Apakah infeksi sinus dan sakit kepala merupakan gejala awal HIV?

Dilihat 6,53 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Ada banyak sekali virus yang ditularkan melalui perantara manusia ataupun alam dan menyebabkan penyakit yang berbahaya. Salah satunya adalah HIV yang dapat menyebabkan AIDS karena virus ini belum ditemukan obatnya dan bisa mengakibatkan kematian bagi penderitanya. 


Virus HIV dikenal sebagai salah satu virus yang mematikan dan bisa dengan mudah menular dari satu individu ke individu lainnya. 


Mekipun telah lama menjadi perhatian seluruh dunia, tetapi masih banyak orang yang tidak mengetahui seperti apa gejala HIV yang sebenarnya. Padahal, sebaiknya kita mengetahui ciri-ciri orang terkena HIV agar virus ini bisa ditangani secepatnya dan tidak berkembang menjadi penyakit AIDS.



Penyakit HIV


Penyakit HIV/AIDS


HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. 


Virus yang menyebabkan penyakit AIDS ini muncul akibat melakukan hubungan seksual dengan orang yang berbeda atau menular melalui cairan tubuh (bukan keringat dan liur), bisa melalui penggunaan jarum suntik saat menggunakan narkoba secara bergantian hingga air susu ibu. 


Cara mengobati HIV, penderita HIV biasanya hanya akan diberikan obat anti retroviral atau ARV untuk membuatnya tetap kuat melawan virus dari luar tubuh tetapi hal ini tetap saja kurang efesien jika diberikan pada penderita yang sudah mengidap AIDS. 


Sedangkan, AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan tahap akhir dari perkembangan virus HIV yang biasanya merupakan gejala kronis pada penderitanya. 


Terkadang seseorang yang mengidap HIV tidak menyadari bahwa dirinya terkena virus ini karena tubuhnya tidak menunjukkan gejala penurunan kesehatan yang drastis. 


Cara mengetahui HIV adalah dengan mengetahui gejala-gejala yang ditimbukan HIV dan juga tahapan penyebaran virus HIV dalam tubuh. 


Tahap awal HIV adalah serokonversi, tahap keduanya merupakan tahap dimana gejala HIV tidak muncul dan penderita merasa seperti orang sehat, dan tahap ketiga adalah tahap ketika HIV berubah menjadi AIDS yang merupakan tahap akhir dari HIV. 



Virus HIV

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa tahap HIV menyerang tubuh manusia:



1. Tahap Pertama


Tahap pertama dari virus HIV adalah mirip dengan seseorang yang terkena gejala flu atau infeksi sinus. Gejala ini biasanya akan muncul seminggu setelah seseorang terjangkit HIV. 


Apakah infeksi sinus dan sakit kepala merupakan gejala awal HIV? 


Ya, bisa jadi. Gejala awal HIV biasanya menunjukkan adanya infeksi sinus pada penderitanya. Banyak sekali penderita HIV merasakan gejala sinus yang disertai dengan sakit kepala pada awalnya. 


Mereka menganggap bahwa infeksi sinus yang muncul adalah gejala flu biasa, namun sebenarnya itu bisa menjadi tanda awal anda terserang virus HIV. Maka dari itu anda harus lebih waspada. Virus HIV juga terkadang tidak menimbulkan gejala apapun setelah seseorang terjangkit virus ini selama beberapa tahun. 


Untuk itu, terkadang ciri-ciri orang terkena HIV tidak bisa diprediksi tanpa ada bantuan medis karena biasanya kita akan mengira gejala HIV adalah gejala sakit biasa. 

Tahapan awal dari penyebaran HIV di tubuh ini disebut sebagai serokonversi. 


Berikut adalah gejala HIV umum yang dirasakan oleh 8 dari 10 orang penderita HIV:


  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Muncul ruam di bagian tubuh, tetapi tidak gatal
  • Pembengkakan noda limfa
  • Diare
  • Nyeri otot
  • Nyeri persedian
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan

Gejala di atas biasanya akan bertahan selama satu hingga dua bulan bahkan lebih dan merupakan pertanda bahwa antibodi dalam tubuh sedang melawan virus yang masuk ke dalam tubuh. 


Tetapi tentu saja belum tentu menandakan bahwa anda terjangkit HIV, anda harus melakukan pemeriksaan berupa tes HIV di rumah sakit untuk mengetahui dengan jelas apakan anda terkena virus HIV atau tidak. 


Tahap kedua penyakit HIV

2. Tahap Kedua


Pada tahap ini, gejala HIV pada tahap pertama akan menghilang dan tidak menimbulkan gejala yang lebih lanjut. 


Tahap kedua HIV ini juga disebut sebagai masa jendela dimana tubuh tidak menunjukkan tanda-tanda sakit apapun dan penderita merasa seperti orang sehat. Tetapi sebenarnya virus di dalam tubuh sudah mulai menyebar dan merusak banyak jaringan tubuh manusia. 


Tujuan utama virus HIV adalah merusak sistem kekebalan tubuh. Di tahap kedua ini mungkin banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya terjangkit virus HIV yang mematikan karena tidak menunjukkan gejala penurunan kesehatan sama sekali. 


Pada tahap kedua ini virus HIV sudah bisa menular dari satu individu ke individu yang lain terutama jika bersentuhan langsung dengan darah atau jaringan kulit penderita HIV yang biasanya sering terjadi dari pemakaian jarum suntik secara bergilir.


Penyakit AIDS


3. Tahap Ketiga


Tahap ketiga pada penyebaran HIV di tubuh manusia memang tidak dapat diketahui secara jelas kapan akan terjadi setelah penderita HIV melewati tahap kedua. 


Tetapi jika telat dalam penanganan HIV sejak tahap pertama tubuh pasien HIV akan kehilangan kemampuan untuk melawan berbagai jenis infeksi dari luar. Tahap akhir pada HIV juga dikenal dengan nama AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). 


Pada kondisi ini, HIV bertransformasi menjadi virus yang lebih ganas. 


Berikut adalah beberapa gejala yang biasanya dirasakan oleh para penderita AIDS:


  • Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari
  • Mudah merasa lelah setiap saat
  • Berkeringat pada malam hari
  • Penurunan berat badan yang drastis
  • Sesak napas
  • Mengalami diare parah
  • Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, dan vagina
  • Mudah memar dan berdarah tanpa sebab

Pada hahap ini penderita HIV akan beresiko terkena beberapa penyakit mematikan misalnya kanker, TBC, pneumonia dan lain sebagainya. 


Hal ini karena tidak ada kemampuan tubuh untuk dapat menangkal virus ataupun infeksi dari luar tubuh. Jadi penderita HIV/AIDS tidak memiliki spesifikasi penyakit tertentu tetapi lebih kepada penurunan metabolisme tubuh dan hilangnya kemampuan tubuh melawan infeksi dari luar. 


Pada tahap akhir HIV, tubuh tidak lagi bisa melawan infeksi dan virus penyakit dari luar. Resiko penderita HIV/AIDS akan lebih mudah terserang beberapa penyakit yang mematikan menjadi lebih besar.


Melakukan tes HIV sebagai penanggulangan

Tentunya dengan penanganan yang tepat sejak awal, penderita HIV akan mengurangi resiko HIV berkembang menjadi AIDS. 


Masalahnya, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya terkena HIV karena memang sulit sekali membedakan gejalanya dengan gejala penyakit biasa. 


Selain itu pada tahap kedua penyakit ini, tubuh penderita tidak akan menunjukkan penurunan kesehatan yang berarti, sehingga penderita HIV menyangka dirinya sehat dan bugar.

 

Satu-satunya cara untuk memastikan apakah tubuh anda terjangkit virus HIV atau tidak hanyalah dengan melakukan tes HIV dan sebaiknya sesegera mungkin agar anda bisa mendapatkan penanganan awal, jika anda memang positif terjangkit HIV.


-


Itulah ciri-ciri orang terkena HIV dan beberapa tahap penyebaran HIV sampai bagaimana HIV berkembang menjadi AIDS yang lebih berbahaya. 


HIV memang sulit untuk dapat diketahui secara kasat mata dari gejalanya, untuk itu perlu dilakukan tes HIV untuk memastikannya. Pengobatan HIV sejak dini akan menanggulangi penyakit HIV memperburuk kondisi tubuh anda. 


Selain itu, mengobati HIV sejak awal bisa menghindari perkembangan HIV menjadi AIDS yang mematikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda. 

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang