Apakah Indonesia sedang menghadapi krisis ekonomi? Apa pendapatmu mengenai hal ini?

Dilihat 1,41 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Saya berpikir mengenai bagaimana kebijakan ekonomi Indonesia berubah dari kebijakan jangka pendek menjadi kebijakan jangka panjang. Menurut saya pribadi, ini adalah pilihan yang tepat. Karena ini merupakan satu - satunya cara untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di masa depan. Hal yang menarik adalah, karena nilai merupakan objek yang imajiner (tegantung dari subjektifitas seseorang) terkadang krisis bisa saja terjadi.


Penyebab dan teori terjadinya krisis seringkali bukan merupakan hal yang logis, namun lebih bersifat psikologis. Krisis tersebut tidak pedul apakah sebuah negara membuat kebijakan dan keputusan yang bagus atau tidak. Sama seperti pernikahan, krisis dapat terjadi ketika sejumlah besar orang kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan, dan seringkali hal tersebut dikarenakan sesuatu yang tidak masuk akal atau bahkan konyol. 


Untuk mengerti apa yang saya maksud, teruslah membaca jawaban ini: Kemana perginya uang ketika terjadi resesi? Ada satu hal yang perlu kamu tahu tentang uang: uang itu tidak nyata. Saya tidak mengatakan ini sebagai seorang hippi yang anti dengan kekayaan dan memiliki perspektif kebudayaan yang berlawanan, yang saya maksud adalah uang itu murni merupakan sebuah konsep teoritis.


Uang bukan merupakan hal yang radikal, melainkan sesuatu yang diketahui oleh para ahli ekonomi. Uang yang kamu punya di dalam dompet atau rekening bank mu atau sejenisnya hanya merupakan bagian kecil dari perekonomian sebuah negara. Sedangkan hal - hal lainnya terdiri dari nilai saham dan valuasi properti dan seterusnya. Semua nilai - nilai yang terkait dengan bisnis, pekerjaan, dan kehidupan hanya ada di dalam kepala kita.Ketika kita kehilangan kepercayaan terhadap itu semua, semuanya akan runtuh. Bahkan uang yang sebenarnya pun hanya memiliki nilai sebesar yang kita tentukan. 


Jika orang - orang kehilangan kepercayaan terhadap suatu mata uang, maka mata uang tersebut akan mulai kehilangan nilainya dan inilah yang terjadi pada beberapa mata uang dalam sejarah. Tidak percaya? Coba kita lihat perumahan sebagai salah satu contoh nyata. Pilihlah sebuah rumah. Berapa nilai rumah tersebut? Kamu tidak akan bisa menjawabnya tanpa melihat pada pasaran rumah di sekitarnya. Bentuk dan tampilan rumah tersebut hanya mempengaruhi sebagian dari nilai rumah tersebut, sedangkan sebagian besar lagi dipengaruhi oleh kekuatan pasar, yang terus berubah seiring dengan perubahan persepsi orang - orang.


Untuk mendapatkan estimasi mengenai nilai rumah tersebut saat ini, kamu akan melihat pada harga berapa orang bersedia membayar untuk jenis rumah yang sama di area tersebut. Masalahnya adalah, seseorang akan menentukan nilai yang bersedia mereka bayar berdasarkan keyakinan bahwa orang lain mau membayar dengan harga yang sama untuk rumah tersebut (dengan begitu mereka dapat menjualnya tanpa harus menanggung kerugian yang besar). Kalau mereka berhenti mempercayai hal itu, mereka akan membayar lebih murah, yang berarti rumah tersebut juga akan bernilai lebih rendah. Tidak ada yang berubah, kecuali persepsi orang - orang.


Sekarang, coba kita lihat seandainya rumah tersebut merupakan sebagian besar dari aset yang dimiliki oleh pemiliknya. Jika nilai rumah tersebut turun, pemiliknya akan kehilangan uang, walaupun sebenarnya belum ada aliran uang yang berpindah, tapi persepti tentang nilai sudah mengalami penguapan. Mengerikan ya? Benar sekali.


Kita hidup di masyarakat yang kompleks dan saling berhubungan dan fungsi ekonomi kita hanya dapat berjalan jika orang - orang tertap mempercayainya. Dampak dari ekonomi memang nyata, tapi hal tersebut terjadi karena kita berpikir bahwa hal itu dapat terjadi. Ketika orang - orang kehilangan kepercayaan terhadap perekonomian, maka perekonomian tersebut akan mengalami kehancuran dengan sendirinya yang pada akhirnay akan membuat lebih banyak orang kehilangan kepercayaan dan seterusnya.


Pertumbuhan ekonomi yang merupakan hal yang nyata dan penting memiliki cara kerja yang mirip seperti peri - peri dalam dongen Peter Pan, kalau kita tidak percaya kepadanya, maka hal tersebut akan mati. Bagaimana degan krisis Yunani? Kemana semua uang tersebut pergi? Coba bayangkan seorang seniman yang membuat 10 salinan terbatas dari lukisannya. Dia menjual salinan pertama pada Adam seharga 1 juta. Dia menjual yang kedua kepada Beyonce seharga 1 juta. Dia menjual yang ketiga sampai kesembilan kepada Charlie, Davina, Edward, dsb.. seharga 1 juta. Lalu dia menjual salinan terakhirnya kepada Jimmy, tapi bukan seharga 1 juta, melainkan seharga 10 juta. Adam, Beyonce, Charlie, dan yang lain merasa sangat beruntung. Mereka mengatakan kepada perusahaan asuransi bahwa mereka memiliki lukisan seharga 10 juta.

Yang kemudian diketahui oleh perusahaan asuransi adalah, bahwa saat ini ada 10 lukisan yang masing - masingnya bernilai 10 juta, atau bahkan mungkin 100 juta. Beyonce membutuhkan pinjaman, jadi dia kemudian mendatangi pedagang seni yang menawarkan untuk memberi pinjaman sebanyak 5 juta dengan bunga 15%. Tapi dengan jaminan bahwa jika Beyonce tidak bisa membayar hutangnya, maka pedagang seni tersebut akan mendapatkan lukisannya. Charlie melakukan hal yang sama, begitu pula dengan Dave serta yang lainnya. 


Tapi Adam menghadapi masalah. Dia dipecat dari perusahaannya dan tidak memiliki penghasilan. Dia tidak bisa mendapatkan pinjaman sehingga dia harus menjual lukisannya. Tapi satu - satunya yang mau membeli lukisannya adalah Katy yang menawarkan uang sebesar 1 juta. Karena Adam perlu uang cepat, maka dia menerima tawaran itu. Tiba - tiba, harga lukisan tersebut berubah menjadi hanya 1 juta, bukan lagi 10 juta. Jadi 9 juta menguap begitu saja. Jamie yang tidak pernah melakukan pinjaman apapun, harus menanggung kerugian sebesar 9 juta tersebut. Tapi pedagang seni juga harus menanggung kerugian 72 juta. Beyonce, Charli serta yang lainnya kemudia kehilangan pekerjaannya.


Masalahnya adalah, pedagang seni tersebut seperi orang Rusia - dia memiliki uang di atas kertas tapi tidak punya harapan untuk mendapatkannya kembali. Beyonce, Charlie dan yang lainnya juga tidak lepas begitu saja. Mereka tetap berhutang dan pada akhirnya harus mengembalikan uang tersebut, atau paling tidak mendapatkan pekerjaan mereka kembali. Lalu datangnya orang Jerman yang menawarkan uang 2 juta kepada pedangan seni sebagai pinjaman. Orang Jerman itu bisa saja mendapatkan keuntungan, seandainya hutangnya dibayarkan. Tapi semua orang mengalami kerugian, karena Jamie membayar terlalu mahal untuk lukisan tersebut dan pedagang seni percaya bahwa akan ada Jamie - Jamie lainnya di masa yang akan datang. 


Hal yang sangat disayangkan saat ini adalah, ada banyak sentimen pesimis terhadap pasar Indonesia, para investor terlihat ketakutan (walaupun mereka sendiri tidak tahu kenapa) dan sebagian orang Indonesia juga terlihat takut. Kamu juga terlihat ketakutan. Jadi ya, kalau menurut saya, kita berada di tepi sebuah krisis ekonomi. 


Tapi hal yang menarik adalah, krisis ekonomi memberikan banyak kesempatan dan peluang bagi kita. Ketika harga aset - aset berjatuhan, itulah saat yang baik untuk membeli. Seperti yang dikatakan orang - orang "belilah ketika ada darah di jalanan", yang artinya belilah ketika ada yang meninggal karena kamu bisa membeli degan harga murah. Ketika terjadi krisis, ada banyak darah dan orang - orang yang sekarat di jalan, dan kalau kamu punya uang tunai, emas atau mata uang asing, kamu hanya perlu datang ke jalanan dan membeli dalam jumlah besar. 


Jadi ya... Walaupun saya tidak bisa memprediksi apakah kita akan benar - benar menghadapi krisis ekonomi atau tidak, saya yakin kita hidup di masa yang sangat menarik di Indonesia. 


*) Jangan percaya pada seseorang yang mencoba untuk memprediksi apakah sebuah negara akan mengalami krisis ekonomi atau tidak. Tidak ada seorangpun yang bisa memprediksi masa depan, lebih baik mengandalkan analisamu sendiri. Simpanlah uang untuk masa - masa sulit, rencananya investasimu dan teruslah belajar. Seperti kata Isaac Newton, "Saya bisa menghitung gerakan benda - benda langit, tapi tidak dengan kegilaan orang".

Terjawab sekitar 3 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang