Apakah hipertensi bisa disembuhkan? Jika tidak, bagaimana cara mengendalikannya?

Dilihat 4,15 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1




Anda pasti sudah sering mendengar istilah Hipertensi atau darah tinggi bukan? Penyakit ini sungguh sangat tidak asing. Banyak di sekitar kita, orang-orang tua kita, bahkan mereka yang berusia muda pun terkena penyakit yang satu ini. 


Tidak dapat dipungkiri, penyakit darah tinggi identik dengan kondisi emosional seseorang yang mudah marah, tidak stabil atau sensitif. Sebenarnya tidak hanya itu saja, ada beberapa gejala umum lain yang mudah dikenali, seperti sering pusing kepala, cepat merasa lelah, pandangan mata menjadi buram, sulit berkonsentrasi dan sering merasa gelisah. 


Namun, banyak orang yang tidak mengenali dan terlambat menyadari gejala-gejala umum ini, sehingga berakibat fatal. Oleh karenanya, penyakit darah tinggi sering disebut sebagai silence killer atau ‘pembunuh diam-diam’.


Sebenarnya apakah hipertensi itu? Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat melebihi batas normal. Hipertensi terjadi ketika sejumlah darah dipompakan oleh jantung melebihi kemampuan yang dapat ditampung dinding arteri. Semakin banyak darah yang mengalir dan semakin sempit dinding arteri, tekanan darah akan semakin tinggi. Hipertensi terutama banyak diderita oleh mereka yang telah lanjut usia, namun tidak menutup kemungkinan usia muda dan produktif pun dapat mengidap penyakit ini. 


Dan perlu diketahui, seseorang yang mengidap darah tinggi memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap serangan jantung dan stroke. Lalu apakah darah tinggi dapat disembuhkan? Bagaimana cara menurunkan darah tinggi? Bagi Anda yang penasaran akan jawabannya, simak terus ulasan di bawah ini hingga tuntas ya…



Faktor Penyebab Hipertensi


Gejala penyakit hipertensi biasanya tidak muncul sampai kondisinya telah mencapai batasan tertentu. Oleh karenanya, sangat penting untuk memeriksakan tekanan darah secara teratur, khususnya jika seseorang memiliki riwayat hipertensi. 


Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah pada seseorang, di antaranya adalah:


  • Usia - Risiko terjadinya hipertensi meningkat seiring dengan bertambahnya usia. 


  • Faktor keturunan/ Riwayat Keluarga - Seseorang yang memiliki riwayat keluarga yang mengidap hipertensi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi yang sama. 


  • Merokok - Merokok dapat meningkatkan tekanan darah sekaligus akan merusak permukaan dinding arteri sehingga akan menyempitkan arteri, dan tekanan darah akan meningkat. 


  • Kelebihan berat badan atau obesitas – Seseorang yang memiliki berat badan yang berlebih memiliki resiko lebih tinggi menderita hipertensi, karena semakin berat bobot badan seseorang, semakin besar juga pasokan/volume darah yang dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan oksigen dan nutrisi. Seiring dengan volume darah yang meningkat, maka akan terjadi juga peningkatan tekanan darah. 


  • Kurang olahraga/Kurang aktif bergerak - Orang yang jarang berolahraga atau kurang aktif secara fisik cenderung memiliki denyut jantung yang lebih cepat/tinggi, sehingga jantung akan bekerja lebih berat. Kerja jantung yang berat inilah yang dapat meningkatkan tekanan darah. 


  • Kadar garam yang tinggi dalam makanan. Kadar garam yang tinggi bisa menyebabkan penumpukan cairan dalam tubuh, yang dapat meningkatkan tekanan darah. 


  • Alkohol/Minuman keras. Kandungan alkohol dalam minuman keras dapat memicu atau meningkatkan tekanan darah dan detak jantung 



  • Menderita Penyakit kronis - Seseorang yang menderita kolesterol, diabetes, penyakit ginjal kronis berisiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi 


  • Obat-obatan tertentu, misalnya pil kontrasepsi, analgesik atau obat pereda sakit, obat pilek, serta dekongestan. 



Menurunkan Hipertensi


Apakah hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat disembuhkan? 


Pertanyaan ini adalah pertanyaan yang paling banyak dipertanyakan oleh sebagian besar orang. Satu hal yang harus dipahami adalah bahwa darah tinggi atau hipertensi tidak bisa disembuhkan secara total, akan tetapi bisa dikendalikan/dikontrol agar tekanan darah tetap normal. 


Bagaimana cara menurunkan darah tinggi agar bisa berada dalam kondisi normal? Nah, berikut ini adalah beberapa cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi:



  • Berolahraga secara teratur – Anda dapat melakukan aerobik, bersepeda, lari, yoga, meditasi atau aktivitas fisik lainnya. Lakukan aktifitas fisik dengan proporsi yang seimbang, jangan berlebihan. 
  • Pembatasan asupan garam - Diet rendah garam (<2 gr sodium/hari),
  • Kurangi asupan lemak – Diet rendah lemak dan kolesterol  
  • Meningkatkan asupan serat – Diet tinggi serat, konsumsi buah-buahan dan sayur mayur  
  • Kurangi berat badan (Jika berlebihan) 
  • Hindari stress 
  • Jangan merokok dan minum-minuman keras 
  • Batasi asupan cairan (untuk pasien yang mengalami gagal ginjal) 


Itulah beberapa cara menurunkan darah tinggi yang dapat dilakukan dengan mudah oleh hampir semua penderita hipertensi. Dengan cara-cara di atas, anda dapat mengendalikan tekanan darah agar tetap berada dalam kondisi normal. Penanganan secara alami dapat dilakukan oleh hampir semua orang dan merupakan cara pengobatan yang aman.


Seperti yang disebutkan diatas, menjaga dan membatasi asupan garam merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi. 


Bagaimana pola makan yang sebaiknya harus dijalani oleh penderita hipertensi untuk mengendalikan tekanan darah agar tetap berada pada kisaran normal?


Penting untuk diketahui bahwa penderita hipertensi sebaiknya harus berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan. Mengatur menu makanan sangat dianjurkan bagi penderita hipertensi dan makanan yang diasup harus mengandung gizi yang seimbang. Jenis dan komposisi makanan harus disesuaikan dengan kondisi penderita. Jumlah garam yang diasup pun harus dibatasi sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing orang (tidak lebih dari ¼ – ½ sendok teh/hari).






Di bawah ini adalah beberapa jenis makanan yang harus dihindari atau dibatasi bagi penderita hipertensi:


  • Makanan dengan kadar lemak jenuh tinggi (seperti otak, ginjal, paru, minyak kelapa, isi perut, gajih). 
  • Makanan yang diolah dengan menggunakan garam natrium (biskuit, craker, keripik dan makanan kering yang asin). 
  • Makanan dan minuman dalam kaleng (sarden, sosis, soft drink, sayuran serta buah-buahan dalam kaleng). 
  • Makanan yang diawetkan (dendeng, asinan sayur/buah, abon, ikan asin, pindang, udang kering, telur asin, selai kacang). 
  • Susu full cream, mentega, margarine, keju mayonnaise, serta sumber protein hewani yang tinggi kolesterol seperti daging merah (sapi/kambing), kuning telur, kulit ayam). 
  • Bumbu-bumbu penyedap seperti kecap, terasi, saus tomat, saus sambal, tauco serta bumbu penyedap lain yang pada umumnya mengandung garam natrium. 
  • Alkohol dan makanan yang mengandung alkohol seperti anggur, durian atau tape. 
 

Jika cara-cara di atas telah dilakukan dan makanan yang diasup telah diatur dan dibatasi, namun tekanan darah Anda tidak kunjung normal, langkah yang harus diambil adalah segera temui dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan pertolongan atas penyakit darah tinggi yang Anda derita. Dokter biasanya akan mengharuskan Anda untuk mengkonsumsi obat-obat penurun darah tinggi (obat antihipertensi) .


Ikuti resep yang diberikan oleh dokter terkait dengan obat yang anda konsumsi. Karena mengkonsumsi obat penurun tekanan darah dalam dosis tinggi dan dalam jangka waktu yang lama juga dapat mengakibatkan tekanan darah anda menjadi terlalu rendah. 


Selain itu juga terdapat berbagai efek samping yang dapat Anda derita jika Anda mengkonsumsi obat tanpa melakukan konsultasi dengan dokter sebelumnya. Oleh karena itu sangatlah penting bagi Anda penderita hipertensi untuk secara rutin selalu memeriksakan tekanan darah Anda dan selalu ikuti petunjuk yang dokter berikan untuk menghindari timbulnya penyakit yang lebih kronis. 


Ingatlah selalu bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati, maka mulai sekarang selalu jalani pola hidup sehat, rutinlah berolahraga dan perhatikan asupan makanan yang Anda konsumsi. Selamat mencoba!


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang