Apakah diet yang dianjurkan bagi penderita asam urat/encok?

Dilihat 532 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Baru-baru ini saya didiagnosa memiliki penyakit gout akut (sejenis sakit sendi karena kadar asam urat berlebih dalam tubuh) , dan saya mencoba untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya mengenai penyakit asam urat, diet dan sakit gout ini.


Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada mereka yang memiliki berat badan berlebih (gemuk) yang telah berhasil mengurangi berat badannya setelah melakukan operasi bariatric, dapat disimpulkan bahwa berkurangnya berat badan  memang dapat menurunkan kadar asam urat dalam tubuh. Akan tetapi hal tersebut  tidak mengurangi resiko terserangnya gout setahun setelah operasi bariatric dilakukan. Kadar asam urat yang dimiliki oleh orang yang gemuk biasanya dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan normal. Mereka yang memiliki BMI (Indeks Masa Tubuh) yang rendah, tidak memiliki resiko terjadi penumpukan zat purin di dalam ginjal. Tetapi, merupakan hal yang umum terjadi bahwa berat badan bisa kembali naik setelah terjadi penurunan secara drastis. Penelitian menunjukkan bahwa kurang dari 3% mereka yang menurunkan berat badan tanpa operasi, dan kurang dari 5% mereka yang menurunkan berat badan dengan melakukan operasi - tetap berhasil menjaga berat badannya (tidak kembali gemuk lagi) dalam rentang waktu lima tahun. Mungkin Anda termasuk disiplin dan berhasil mempertahankan berat badan dengan baik, namun hal itu tidak dapat dijadikan patokan untuk menyembuhkan sakit gout yang Anda derita. 

Penjelasannya seperti ini :  Mereka yang menggunakan allopurinol untuk menurunkan kadar asam urat, berat badannya dapat juga turun ( dalam jumlah kecil namun signifikan), meskipun tidak membatasi jumlah kalori yang dikonsumsi. 


Hubungan antara kadar asam urat, obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, aktivitas fisik, dan peradangan sistemik amatlah kompleks dan penelitian yang dilakukan hanya baru terbatas mengenai faktor-faktor pemicu diatas dan bagaimana hubungannya satu sama lain.

Hal-hal berikut ini mungkin dapat membantu untuk menjelaskan :

  1. Seseorang yang menderita sakit gout memiliki kecenderungan genetik baik terhadap peningkatan kadar asam urat dalam darah maupun terhadap penumpukan asam urat yang berakibat pada peradangan. (jika saudara kembar Anda memiliki penyakit gout, maka Anda mempunyai resiko 8 kali lebih tinggi terhadap penyakit yang sama; jika orang tua, saudara sekandung, atau anak  yang menderita sakit gout, resiko yang dimiliki adalah 2 kali lebih besar )
  2. Sebaiknya hindari minuman beralkohol (terutama bir), jeroan, sarden dan ikan, kerang, kuah daging, fruktosa, gula dan makanan-makanan manis lainnya serta batasi asupan konsumsi daging.
  3. Di sisi lain, konsumsilah produk-produk susu, kopi, suplemen vitamin C (500 mg sehari), telur, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan buah ceri. Semua produk tersebut dapat membantu untuk menurunkan kadar asam urat dalam tubuh dan membantu untuk menghindari timbunya sakit gout yang semakin parah dan membantu meringankan gejalanya.
  4. Mengkonsumsi buah-buahan dalam jumlah wajar pada dasarnya tidak dapat menaikkan kadar asam urat, melainkan justru dapat membantu untuk mengurangi kadar asam urat tersebut dalam tubuh
  5. Konsumsi multivitamin seperti magnesium dapat juga membantu untuk menurunkan kadar asam urat. 
  6. Diet yang dapat meningkatkan pH urin akan dapat mengurangi jumlah asam urat dalam jumlah signifikan; secara umum diet yang dimaksud adalah diet rendah protein namun kaya akan koonsumsi susu, buah dan sayuran; dengan kata lain diet yang dilakukan harus mengandung daftar makanan yang telah disebutkan diatas
  7. Pada dasarnya penggunaan obat seperti allopurinol atau melakukan penurunan berat badan secara drastis memang dapat membantu untuk menurunkan kadar asam urat, namun hal ini justru dapat menjadi pemicu serangan akut gout. Hal ini oleh sebagian besar orang tidak dipahami dengan baik, ini berarti bahwa gejala sakit gout yang Anda alami tidak dapat dijadikan tolok ukur untuk menentukan seberapa berhasilnya Anda dalam menurunkan kadar asam urat.
  8. Terdapat beberapa jenis obat tekanan darah (thiazide diuretics, beta-blockers and ACE inhibitors) yang justru dapat meningkatkan kadar asam urat.
  9. Jika Anda dapat terus menjaga kadar asam urat dalam jangka waktu yang lama, maka pengkristalan pada sendi Anda secara bertahap juga dapat berangsur hilang. Saya juga mencari tau bahwa 1/1000 orang yang mengkonsumsi allopurinol akan mengalami suatu reaksi yang dinamakan DRESS (Drug Reaction with Eosinophilia and Systemic Symptoms). Pada saat ini saya sendiri sedang menjalani masa pemulihan setelah menderita DRESS. Saya harus menjalani tes darah bulan depan untuk mengetahui apakah jumlah darah dan fungsi hati saya telah kembali normal.

Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang