Apakah efeknya, jika ada, memakai kacamata dengan resep yang salah?

Dilihat 1,84 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Well, itu tergantung pada berbagai faktor, contohnya, ketidakakuratannya dan berapa derajat besar ketidakakuratannya itu. Efeknya juga mungkin berbeda tergantung usia seseorang itu. Sebagai ilustrasi saja, katakanlah seseorang berusia 20 tahun memiliki -2.00D miopi, dan diberi lensa -2.50D. Akankah orang itu memperhatikan ada yang salah? Mungkin tidak. Akankah ada masalah di kemudian hari? Mungkin juga tidak. Jika orang yang sama diberi lensa -3.50D, mereka masih akan bisa melihat dengan jelas. Akan tetapi, untuk derajat ketidakakuratan seperti itu, sepertinya jika dipakai untuk jangka waktu lama untuk bekerja akan menyebabkan mata menjadi lebih mudah capek karena usaha ekstra yang dibutuhkannya untuk fokus/akomodasi.


Tapi jika masalahnya beres dan kacamatanya ditukar dengan resep yang benar -2.00D, maka semuanya akan baik-baik saja. Sebagai contohnya, secara umum, tidak ada kerusakan jangka panjang yang disebabkan pemakaian kacamata yang salah resep. Jika anda mengalaminya, seorang yang berusia 50 tahun lebih, maka sekalipun kelebihan -0.50D dari lensa akan ketahuan dan penglihatan akan kabur untuk jarak jauh dan dekat dengan salahnya resep.


Pada tingkatan dasar, resep yang salah akan menimbulkan kesalahan refraktif, dan kesalahan ini akan menimbulkan penglihatan kabur untuk beberapa derajat, dimana hal ini kadang-kadang bisa ditolerir tergantung usia seseorang. Kaburnya penglihatan atau usaha untuk mentolerir hal itu bisa menyebabkan mata tegang/kelelahan dan juga terkadang pusing dan sakit kepala, tapi ini semua adalah sementara saja dan akan pulih kembali saat resepnya disesuaikan.

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang