Apakah hal terbodoh yang pernah kamu lakukan demi cinta?

Dilihat 534 • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Aku lulus kuliah dua tahun sebelum pacarku dan ditugaskan ke luar negeri untuk urusan militer. Itu adalah pertama kalinya kami terpisah jauh. Dalam enam bulan aku hanya bisa mengunjunginya dua kali, tapi kamu berbicara melalui telepon setiap hari. Suatu hari dia meneleponku dan mengakhiri hubungan kami tepat sebelum Thanksgiving,mengatakan bahwa dia tidak bisa melanjutkannya lagi dan dia merasa bahwa kami hanya teman baik saja (walaupun kemudian aku mengetahui bahwa orang tuanya mengatakan bahwa dia bisa menemukan seseorang yang lebih baik dari aku).


Dalam waktu beberapa minggu, dia menemukan seseorang yang baru. Aku merasa sangat patah hati karena dia adalah cinta pertamaku. Beberapa minggu sebelum hari natal, dia meneleponku secara rutin dan mengirimkan hadih natal dengan catatan yang mengatakan bahwa kalau aku berada di dekatnya, dia akan memberikan hadiah itu secara langsung kepadaku.


Bodohnya aku langsung memutuskan untuk terbang untuk menemuinya pada malam natal, memberikan hadiah natal kepadanya dan menjalin hubungan kembali dengannya dan kami bahagia selamanya. Jadi aku langsung membeli tiket pesawat dari kampung halamanku ke tempat tinggalnya di negara lain. Aku sampai di Chicago pada malam hari dan harus melalui satu kali penerbangan lagi ke tempatnya ketika bandara membatalkan semua penerbangan pada malam itu karena badai salju (penerbangan ditunda selama dua hari). 


Tidak patah semangat, aku memutuskan untuk menyewa mobil dan berkendara selama 320 km untuk menemuinya. Lagi - lagi gagal - seluruh mobil yang ada di bandara sudah habis disewa dan tempat sewa mobil lainnya sudah tutup semua. Aku mau naik bus tapi semua busnya sudah berangkat 30 menit sebelumnya dan tidak ada lagi bus yang berangkat malam itu karena cuaca yang buruk.


Sudah siap untuk menyerah, aku mencoba satu hal terakhir. Aku pergi ke tempat taksi dan bertanya kepada supir taksi mengenai bagaimana perasaannya jika harus berkendara ke Springfield. Aku menjelaskan kepadanya kenapa aku membuat permintaan yang tidak biasa itu, dan dia menjawab bahwa itu akan menjadi hal tergila yang pernah dia lakukan, tapi dia akan melakukannya. Aku langsung masuk ke dalam taksi dengan tas dan hadiah natal di tanganku. Akhirnya kami berkendara dengan kecepatan 50 km/jam sepanjang jalan dan aku menceritakan keseluruhan ceritaku kepada supir taksi tersebut.


Setelah setengah jam, aku mulai khawatir bahwa dia sudah tertidur karena saat itu sudah cukup larut malam. Aku menghubunginya dan memintanya untuk tetap terjaga dan ketika dia bertanya kenapa, aku mengatakan bahwa aku akan datang mengunjunginy dan mengantarkan hadiah natalnya secara langsung. Dia bilang dia sanga terkejut tapi ingin menemuiku dan akan tetap terjaga. 


Beberapa menit setelah aku menutup telepon, IBUnya meneleponku, marah - marah mengatakan, apa yang aku lakukan dan bahwa hubunganku dengan putrinya sudah berakhir. Sungguh sulit dipercaya bahwa seorang wanita yang sudah dewasa akan ikut campur sedalam itu dalam urusan putrinya yang sudah besar.

Saat itu aku benar - benar merapa putus asa. Sebelumnya aku pikir bahwa dengan melihat seberapa jauh yang aku lakukan untuk sampai di sana keluarganya akan mengerti dan mendukung hubungan kami. Tapi yang terjadi malah (mantan) pacarku meneleponku dan mengatakan bahwa kami lebih baik bertemu di hotel. Supir taksi mengantarkan ke sebuah hotel dan aku benar - benar jengkel pada apa yang terjadi dalam setengah jam terakhir kami berkendara. 


Segalanya mulai hancur. Aku sangat kaget ketika harus membayar ongkos taksi lebih dari 6 juta. Aku menunnggu (mantan) pacarku di lobi hotel. Aku mencurahkan seluruh perasanku padanya. Pada akhirnya dia mengatakan bahwa dia tidak ingin menjalin hubungan kembali denganku karena tidak pikir itu tidak akan berhasil lalu dia pergi.

Malam itu aku sama sekali tidak tidur. Aku menelepon maskapai penerbangan untuk memesan tiket pulang. Penerbangan paling cepat yang bisa kudapatkan adalah satu hari berikutnya. Hal terakhir yang ingin kulakukan saat itu adalah duduk sendiri di dalam kamar hotel di kota mantan pacarku setelah ditolak mentah - mentah.

Ketika matahari terbit keesokan harinya, aku naik taksi ke bandara Springfield untuk menyewa mobil. Aku haru menunggu tiga jam sebelum tempat sewa mobil itu buka dan satu jam lagi sampai mobilnya siap untuk disewa. Aku melanjutkan berkendara selama 12 jam melewati badai salju dan menangis sepanjang perjalanan pulang. Ketika samapi di rumah, aku benar - benar mati rasa, Aku tidur selama dua hari berturut - turut. Dan itu adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan demi cinta.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang