Apakah Indonesia bisa menjadi Negara Meritokrasi?

Dilihat 1,16 rb • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Meritokrasi. Mungkin masih terdengar agak asing istilah ini ya. Apa sih sebenarnya meritokrasi? 


Dalam pengertian yang terbatas meritokrasi atau merit system adalah sebuah sistem yang menekankan kepada kepantasan seseorang untuk menduduki posisi atau jabatan tertentu dalam sebuah organisasi. Mereka dipilih berdasarkan prestasi, kemampuan atau keahlian yang dimiliki.


Sebagai gambaran yang mudah, mari bayangkan meritokrasi berjalan di dalam suatu organisasi yang kecil, yaitu ketika bekerja di dalam sebuah perusahaan. Merit Sistem yang diterapkan di dalam perusaahan akan terlihat ketika pembayaran gaji didasarkan pada kinerja karyawan yang bersangkutan, semakin tinggi kinerja yang diraih karyawan akan semakin tinggi pula kenaikan gajinya. 


Penerapan sistem penggajian seperti ini oleh beberapa kalangan dianggap sebagai suatu sistem yang rasional dan berkeadilan, karena penghasilan atau penghargaan yang diberikan kepada karyawan disesuaikan dengan kinerja karyawan tersebut dan kompensasi yang diberikan akan dihitung berdasarkan hasil penilaian kinerja setiap karyawan secara individu. Hasil penilaian kinerja inilah yang akan mencerminkan karyawan tersebut layak mendapatkan penghargaan atau tidak.


Nah, setelah mendapatkan gambaran ketika meritokrasi diterapkan di dalam perusahaan, pertanyaan berikutnya adalah bagaimana jika meritokrasi diterapkan didalam suatu pemerintahan? Dapatkan sistem pemerintahan Indonesia menerapkan sistem ini dengan baik? Untuk mendapatkan jawabannya, yuk simak ulasan berikut ini sampai tuntas ya..



Sistem Pemerintahan Indonesia




Sebelum menjawab pertanyaan diatas apakah sistem meritokrasi dapat diterapkan di Indonesia, saya akan mencoba mengulas mengenai sistem pemerintahan dan sistem politik di Indonesia terlebih dahulu.


Sistem pemerintahan adalah cara pemerintah dalam mengatur semua yang berkaitan dengan pemerintahan yang merupakan suatu tatanan utuh yang terdiri atas berbagai komponen pemerintahan yang saling bekerja sama dan saling mempengaruhi untuk mencapai tujuan dan fungsi pemerintahan yang telah ditetapkan. 


Seperti yang kita semua telah ketahui, bahwa sistem pemerintahan Indonesia saat ini menganut Sistem Pemerintahan Presidential. Hal ini berdasarkan pada Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi: “Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik”. 

Dari ayat tersebut dapat dijabarkan bahwa bentuk negara Indonesia adalah kesatuan, artinya Indonesia adalah negara berdaulat yang diselenggarakan sebagai satu kesatuan tunggal dimana pemerintah pusat adalah yang tertinggi.

 

Selain itu Pasal 1 Ayat 1 UUD 1945 juga menyatakan Negara Indonesia berbentuk republik, artinya bahwa tampuk pemerintahan bersumber dari rakyat, sehingga Indonesia dipimpin atau dikepalai oleh seorang presiden. Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan sebagai kepala negara dan sekaligus kepala pemerintahan. 

Hal ini juga didasarkan pada Pasal 4 Ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi, "Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar." Pasal tersebut menjadi penegasan bahwa Presiden adalah satu-satunya orang yang memimpin seluruh pemerintahan dengan dibantu oleh seorang wakil Presiden. 


Akan tetapi, tetap saja presiden dalam menjalankan pemerintahan tidak boleh menyimpang dari peraturan undang-undang yang berlaku dan karena Indonesia adalah negara hukum, maka Presiden juga terikat pada hukum tak tertulis, yang tidak termuat dalam undang-undang.


Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sistem pemerintahan Indonesia menurut UUD 1945 tidaklah menganut suatu sistem dari negara manapun, melainkan suatu sistem yang khas bagi bangsa Indonesia.


Menurut UUD 1945, kedudukan Presiden adalah sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan dan sistem ketatanegaraan dimana kepala pemerintahannya adalah Presiden dinamakan sistem Presidential. Presiden memegang kekuasaan tertinggi negara di bawah pengawasan Majelis Permusyawaratan Rakyat. Presiden berkuasa penuh menunjuk wakil dan menteri-menteri untuk membantu menjalankan pemerintahan.




Sistem Politik di Indonesia




Sistem politik Indonesia adalah sistem politik yang berdasarkan demokrasi di mana keputusan tertinggi berada di tangan rakyat. 


Adapun sistem politik demokrasi yang dianut di Indonesia adalah sistem demokrasi Pancasila, yaitu suatu sistem demokrasi yang pelaksanaannya mengutamakan asas musyawarah mufakat untuk kepentingan bersama yang bersumber pada kepribadian dan falsafah hidup bangsa Indonesia. 


Semua kebijakan pemerintah harus berdasarkan keputusan musyawarah dan sesuai dengan jiwa Pancasila, sehingga harus dapat menampung perbedaan pendapat antara yang satu dengan yang lainnya. 


Adapun ciri khas Demokrasi Pancasila adalah:


  • Bersifat kekeluargaan dan gotong royong dengan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa 
  • Menghargai hak asasi manusia serta menjamin hak-hak minoritas
  • Pengambilan keputusan berdasarkan atas musyawarah untuk mufakat
  • Negara berdasarkan atas hukum 
  • Ketidaksetujuan terhadap kebijakan pemerintah dinyatakan dan disalurkan melalui wakil-wakil rakyat 
  • Pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas dan rahasia 



Namun tidak dapat dipungkiri, penerapan sistem poitik di Indonesia yang berdasarkan atas demokrasi Pancasila saat ini belum berjalan dengan sempurna. Kenyataannya, walaupun keputusan tertinggi berada di tangan rakyat, rakyat tetap tidak mampu menciptakan kesejahteraan yang merata bagi masing-masing individu di dalamnya. 


Inilah yang menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua, bagaimana menata sendi kehidupan dan sistem politik agar dapat berjalan sebagaimana mestinya, sesuai dengan ciri khas demokrasi yang sesungguhnya.



Apakah Indonesia bisa Menerapkan Sistem Meritokrasi?


Saya akan menjawab pertanyaan di atas. Menurut pendapat saya: Ya, mungkin saja, meskipun sulit. Setelah memahami sistem pemerintahan dan sistem politik yang dianut di Indonesia sebenarnya dapat diambil intisari bahwa sistem negara Indonesia tidaklah mengambil atau menganut suatu sistem dari negara manapun melainkan suatu sistem yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Suatu sistem yang memiliki identitas dan berciri khas sebagai bangsa Indonesia.


Merit Sistem bukan tidak mungkin diterapkan di negara ini, sepanjang sistem ini baik dan sesuai dengan Pancasila serta UUD 1945, tentulah bisa diterapkan. Apalagi di dalam meritokrasi sangatlah menjunjung prinsip keadilan, dimana bentuk penghargaan akan diberikan kepada seseorang sesuai dengan kinerja yang selama ini dijalankan atau diberikan


Apabila meritokrasi diterapkan, maka seseorang yang tidak memiliki kemampuan atau bahkan orang “titipan” (istilah untuk nepotisme) tidak akan bisa menduduki posisi penting di dalam pemerintahan secara tiba-tiba. Merit adalah pencapaian, kontribusi dan prestasi.


Meritokrasi sebagai suatu bentuk pemerintahan adalah sebuah sistem di mana para pemimpin dipilih berdasarkan prestasi, kemampuan dan kualifikasi terbaik. Orang-orang dalam meritokrasi biasanya bekerja secara bertahap dalam pemerintahan, memulai dari jenjang rendah kemudian menanjak seiring dengan waktu, pengalaman, dan prestasi.


Dalam beberapa contoh, hal ini mungkin tidak akan jauh berbeda dari bentuk pemerintahan lain yang juga harus berawal dari level rendah. Bedanya, dalam meritokrasi seseorang akan menaiki jenjang yang lebih tinggi didasarkan pada prestasi bukan sekedar urutan senioritas atau koneksi dengan pejabat penting.


Indonesia –setidaknya sampai saat ini- belum menganut sistem meritokrasi secara murni. Dalam meritokrasi, seseorang bisa maju ke tingkat tertinggi – bahkan menjadi pemimpin negara – tanpa harus khawatir terhadap pertimbangan atau kepentingan politik tertentu. Hal seperti ini belum sepenuhnya bisa berjalan di Indonesia. 


Memang ada beberapa pos-pos penting dalam pemerintahan yang diisi oleh orang-orang yang kompeten dan ahli di bidangnya, namun tak dapat dipungkiri banyak penunjukan jabatan diberikan kepada seseorang yang bukan ahlinya, hal itu terjadi karena melibatkan pertimbangan politik. Banyak pengamat yang menilai bahwa pemberian jabatan kepada seseorang terkadang didasarkan sebagai bentuk balas budi atau rasa terima kasih terhadap elite atau partai poitik tertentu, bukan karena prestasi atau kemampuan yang dimiliki. 


Ini adalah sebuah kenyataan yang harus kita benahi. Partai politik mempunyai tugas utuk melahirkan kader-kader yang cerdas, berwawasan dan berprestasi, sehingga ketika memang diamanatkan memegang suatu posisi tertentu, maka posisi tersebut akan dititipkan kepada kandidat yang berkualitas, bukan hanya sembarang tunjuk.




Oleh karenanya, untuk saat ini - di Indonesia khususnya- meritokrasi memang belum bisa diterapkan secara langsung, semua butuh proses dan pasti akan menemukan hambatan.


Meritokrasi memang kerap dianggap sebagai suatu bentuk sistem yang adil karena memberikan tempat kepada mereka yang berprestasi untuk duduk sebagai pemimpin, akan tetapi sistem ini bukan berarti tidak memiliki kekurangan, beberapa ahli berpendapat bahwa meritokrasi memiliki unsur diskriminatif karena kurang memberi tempat bagi mereka yang memiliki keterampilan tetapi tidak cukup cerdas atau tidak berkesempatan mendapatkan pendidikan tertentu. 


Apapun itu, setiap hal pasti memiliki sisi positif dan sisi negatif, ada kelebihan pasti juga ada kekurangan. Menurut pendapat saya, ambil sisi baiknya, kita bisa melihat bahwa meritokrasi menjunjung pendidikan, wawasan, ketrampilan dan prestasi. Jika masyarakat kita sadar bahwa mereka bisa maju karena prestasi, maka mereka mungkin akan terpacu untuk melakukan hal-hal yang akan membuka peluang tersebut, mereka akan merubah pola pikir, bekerja dan belajar lebih keras untuk membuktikan bahwa diri mereka mampu. 


Jadi, ambil sisi positif dari sistem ini, hingga suatu saat semoga kita bisa mengapliksikan sistem ini bukan hanya dalam bidang pemerintahan, namun dalam berbagai aspek kehidupan.


Nah, itulah sekilas uraian dari saya mengenai meritokrasi. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita semua ya…


Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang