Apakah fungsi hati di dalam tubuh manusia?

Dilihat 1,97 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Hati merupakan organ penuh daging yang besar yang berada pada sisi kanan dari perutmu. Memiliki berat sekitat 1,5 kg, hati berwarna merah kecoklatan dan terasa elastis saat disentuh. Kamu tidak bisa merasakan hati, karena hati dilindungi oleh tulang rusuk. Hati memiliki dua bagian yang besar yang disebut lobus kanan dan lobus kiri.


Kantung empedu berada di bawah d bawah hati bersama dengan bagian dari pankreas dan usus. Hati bekerja sama dengan organ - organ tersebut untuk mencerna, menyerap dan mengolah makanan. Tugas utama dari hati adalah untuk menyaring darah yang berasal dari saluran pencernaan, sebelum meneruskannya ke seluruh anggota tubuh. Hati juga menetralkan zat kimia dan memproses obat. Karena itu hati mengeluarkan empedu yang berakhir kembali di usus. Hati juga memproduksi protein yang penting untuk pembekuan darah dan fungsi - fungsi lainnya.


Pencernaan. Hati memainkan peranan penting dalam proses pencernaan melalui produksi empedu. Empedu merupakan campuran dari air, garam empedu, kolesterol, dan zat warna bilirubin. Hepatosit di dalam hati memproduksi empedu yang kemudian akan melewati saluran empedu untuk disimpan di dalam kantung empedu. 


Ketika makanan yang mengandung lemak mencapai usus dua belas jari, sel - sel usus dua belas jari melepaskan hormon cholecystokinin untuk menstilmulasi kantung empedu agar melepaskan empedu.  Empedu akan melewati saluran empedu dan dilepaskan ke dalam usus dua belas jari dimana empedu kemudian akan mengemulsi lemak dalam jumlah besar. Emulsifikasi lemak oleh empedu mengubah gumpalan besar lemak menjadi gumpalan - gumpalan yang lebih kecil yang memiliki lebih banyak permukaan sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh.


Bilirubin yang ada di dalam empedu merupakan produk dari pencernaan hati dari sel darah merah yang hampir mati. Sel kupffer di dalam darah menangkap dan menghancurkan sel darah merah tua yang hampir mati dan meneruskan komponen - komponennya ke hepatosit. Hepatosit memproses hemoglobin, oksigen merah yang membawa zat warna dari sel darah merah, ke dalam komponen - komponen hemo dan globin.


Protein globin kemudiaan akan dipecah dan digunakan sebagai sumber energi bagi tubuh. Kelompok heme yang mengandung zat besi tidak bisa didaur ulang oleh tubuh dan dikonversi menjadi zat warna bilirubin dan ditambahkan ke empedu untuk dikeluarkan dari tubuh. Bilirubin memberikan warna kehijauan yang khas pada empedu. Bakteri usus kemudia mengubah bilirubin menjadi zat warna coklat stercobilin, yang memberikan warna coklat kepada feses.


Metabolisme. Hepatosit yang ada di hati memiliki banyak dungsi metabolisme yang penting yang menunjang sel - sel di dalam tubuh. Karena seluruh darah yang keluar dari sistem pencernaan melewati pembuluh darah portal, hati bertugas untuk mmeproses karbohidrat, lipid, dan protein menjadi materi yang dapat diguanakn secara biologis.


Sistem pencernaan kita menghancurkan karbohidrat menjadi glukosa monosakarida, yang diguankan oleh sel - sel sebagai sumber energi utama. Darah yang masuk ke hati melalui pembuluh darah portal mengandung banyak glukosa dari makanan yang dicerna. Hepatosit menyerap sebagian besar dari glukosa tersebut dan menyimpannya sebagai glikogen molekul makro, polisakarida bercabang yang memungkinkan hepatosit untuk mengemas sejumlah besar glukosa dan dengan cepat melepaskan glukosa. Penyerapan dan pelepasan glukosa oleh hepatosit membantu menjaga homeostasis dan melindungi tubuh dari peningkatan atau penurunan tingkat gula darah yang berbahaya. 


Asam lemak dalam darah yang melewati hati diserap oleh hepatosit dan diproses untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP. Gliserin, komponen lipid lainnya diubah menjadi glukosa oleh hepatosit melalui proses glukoneogenesis. Hepatosit juga dapat memproduksi lipid seperti kolesterol, fosfolipid, dan lipoprotein yang digunakan oleh sel - sel lain di seluruh tubuh. 


Sebagian besar dari kolesterol yang diproduksi oleh hepatosit dikeluarkan dari tubuh sebagai komponen empedu. Protein dipecah menjadi komponen asam amino oleh sistem pencernaan sebelum diteruskan ke pembuluh dari portal. Asam amino yang masuk ke dalam hati harus melalui proses metabolisme sebelum dapat diguankan sebagai sumber energi.

Hepatosit pertama - tama akan menyingkirkan kelompok amina dari asam amino dan mengubahnya menjadi amonia dan pada akhirnya urea. Urea tidak terlalu beracun seperti amonia dan dapat dikeluarkan melalui urin sebagai limbah dari pencernaan. Bagian lain dari asam amino dapat dipecah menjaid ATP atau diubah menjadi molekul glukosa baru melalui proses glukoneogenesis

Detoksifikasi. Setelah darah dari organ pencernaan diteruskan melalui pembuluh darah portal, hepatosit dari hati memonitor isi dari darah dan menyingkirkan zat - zat yang berpotensi berbahaya sebelum zat - zat tersebut mencapai bagian tubuh yang lain. Enzim di dalam hepatosit memproses racnu - racun tersebut seperti alkohol dan obat - obatan ke dalam metabolisme yang tidak aktif. Dan dalam rangka menjaga tingkat hormon tetap dalam batas homeostatis, hati juga bermetabolisme  dan disingkirkan dari sirkulasi hormon yang diproduksi oleh kelenjar di dalam tubuh.

Penyimpanan. Hati merupakan tempat penyimpaan bagi banyak nutrisi, vitamin dan mineral penting yang diambil dari darah yang melewati pembuluh darah portal. Glukosa diteruskan ke dalam hepatosit di bawah pengaruh hormon insulin dan disimpan sebagai glikogen polisakarida.


Hepatosit juga menyerap dan menyimpan asam lemak dari trigeliserida yang dicerna. Penyimpanan dari nutrisi - nutrisi tersebut menungkinkan hati untuk menjaga homeostasis dari gula darah. Hati kita juga menyimpan vitamin dan mineral - seperti vitamin A, D, E, K dan B12 dan mineral zat besi dan tembaga - dengan tujuan untuk memberikan persediaan yang konstan dari zat - zat tersebut ke dalam jaringan - jaringan dalam tubuh.

Produksi. Hati bertugas untuk memproduksi beberapa komponen protein penting dari plasma darah: protrombin, fibrinogen, dan albumin. Protein protrombin dan fibrinogen merupakan faktor koagulasi yang terlibat dalam pembentukan pembekuan darah. Albumin merupakan protein yang memelihara lingkungan isotonik dari darah agar sel - sel dalam tubuh tidak mendapatkan atau kehilangan air dalam bentuk cairan tubuh.

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang