Apakah gempa bumi berpengaruh pada pesawat terbang yang sedang terbang di atas?

Dilihat 9,91 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Gempa bumi memang menimbulkan dampak yang luar biasa. Dampak gempa bumi yang muncul tergantung dengan kekuatan gempa bumi tersebut. Maka dari itu,  tidak semua gempa bumi perlu diwaspadai. Jika gempa bumi terjadi dalam skala kecil, mungkin kita bahkan tidak merasakan guncangannya sama sekali. Namun gempa bumi dengan kekuatan di atas 7 skala richter biasanya akan menimbulkan kerusakan yang serius. 


Meski demikian, guncangan hanya dapat dirasakan oleh objek yang berada di atas permukaan bumi. Agar anda dapat benar - benar memahami jawaban dari pertanyaanmu, saya akan memberikan penjelasan singkat mengenai gempa bumi serta beberapa gempa bumi di Indonesia yang mengakibatkan dampak yang serius.



Penyebab Terjadinya Gempa Bumi


penyebab gempa bumi


Gempa bumi adalah guncangan yang terjadi pada permukaan bumi sebagai akibat dari pelepasan energi yang tiba-tiba di dalam kerak bumi yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi dapat terjadi dengan begitu dahsyatnya sehingga menghancurkan seluruh bangunan yang ada di kota - kota.  


Sebagian besar penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya pergeseran patahan lempeng bumi. Selain itu gempa bumi juga dapat disebabkan oleh hal-hal lain seperti aktifitas vulkanik, tanah longsung, ledakan tambang, dan pengujian nuklir. Proses terjadinya gempa bumi diawali dengan pergerakan lempeng-lempeng yang menjadi landasan benua yang mengakibatkan batuan di kerak bumi mengalami tekanan yang sangat hebat. 


Sebagian besar terjadi ketika dua lempeng saling bergesekan. Ketika lempeng bergesek dan bertumbukan, maka akan timbul gelombang, yang kita rasakan sebagai gempa bumi.

 


Gempa Bumi di Indonesia


Gempa bumi di Indonesia dalam skala besar pertama kali tercatat di tahun 1797 dengan kekuatan 8,4 skala richter yang terjadi di Sumatera.  Sejak saat itu, telah terjadi lebih dari 20 gempa bumi di Indonesia dengan kekuatan di atas 5 skala richter. Gempa bumi terbesar di Indonesia terjadi pada tahun 2004 dan memakan ratusan ribu korban jiwa.

Gempa bumi tersebut juga menimbulkan guncangan pada negara-negara sekitar termasuk Singapore, Malaysia, Thailand, India, Bangladesh, dan Maladewa. 


dampak gempa bumi


Indonesia memang merupakan salah satu negara yang rawan gempa karena posisinya yang dilalui oleh 3 lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Indi-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng pasifik. 


Adanya pergeseran dari ketiga lempeng tektonik tersebut serta dua lempeng lainnya, yaitu laut Filipina dan Carolina mengakibatkan terjadinya gempa bumi di kawasan sekitar lempeng. 


Terlebih lagi Indonesia merupakan jalur rangkaian gunung api aktif di dunia yang dikenal dengan jalur Pasific Ring of Fire (Cincin Api Pasifik). Hal ini sangat berbeda dari Singapore, dimana gempa bumi tidak pernah terjadi di Singapore. Penduduk Singapore memang pernah merasakan guncangan di negara mereka, namun hal itu hanya merupakan dampak gempa bumi yang terjadi di negara sekitarnya. 


Gempa bumi dalam skala besar (>5 skala richter) memang hampir selalu menimbulkan korban jiwa. Bahkan gempa bumi di Yogyakarta pada tahun 2006 menewaskan lebih dari 6000 penduduk sekalipun kekuatan gempa hanya berada di kisaran 6 skala richter. 


Banyaknya korban jiwa tersebut terutama dikarenakan kita tidak dapat memprediksi kapan  gempa bumi akan terjadi meski kita dapat memperkirakan dimana gempa bumi akan terjadi. Gempa bumi dengan kekuatan >7 skala richter berpotensi menimbulkan tsunami. Oleh karena itu, jika terjadi gempa bumi >7 SR, anda harus mengantisipasi terjadinya tsunami.



Pengaruh Gempa Bumi Terhadap Pesawat Terbang Yang Mengudara


Gempa bumi melepaskan gelombang seismik dalam bentuk tekanan dan gelombang geser (atau gelombang P dan S). Saat gelombang P berjalan meninggalkan sebuah objek padat, seperti kerak bumi, dan masuk ke atmosfer, gelombang ini berubah bentuk menjadi gelombang suara (gelombang S tak bisa merambat melalui air atau gas). 


Akan tetapi, gelombang P biasanya tercatat pada ambang di bawah 20-Hertz untuk pendengaran manusia. Para ilmuwan mendeskripsikan gelombang dalam ambang ini sebagai infrasonik. Saat orang-orang "mendengar" gempa bumi, biasanya mereka tidak mendengar gelombang seismik sama sekali. Melainkan, mereka merasakan suara yang dihasilkan saat gelombang seismik bergerak melalui benda-benda padat -- seperti runtuhnya sebuah bangunan dan seisinya. Anda tak akan bisa mendeteksi suara-suara ini dari pesawat yang sedang terbang, tidak juga dapat merasakan gelombang infrasonik yang baru saja saya sebutkan tadi.


pengaruh gempa bumi ke pesawat terbang

Terima kasih kepada apa yang disebut para fisikawan sebagai peredaman, gelombang-gelombang itu secara bertahap berkurang intensitasnya sepanjang mereka bergerak melalui media air. 


Sama alasannya dengan suara speaker radio yang menjadi lebih tak terdengar dari seberang ruangan dan mengapa intensitas cahaya matahari meredup ketika cahaya itu harus menembus lapisan-lapisan atmosfer atau samudra. Jadi meski gelombang seismik mencapai ketinggian 30.000 kaki (9.144 meter), gelombang-gelombang itu akan hilang selagi mereka merambat melalui media bebatuan dan udara, yang bahkan noise dan pergerakan dari pesawat itu sendiri akan mengalahkan gelombang itu. 


Anda tak akan mendengar gempa bumi dari dalam pesawat terbang, dan tentu saja anda tidak akan merasakannya.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang