Apakah efek jangka panjang bagi tubuh anda dari penyalahgunaan obat-obatan setelah berhenti memakainya?

Dilihat 731 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Semua obat-obatan berbeda, dan orang-orang yang mengonsumsinya merespon berbeda juga, jadi sangat sulit untuk menggeneralisaskan apa efek jangka panjangnya, terutama karena kita tidak tahu berapa banyak pengguna yang skenarionya sama seperti anda, atau seperti apa kesehatan fisik dan mental mereka, atau bagaimana variabel lain seperti rumah, dukungan, cinta, pekerjaan, waktu luang, kontak dengan hukum dll. berefek kepada individu tersebut. Dengan hal tersebut, jika kita melihat alkohol, orang yang meminumnya dengan sembrono dan ketergantungan bisa mati dengan sangat cepat. Dalam 5-10 tahun sangat mungkin bagi pankreatitis, pembengkakan hati dan sirosis, peripheral neuropathy, demensia alkohol, sindrom Korsakoff Wernicke dan beragam kanker untuk berkembang. Aman untuk mengatakan jika ketergantungan minuman selama 5-10 tahun dapat mengarah ke penyakit jangka panjang yang serius serta kematian. Heroin adalah monster yang berbeda. Obat ini sebenarnya sangat jinak dalam jangka lama jika dikonsumsi secara oral. Tetapi jarang sekali heroin dikonsumsi begitu, jadi kebanyakan pemakai beresiko terkena kerusakan jangka panjang. Jika heroin disuntikkan selama 5-10 tahun, bisa sangat berbahaya dan akan mengarah pada kerusakan jangka panjang, jika orang tersebut bisa menghindari overdosis dan tidak mati, yang bisa terjadi setiap kali penyuntikan. Selama waktu itu, saya menduga pemakai akan mengalami sebagian atau semua hal berikut: abses, phlebitis, injeksi arteri tanpa sengaja, deep vein thrombosis, infeksi bakteri serius, (botulism, clostridium dll.), virus yang ditularkan lewat darah seperti hepatitis C, HIV, cellulitis, pembuluh darah mekar, oedema, borok kaki, amputasi dan banyak resiko serta bencana ganjil lainnya.


Perokok heroin di jalanan dapat mengalami masalah dengan paru-paru mereka, namun tidak jelas seberapa banyak hal ini disebabkan karena merokok dengan sesuatu yang dicampur heroin, dan berapa banyak yang disebabkan langsung oleh heroin. Tetap saja, lebih aman merokok daripada menyuntik, hal ini benar-benar merupakan intervensi pengurangan bahaya untuk mendukung seseorang memilih merokok dan bukannya menyuntik, sembari berhenti menggunakannya. Kokain dan stimulan lainnya dapat mengarah pada masalah jantung dan kondisi paru-paru serta sirkulasi lainnya. Menyedot kokain selama 5-10 tahun akan merusak lapisan dalam hidung dan dapat mengarah pada copotnya septum begitu saja, meninggalkan lubang hidung raksasa. Sangat mungkin untuk mati karena penggunaan stimulan apapun selama 5-10 tahun. Methamphetamine dapat mengarah masalah kesehatan jiwa jangka panjang yang serius. MDMA nampaknya sangat aman dalam jangka panjang, tapi pemakaian 5-10 tahun sangatlah tidak mungkin. Menyuntikkan stimulan membawa kebanyakan resiko yang sudah saya garisbawahi di atas. Ganja juga sangat aman, kecuali saat digunakan oleh pemuda dibawah 21 tahun. Ganja bisa mendatangkan psikosis dan skizofrenia serta kerusakan otak, juga berefek serius pada motivasi, yang mengarah pada adanya masalah di sekolah, adanya pencapaian yang rendah, dikeluarkan dari sekolah dll.


Semua dari obat ini kecuali alkohol, di kebanyakan tempat di seluruh dunia, akan membuat pemakainya beresiko ditangkap dan dihukum. Ini merusak nyawa orang secara luas, berefek pada kesempatan kerja, rumah, dan akses kesehatan mereka, dan yang terutama memperpendek usia. Anda juga menyebutkan penuaan. Ya, itu bisa terjadi. Lagi-lagi, mungkin bukan hanya soal obat-obatannya, tetapi juga gaya hidup, pola makan, tidur dan kesehatan umum yang mempengaruhi penampilan kita. Terakhir, jawaban lain menyebutkan soal gigi. Gigi adalah cerita horor yang dilemparkan tabloid di foto-foto ‘dulu dan sekarang’ dan entah bagaimana ini benar; kebanyakan zat adiktif, termasuk alkohol, merusak gigi. Pertama-tama, zat ini terkadang membuat kita kurang peduli dengan menyikat dan membersihkan gigi. Beberapa obat membuat kita mudah melenceng dari perawatan gigi. Kemiskinan dapat membuat orang memakan makanan bergula tinggi supaya bisa kenyang dengan murah, yang mengarah pada pengeroposan gigi. Stimulan membuat orang menggertakkan gigi, yang sekedar mengikis bahkan sampai ke gusi. Beberapa obat seperti nikotin dan ganja mengeringkan air liur, yang dapat mengarah ke penyakit gusi dan gigi ompong. Beberapa obat seperti methadone untuk ketergantungan opium sangat tinggi kandungan gulanya dan mempengaruhi kesehatan gigi. Ahli farmasi yang hebat akan mengikuti dosis yang diawasi dengan bantuan permen karet bebas gula. Layanan obat yang bagus juga mengatur dokter gigi untuk setiap klien.


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang