenapa kombinasi dari obat medis dan terapi perilaku itu dibutuhkan untuk membantu seseorang keluar dari depresi : pengobatan untuk menyeimbangkan respon bio-kimia terhadap depresi dan bahkan keluar dari mood orang tersebut, dan terapi untuk membantu mereka memecahkan siklus pikiran dan emosi negatif dan pelan-pelan membuat mereka lebih nyaman kembali ke pola sosial yang normal.

Sangat, sangat, sangat sedikit orang yang mengalami depresi keluar mencari jalan mereka untuk terus berlanjut menjadi depresi (mungkin artis tertentu yang terinspirasi dengan mood gelap, atau beberapa orang yang ingin membuat pernyataan non-konformis... mungkin), atau untuk mendorong pikiran dan memicu suatu hal yang membuat depresi. Itu adalah keadaan yang sangat buruk, dan kebanyakan orang yang mengalaminya itu dipegang dengan pikiran menyeamkan, "Apa yang terjadi kalau aku tidak bisa melewati ini?" Tapi kealamian depresi, dan aib yang menempel pada penyakit mental secara luas, rentan menjadi pelindung untuk mencari bantuan, hal itu mengisi siklusnya. Jadi tidak, depresi, sebagai gangguan mood, bukan berasal dari diri sendiri. Depresi itu bisa dibawa oleh trauma, sejarah medis, atau pemicu yang belum kita ketahui; dan orang-orang menderita karenanya dan akan merasa tidak ada yang bisa mencari tombol untuk mematikannya.

Berputar ke depresi sebagai mood sementara yang kebanyakan orang akan alami pada titik tertentu di hidup mereka, hal ini juga bukan berasal dari diri sendiri. Semua orang akan mengalami waktu-waktu buruk yang menurunkan semangat mereka. Tidak ada orang yang bahagia bangun dan memutuskan, "Aku ingin sedih untuk sementara waktu,". Mayoritas berlebihan pada orang-orang ini akan terlewati dengan waktu dan melanjutkan rutinitas mereka. Mereka mungkin merenungkan kejadian-kejadian yang membuat mereka merasa depresi, tapi tidak untuk waktu yang lama. Hal ini benar-benar tidak apa-apa dan normal untuk mengalami mood depresi sementara; dan kebanyakan orang akan melewatinya tanpa kesulitan. Beberapa, mungkin akan jatuh kedalam depresi yang lebih dalam dan akan membutuhkan bantuan. Tapi, itu bukan salah mereka.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang