Apakah Indonesia akan menjadi negara yang berbeda seandainya dulu Indonesia dijajah oleh orang Inggris dan bukan orang Belanda?

Dilihat 4,04 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

galena penjajahan Belanda di Indonesia

Jika kita kembali mengingat ketika negara kita ini dijajah dahulu, hal tersebut tentu saja meninggalkan luka yang sangat mendalam. 


Rasa simpati yang muncul kala kita mendengar cerita tentang bagaimana penderitaan yang harus dialami rakyat Indonesia terdahulu berjuang melawan dan mengusir para penjajah dari bumi pertiwi ini. 


Jika kita mengingat kembali mengingat jaman penjajahan Belanda di Indonesia yang memiliki sejarah kependudukan terlama di Indonesia yaitu selama 3,5 abad, bagaimana rasa sakit serta penderitaan rakyat Indonesia saat itu di bawah kependudukan bangsa Belanda. Mereka yang awalnya datang untuk melakukan perdagangan, namun malah mengeksploitasi hasil bumi serta tenaga kerja Indonesia.


Tidak selesai hanya dengan bangsa Belanda, bangsa Jepang datang ke Indonesia pada tahun 1942, mengaku sebagai saudara tua Indonesia dan bahkan menyatakan akan mememerdekakan Indonesia. Jepang mengusir bangsa Belanda serta mengakhiri masa penjajahan Belanda di Indonesia


Tentu saja semua ini membuat senang bangsa Indonesia dan menyambut bangsa Jepang dengan suka cita. Banyak sekali perubahan di berbagai aspek yang diberikan oleh bangsa Jepang guna mencuri hati masyarakat Indonesia, seperti di bidang pemerintahan bangsa Jepang meresmikan bahasa Indonesia dan mengizinkan pengibaran bendera, selain itu Jepang juga merubah sistem pemerintahan Hindia Belanda dengan memberlakukan pemerintahan militer untuk sementara waktu, sedangkan jabatan gubernur dan jendral dihapuskan (agar tidak menimbulkan kekacauan). 


Pelan-pelan Jepang mulai menguasai Indonesia, mengibarkan bendera negara mereka dan pengibaran bendera merah putih yang awalnya diizinkan untuk berkibar, namun hal itu pun tidak bertahan lama. Penjajahan Belanda 3,5 abad pun tidak terasa tidak seberapa dibandingkan penjajahan Jepang di Indonesia selama 3,5 tahun. Dengan kejamnya mereka menyiksa dan mengeksploitasi seluruh hasil bumi Indonesia serta memperlakukan rakyat Indonesia dengan tidak manusiawi. 


Namun dengan usaha pejuang negara kita, akhirnya bangsa Indonesia bisa mendapatkan kemerdekaan yang sudah diimpikan sekian lama, mengusir para penjajah dan tumbuh berkembang menjadi Indonesia yang sekarang ini.

  
galena pendudukan jepang

Terkadang sering terlintas dipikiran kita bagaimana nasib Indonesia jika tidak dijajah oleh Belanda ataupun Jepang. 


Yang manapun itu sebenarnya tidak ada yang enak maupun menguntungkan. Ironisnya kita selalu berpikiran bahwa mungkin negara kita akan memiliki nasib yang berbeda kalau saja kita dijajah oleh Inggris. 


Walaupun pada kenyataannya tidak ada yang berbeda karena kita tetap dijajah. Kita selalu melihat bagaimana bekas negara jajahan Inggris seperti Malaysia, Kanda dan Singapura merupakan negara yang maju dan lebih berkembang daripada Indonesia, walaupun pada kenyataannya tidak semua negara jajahan Inggris menjadi negara yang maju dan makmur.


Kalau dilihat dari bagaimana Inggris menduduki negara jajahannya berbeda dengan bagaimana penjajahan Belanda dan penjajahan Jepang di Indonesia. Mari kita simak ulasan singkat di bawah ini yang mungkin menjawab pertanyaan anda.



Nasib Indonesia Jika Dijajah Oleh Inggris


Saya tidak berfikir akan ada banyak perbedaan. Dalam contoh, India memiliki HDI (human Development Index)/Indeks Pembangunan Manusia hampir sama seperti Indonesia. Malaysia sedikit lebih baik, tetapi saya pikir hal itu bisa dijelaskan dengan alasan lain selain alasan sejarah kolonialnya.  


Banyak bekas jajahan Inggris di Afrika juga miskin. Dan banyak bekas jajahan Inggris menjadi negara maju, menjadi negara-negara kaya, seperti Australia, USA dan Kanada. 


Sejarah memang memiliki peran dalam hal ini, tetapi anda tidak akan suka jawabannya. Selama masa penjajahan, ada dua tipe utama dari daerah jajahan, yaitu:


  • Daerah eksploitasi sumber daya seperti Indonesia, Malaysia dan India. Negara penjajah menguasai daerah-daerah ini untuk menguasai sumber dayanya, misalnya sumber daya alam dan manusia. Untuk jajahan seperti ini, para penjajah kolonial hanya mengirim dan membangun secukupnya, agar sumber daya ini bisa dimanfaatkan secara optimal. Tujuan mereka adalah agar bisa memanfaatkan sumber daya, menjadi kaya,   bukan untuk menjadikan daerah jajahannya sebagai tempat tinggal . 
  • Sebaliknya, ada juga daerah koloni atau pemukiman, seperti USA, Australia, Kanada. Bukannya memanfaatkan penduduk setempat, mereka datang untuk menjadikannya tempat tinggal mereka. Mereka membangun negeri baru bergaya Eropa, agar para pemukim bisa hidup di negara yang maju dan terus menerus tanpa tergantung pada penduduk asli. Para penduduk asli didominasi, dikalahkan dan diusir sedemikian rupa (dengan senjata atau penyakit) sehingga jumlahnya sangat sedikit dan tidak terlalu berinteraksi dengan pemukim dari Eropa.


Ketika bangsa Eropa datang ke Indonesia, sudah sangat banyak penduduknya sehingga tidak bisa dihancurkan oleh senjata  atau dilenyapkan dengan penyakit oleh bangsa Eropa. Khususnya Pulau Jawa,  tanah yang paling layak huni. Siapapun penjajah yang mendominasi Indonesia, Inggris atau Belanda , karena faktor penduduk, perlawanan dan iklim diatas tidak mungkin mereka mendirikan negara baru tipe koloni. 


Secara pribadi, saya tidak suka dengan pertanyaan seperti ini, seolah-olah Indonesia tidak mempunyai kendali atas nasibnya sendiri, karena menganggap kemajuan bangsa ditentukan oleh sejarah kolonialnya.


Selain itu, ada sedikit perbedaan dalam sistem edukasi. Bangsa Inggris walaupun mereka mengeksploitasi sumber daya, mereka juga berusaha untuk mendidik bangsa yang mereka jajah walaupun tetap dalam batas yang wajar menurut mereka. 


Berbeda dengan bangsa Belanda yang tidak terlalu menekankan ilmu pendidikan kepada negara jajahannya agar mereka gampang patuh dan tidak melawan. Jika kita melihat jumlah orang yang terpelajar dalam bahasa kolonial, orang yang menjadi lebih terpelajar dalam bahasa Inggris dan mendapatkan pendidikan lebih tentang teknik modern karena kolonialisme lebih tinggi sehingga menjadi bahasa pengantar bagi yang terpelajar. 


Di Indonesia, tidak banyak pula dari kita yang menggunakan bahasa Belanda. Ratusan tahun yang lalu ada tradisi yang kuat tentang pendidikan di India, ingat Nalanda dan bagaimana kerajaan Indonesia mengirim murid mereka yang paling cemerlang untuk menuntut ilmu di sana.


Bukan berarti nasib bangsa kita tergantung bangsa mana yang menjajah Indonesia. Kita punya banyak orang-orang yang kompeten dan berpendidikan sekarang ini. Tidak ada pengaruhnya dengan bangsa yang menjajah kita atau apapun itu yang ditinggalkan dari para penjajah kita. Semua kembali lagi kepada kita sendiri, bagaimana kita ingin merubah keadaan negeri kita ini menjadi negeri yang lebih baik lagi.

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang