Apakah diagnosis schizophrenia dikutuk oleh orang-orang pintar?

Dilihat 624 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Jawaban singkatnya adalah iya, tapi tidak dengan hasil penelitian; Pasien yang aku tahu di diagnosa Schizo-Affective Disorder, bukan sepenuhnya schizophrenia, terjadi pada akhir 90an. Si pasien memiliki intelejensi di atas rata-rata; saat itu dia sedang mengambil gelar PhD. Batas antara dua diagnosa di atas belumlah jelas. Simptom yang terjadi ternyata dilaporkan oleh orang-orang sekitarnya, tapi aku juga diberitahu jika si pasien masih layaknya orang normal. Diagnosa schizophrenia parsial sebenarnya diambil karena jika dinyatakan schizophrenia sepenuhnya maka akan membuatnya masuk dalam perawatan dan sulit untuk kembali bersosialisasi.

Berada pada kondisi tersebut bisa menurunkan kemampuan kognitifnya ternyata membantunya untuk tidak melakukan hal-hal absurd. Normalnya, suara-suara di kepala si pasien tidak menyuruhnya untuk membunuh orang lain, tapi menyakiti dirinya sendiri. Karena si pasien sadar akan menurunnya kemampuan kognitifnya sempat ada beberapa pasienku yang mencoba meyakinkanku untuk menurunkan dosis obat tapi aku tahu ini hanya alasan saja.


Terjawab 11 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang