Apakah hipotiroidisme (kerusakan kelenjar tiroid) dapat menyebabkan insomnia dalam jangka panjang?

Dilihat 1,22 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kelenjar tiroid adalah salah satu kelenjar endokrin (kelenjar buntu) terbesar di dalam tubuh. Disebut kelenjar buntu karena hormon yang dihasilkan kelenjar ini tidak langsung diedarkan oleh kelenjar melainkan diedarkan melalui aliran darah sehingga hormon dapat mencapai ke seluruh sel-sel tubuh. Kelenjar ini berada disebelah depan leher bagian bawah tulang rawan tiroid yang menonjol yang disebut jakun yang dibungkus oleh kulit dan otot. Kelenjar tiroid memiliki bentuk seperti kupu-kupu dengan dua sayap yang merupakan lobus tiroid kiri dan kanan. 


Kelenjar tiroid ternyata memiliki peranan penting dalam keseimbangan hormon dalam tubuh seseorang. Jadi jika seseorang terkena hipotiroidisme atau kerusakan pada kelenjar tiroid akan mengakibatkan beberapa fungsi hormon dalam tubuh tidak berjalan secara maksimal. 


Dalam artikel ini saya akan menjelaskan tentang beberapa penyakit tiroid, salah satunya adalah hipotiroidisme.


Kelenjar tiroid


Apa itu Kelenjar Tiroid?


Kelenjar tiroid adalah salah satu kelenjar yang memiliki peran penting untuk tubuh manusia. Cara kerja kelenjar tiroid sangat dipengaruhi oleh otak, yaitu kelenjar hipofisis (pituitary) dan hypotalamus. Di saat tubuh kekurangan atau kelebihan hormone tiroid, maka otak akan merangsang kelenjar tiroid untuk menyesuaikanya supaya kadar hormon tersebut tetap seimbang. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid dengan fungsi memiliki efek terhadap hampir semua jaringan tubuh guna meningkatkan aktivitas sel. 


Fungsi tiroid yang utama adalah untuk mengatur metabolisme tubuh dan mengatur fungsi tubuh yang vital, yaitu: pernapasan, denyut jantung, sistem saraf pusat dan perifer, berat badan, kekuatan otot, siklus menstruasi, suhu tubuh, kadar kolesterol dan lai-lain. Namun tidak bisa dipungkiri kini banyak sekali kasus yang berhubungan dengan penyakit tiroid. 


Terjadinya penyakit tiroid bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon tiroid, bisa karena terlalu rendah atau karena terlalu tinggi yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:


  • Adanya kerusakan kelenjar tiroid bisa karena pajanan radiasi, seperti sinar-x yang digunakan untuk pengobatan dimasa lalu. 
  • Melakukan operasi pengangkatan kelenjar tiroid. 
  • Adanya masalah pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus di otak.
  • Adanya kelebihan iodine yang ada didalam tubuh.
  • Pengaruh obat yang mengandung litium (Li).
  • Cacat lahir, kadang-kadang bayi yang lahir mengalami cacat bawaan pada kelenjar tiroid 

Penyakit kelenjar tiroid


Beberapa Penyakit Tiroid


Berikut adalah beberapa penyakit tiroid yang selama ini sering ditemui dalam beberapa kasus medis dikalangan masyarakat:


1. Hashimoto  


Hashimoto merupakan penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar tiroid, sehingga produksi hormon tiroid berkurang dan makin sedikit. Gejala hashimoto bisa berupa kesulitan menelan, gondok, tidak kuat terhadap suhu dingin, kelelahan, dan penambahan berat badan. Ciri-cirinya yang ditimbulkan seperti rambut beruban, sembelit, sulit konsentrasi, dan tidak teraturnya menstruasi pada wanita.


2. Penyakit Gondok (Graves) 


Penyakit gondok (graves) merupakan penyakit pembengkakan kelenjar tiroid yang terlihat mengembangnya bagian leher. Jika pembengkakan tersebut telah menekan tenggorokan atau kerongkongan dapat mengakibatkan perubahan suara, kesulitan bernafas , kesulitan menelan, dan juga menimbulkan batuk.


3. Hipertiroidisme


Hipertiroidisme merupakan penyakit kelenjar tiroid dimana kelenjar tersebut menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan (tidak normal). Penderita penyakit ini akan mengalami penurunan berat badan yang cepat, detak jantung yang cepat dan tidak beraturan, gelisah, banyak berkeringat, serta suasana hati yang cepat berubah.



Penyakit Hipertiroidisme


Seperti yang dijelaskan di atas bahwa hipertiroidisme adalah salah satu penyakit yang berhubungan dengan kelenjar tiroid di mana kelenjar tiroid menghasilkan hormon tiroid yang berlebihan. Penyakit ini juga sering dikenal dengan kerusakan kelenjar tiroid karena hormon yang berlebihan tersebut ternyata bisa merusak sistem pada kelenjar tiroid. 


Hipertiroidisme ini bisa menyerang siapa saja dan ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit ini, di antaranya:


  • Tirioditis Hashimoto. Tirioditis hashimoto merupakan peradangan kelenjar tiroid, hal inilah yang menjadi penyebab paling umum terjadinya hipotiriodisme. Tirioditis hashimoto adalah gangguan autoimun karena tubuh memproduksi antibodi yang menyerang dan merusak kelenjar tiroid. 
  • Operasi tiroid. Terjadinya pembedahan dan pengangkatan tiroid bisa mengakibatkan hipotiroidisme. Apabila sebagian tiroid saja yang diangkat maka kelenjar yang masih ada masih mungkin bisa menghasilkan hormon yang cukup bagi kebutuhan tubuh. 
  • Kerusakan atau gangguan kelenjar hipofisis (kelenjar pituitari) adanya masalah kelenjar hipofisis di otak dapat mengganggu produksi hormon tiroid, di mana hipofisis berperan merangsang pembentukan hormon pada kelenjar tiroid dengan memproduksi TSH (Thyroid Stimulating Hormone) 
  • Sangat sedikitnya yodium dalam makanan. Hormon tiroid dapat diproduksi karena adanya yodium yang cukup. Karena tubuh tidak memproduksinya maka tubuh perlu asupan yodium yang cukup melalui makanan, seperti garam beryodium, telur, ikan laut, dan lain-lain. 
  • Penggunaan obat tertentu. Produksi hormon tiroid bisa terganggu dengan adanya obat-obat tertentu yang digunakan oleh kita untuk mengobati penyakit yang lain di tubuh kita seperti lithium, alfa-interferon, amiodarone,dan interleukin-2.
  • Terapi radiasi di daerah leher. Pengobatan dengan radiasi di daerah –daerah tertentu seperti dibagian leher dan bagian kepala akan merusak sel-sel tiroid yang akhirnya sel-sel tiroid akan sulit untuk menghasilkan hormon. 
  • Gangguan hipotalamus. Hal sangat jarang dari kasus hipotiriodisme, namun dapat terjadi jika hipotalamus di otak tidak cukup memproduksi hormonTRH. Dimana TRH berfungsi untuk mempengaruhi pelepasan TSH dari kelenjar hipofisis. 

Pemeriksaan pembengkakan pada kelenjar tiroid



Apakah Hipotiroidisme Dapat Menyebabkan Insomnia dalam Jangka Panjang? 


Jika mengalami insomnia dikatakan gejala yang dialami seseorang berupa kesulitan untuk bisa tidur, jelas hipertioidisme adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan insomnia. 


Insomnia yang disebabkan oleh hipertiroidisme bisa berlangsung lama sampai hipertiroidisme yang dialami seseorang sembuh. Hal ini karena orang yang menderita hipertiroidisme akan mengalami peningkatan suhu tubuh, menurunnya pernapasan, dan detak jantung yang disebabkan oleh terlalu banyaknya energi hormon tiroid di dalam tubuh. 


Beberapa gejala tersebutlah yang membuat penderita hipertiroidisme mengalami insomnia atau tidak bisa tidur dengan nyenyak. Tetapi dalam beberapa kasus, orang yang mengalami hipotiriodisme juga umumnya akan merasakan kelelahan atau lemas sehingga cenderung untuk banyak tidur tetapi tidurnya tidak nyenyak. 


Dengan kata lain biasanya orang yang mengidap hipertiroidisme tidak memiliki kualitas tidur yang baik karena beberapa gejala yang dirasakan penderitanya. Jika anda memang mengidap hipotiroidisme yang menyebabkan insomnia, anda bisa mempelajari cara anda tidur saat mengalami insomnia.


Makanan yang herus dihindari



Makanan yang Harus Dihindari Penderita Tiroid


Untuk menjaga agar kelenjar tiroid dapat segera sembuh dan tetap sehat maka salah satunya yaitu dengan menjaga pola makanan, lalu mana makanan yang harus dihindari dan mana makanan yang boleh di konsumsi? 


Memang makanan pada umumnya membawa manfaat bagi kesehatan namun ada beberapa makanan yang bisa menjadi pemicu penyakit pada kelenjar tiroid. 


Berikut adalah beberapa makanan yang bisa menyebabkan masalah pada kesehatan kelenjar tiroid, di antaranya:


  • Kedelai, bagi yang mempunyai masalah tiroid. Kedelai yang mengandung isoflavongoitrogen adalah senyawa yang dapat mengganggu kemampuan kelenjar tiroid yang bekerja secara optimal untuk menyerap yodium. Sehingga anda harus bisa menghindari makanan olahan yang mengandung kedelai. 
  • Gluten, selain kedelai bahan makanan yang mengandung gluten juga harus dihindari karena gluten merupakan goitrogenik yang dapat memicu respon autoimun dalam tubuh jika anda sensitif. Makanan yang memiliki kandungan gluten antara lain rye, gandum, barlay, dan masih banyak lagi.
  • Sayuran silangan, diantaranya seperti brokoli, bunga kol, kubis, dan, kubis brussel. Jenis sayuran tersebut mengandung isothiocyanates dan goitrogenik, zat ini dapat berpengaruh pada kesehatan dan kerja kelenjar tiroid anda.  
  • Aspartame, adanya zat kimia dalam aspartame dapat mengakibatkan reaksi imun dalam tubuh, sehingga terjadi produksi antibodi tiroid dan peradangan tiroid. Maka hentikanlah penggunaan aspartame sebagai pemanis buatan dalam makanan anda sehari-hari.

Sementara zat-zat dan nutrisi makanan yang dianjurkan bagi penderita tiroid adalah makan yang banyak mengandung selenium, yodium, omega-3, minyak kelapa, antioksidan berupa vitamin A,C,E, B, dan juga zat besi.



-


Itulah beberapa penjelasan tentang hipotiroidisme yang merupakan salah satu penyakit tiroid yang kini cukup banyak diderita masyarakat Indonesia. Hal ini bisa disebabkan karena perubahan gaya hidup modern yang banyak dianut masyarakat khususnya masyarakat di daerah perkotaan. Banyak masyarakat yang tidak lagi menghiraukan pola makan dan pola hidup sehat sehari-harinya. 


Pada salah satu kasus pembengkakan kelenjar tiroid, biasanya dokter akan memberikan obat pembengkakan kelenjar tiroid yang harus anda konsumsi. Bagi anda yang ingin menjaga kesehatan tubuh terutama keseimbangan hormon pada kelenjar tiroid, anda dianjurkan untuk menjaga pola makan dan pola hidup anda. 


Mari kita beralih pada pola hidup sehat yang akan membuat tubuh kita menjadi tahan dari berbagai serangan penyakit maupun virus. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat untuk anda!!

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang