Apakah kamu dapat mengalami orgasme sebelum pubertas?

Dilihat 1,84 rb • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
2 Jawaban 2

Berbicara tentang orgasme memang menjadi hal yang tabu untuk dibahas di kalangan masyarakat terutama di negara kita Indonesia ini. Tidak jarang orang tua lebih memilih membungkam mulut atau mensensor topik tentang seks terhadap anaknya. Sehingga anak kurang mendapat pendidikan seks sejak dini. Jika orang tua tidak membuka ruang yang jujur untuk tanya jawab mengenai pendidikan seks, maka jangan salahkan jika anak kemudian mencari sendiri jawaban tersebut melalui tayangan porno. Tak hanya itu, orang tua pun seringkali merasa canggung untuk mendiskusikan perilaku anak yang menuju ke arah pencarian kenikmatan seksual, seperti masturbasi. Namun kita juga bertanya-tanya apakah orgasme dapat dialami seseorang sebelum pubertas? Beberapa orang tua mungkin sudah mengetahui bahwa anak kecil juga melakukan masturbasi. USG bahkan menangkap janin melakukan sesuatu yang mirip seperti masturbasi di dalam rahim.


Berdasarkan pemaparan para ahli Psikologi dan Biologi, orgasme dapat dialami sebelum pubertas. Yang kita bicarakan adalah anak - anak dengan usia 6 - 8 tahun atau mungkin lebih dari usia tersebut, dan banyak orang dewasa yang bisa mengingat dengan jelas bahwa mereka mengalami orgasme pada usia tersebut.


                       pubertas

Fase-fase Pubertas Dan Perkembangan Psikoseksual


Masa pubertas setiap individu baik perempuan atau laki-laki cukup bervariasi. Bukan lagi hal yang jarang bagi para dokter untuk melihat payudara serta rambut kemaluan yang mulai tumbuh pada anak usia 9 tahun.


Pada masa perkembangannya, anak akan mengalami perkembangan seksual yang meliputi perkembangan fisikoseksual (perkembangan secara biologik dan fisiologik) dan perkembangan psikoseksual. Kedua jenis perkembangan ini harus berjalan selaras agar kehidupan seksual menjadi normal.

Freud membagi perkembangan psikoseksual pada masa anak menjadi 4 fase.

  1. Fase oral: berlangsung sejak bayi lahir sampai usia 1-2 tahun. Pada fase ini, mulut merupakan pusat kenikmatan bagi bayi. Karena itu bayi senang menyusu dan mengisap.
  2. Fase anal: berlangsung mulai usia 2-4 tahun. Pada fase ini, daerah dubur dan sekitarnya, seperti uretra (saluran kencing), merupakan pusat kenikmatan. Perasaan senang atau nikmat dirasakan ketika anak menahan buang air besar atau air kecil.
  3. Fase falus: mulai usia 4-6 tahun. Anak merasakan alat kelaminnya sebagai bagian yang menyenangkan, anak senang mempermainkan kelaminnya. Sebagian anak, baik laki-laki maupun perempuan, bahkan dapat mencapai orgasme.
  4. Fase laten: pada usia sekolah. Anak tidak lagi memusatkan perhatian kepada kelaminnya. Bahkan anak seakan-akan lupa bahwa kelaminnya merupakan bagian yang menyenangkan. Tetapi pada bagian akhir fase laten, yaitu pada masa menjelang remaja, perhatian terhadap kelamin mulai muncul lagi. Setelah itu anak memasuki masa remaja.

Keempat fase itu menunjukkan bagaimana anak menyadari ada bagian tubuh tertentu yang memberikan perasaan senang.

Perilaku anak pada fase falus atau yang disebut juga fase genital sebenarnya
merupakan suatu bentuk masturbasi yang tidak direncanakan. Artinya perilaku ini muncul begitu saja tanpa ada yang menyuruh. Mengapa? Karena pada masa itu anak mulai menyadari bagian kelamin menyenangkan bagi dirinya.             

Banyak orangtua merasa khawatir atau merasa tidak senang melihat anaknya melakukan itu. Padahal dulu ketika kecil, mereka juga melakukan seperti itu. Kekhawatiran muncul karena orangtua tidak mengerti bahwa itu adalah sebagian perkembangan psikoseksual anak.


          respon orang tua saat melihat anak masturbasi


Penyebab lain, karena kesalahan informasi atau mitos tentang masturbasi, yang dianggap dapat menyebabkan berbagai penyakit, dan secara moral dianggap dosa. Karena itu tinjauan secara ilmiah harus diketahui oleh masyarakat, karena didasarkan pada banyak penelitian yang berarti mengandung kebenaran yang obyektif.

Perasaan tidak nyaman orangtua mungkin juga muncul kalau anak melakukannya di depan orang lain, misalnya ketika ada tamu. dalam keadaan seperti ini, sikap yang tepat ialah tidak memarahi anak. Orangtua dapat mengalihkan perhatian anak, misalnya dengan memberinya permainan.

Tetapi pada dasarnya orangtua tidak perlu khawatir, karena masa itu akan dilalui, dan anak masuk ke fase laten. Pada fase ini, anak tidak lagi terlalu memperhatikan kelaminnya. Perhatian terhadap kelamin muncul kembali setelah anak menjadi remaja. Pada masa remaja, masturbasi menjadi sering dilakukan lagi karena dorongan seksual muncul akibat pengaruh hormon testosteron.

        

Singkatnya, anda mempunyai pertanyaan  bagus mengenai kemampuan untuk orgasme. Berdasarkan pendapat para ahli psikologi dan biologi kita tahu bahwa orgasme dapat terjadi sebelum masa pubertas berakhir, tapi kita tidak tahu apakah orgasme dapat terjadi sejak bayi, atau hanya setelah terjadi perubahan hormon ketika pubertas dimulai. Setelah melakukan penelitian di internet, saya menemukan di beberapa tempat bahwa orang - orang menyebutkan bahkan anak TK pun bisa orgasme, tapi saya tidak bisa menemukan apapun dari penelitian lengkap atau observasi klinis.


Mungkin cerita ini bisa menjawab pertanyaan anda:


"Anak saya yang berusia 5 tahun suka menggosok - gosok dirinya ketika dia sedang tiduran di manapun. Di tempat tidur, di mobil, dan sekarang di sekolah.

Saya mengamati ketika dia melakukannya dan kelihatannya dia merasakan semacam reaksi seksual. Karena wajahnya yang memerah dan napasnya dan dia juga akan bergoyang atau kejang ketika melakukannya. Gurunya memanggil saya ke sekolah untuk membicarakan masalah ini. Dia bersembunyi di pojok ruangan dan mulai menaiki bean bag di dalam kelas dan ketika gurunya menyuruhnya untuk berhenti, dia berdiri dan menolak. Dia kemudian menurunkan celananya dan meletakkan jari di antara kakinya. "TOLONG!! ORANG TUA MANAPUN YANG TAHU APA YANG HARUS DILAKUKAN TOLONG BANTU SAYA!!". Apakah anak saya mengalami orgasme? Kenapa wajahnya memerah dan gerakannya bergoyang."


Dan saya menjawab: "Saya tahu bahwa anak usia 4 atau 5 tahun bisa mengalami orgasme. Saya dulu juga melakukan hal yang sama waktu TK.

Saya sering tertangkap oleh anak lain dan sering masturbasi.

Ibu saya juga tidak melakukan apa - apa untuk menghentikan saya.

Saya bertambah besar dan menyadari bahwa saya tidak seharusnya melakukan itu

di tempat umum. Salah seorang teman saya mengajarkan cara melakukannya. Sekarang saya berumur 20 tahun, dan saya bukan orang yang gila seks.

Saya masih ingat rasanya orgasme dan basah. Itu bukan hal besar. Katakan saja padanya tidak apa - apa jika dia melakukannya, tapi jangan di sekolah atau di tempat umum. "


Jika anda memahami cerita tersebut dengan baik, maka anda dapat melihat bahwa kemampuan orgasme sudah ada sejak kecil. Untuk pelan-pelan menghentikan anak bermasturbasi, orang tua harus jeli membaca alasan mengapa anak melakukan kegiatan tersebut. Jika alasannya bosan, maka sering-seringlah mengajak anak keluar rumah atau beri ia kegiatan-kegiatan baru seperti memasukkannya ke klub renang. Namun, apabila alasan si kecil adalah kurang kasih sayang dari orang tua, maka sediakan waktu sejam sebelum ia tidur bersama-sama. Peluk anak Anda dan ajak ia bicara dari hati ke hati. Siapa tahu anak memiliki suatu masalah yang selama ini ia pendam karena tidak mengerti bagaimana caranya memberitahu orang tuanya.


Meski topik tentang seks merupakan pembahasan yang tabu, baiknya kita memperkaya wawasan kita tentang dunia seks sehingga dapat mengetahui ciri-ciri perkembangan pubertas dan seks pada anak, agar saat menjadi orang tua kita dapat memberikan cara terbaik untuk menanggapi hal-hal yang mengandung unsur seks dengan bijak. Dan baiknya pendidikan seks kepada anak diberikan sedini mungkin, baik prasekolah di keluarga, maupun pada masa sekolah. Semoga bermanfaat :)



Terjawab 9 bulan lalu

Kalau yang kamu maksud apakah anak perempuan bisa orgasme sebelum mereka mulai menstruasi dan apakah anak laki - laki bisa orgasme sebelum mereka bisa ejakulasi, jawabannya ya, banyak di antara mereka bisa dan mengalaminya. Yang kita bicarakan adalah anak - anak dengan umur 9 - 13 tahun, atau mungkin yang agak sedikit lebih tua dan banyak orang dewasa yang bisa mengingat dengan jelas bahwa mereka mengalami orgasme pada usia tersebut.


Orgasme sebelum pubertas? Ini agak sulit, terutama karena tidak akan ada yang membiarkanmu mengikat anak kecil di dalam lab dan meminta mereka untuk masturbasi. Bukan lagi hal yang jarang bagi para dokter untuk melihat payudara serta rambu kemaluan yang mulai tumbuh pada anak usia 7 tahun. Tapi seperti yang mungkin sudah diketahui para orang tua, anak kecil juga melakukan masturbasi. USG bahkan menangkap janin melakukan sesuatu yang mirip seperti masturbasi di dalam rahim.

Yang disayangkan bagi ilmu pengetahuan, ketika orang tua melihat anaknya masturbasi, mereka akan mengganggu mereka untuk menjelaskan mengapa mereka tidak seharusnya melakukannya di depan umum, sehingga orang tua tidak bisa mengamati apa yang terjadi jika anak melanjutkannya. Dan kamu tidak bisa mengandalkan memori, karena sekalipun seorang anak bisa mengingat orgasme yang mereka alami, mereka tidak akan bisa mengingat makan yang terjadi lebih dulu, orgasme atau pubertas dan biasanya mereka tidak mengetahui pubertas sudah dimulai sampai mereka melihat perubahan fisik yang akan terjadi setelah perubahan hormon.


Singkatnya, kamu punya pertanyaan yang bagus mengenai kemampuan untuk orgasme. Kita tahu bahwa orgasme dapat terjadi sebelum pubertas berakhir, tapi kita tidak tahu apakah orgasme dapat terjadi sejak bayi, atau hanya setelah terjadi perubahan hormon ketika pubertas dimulai. Setelah melakukan penelitian di internet, saya menemukan di beberapa tempat bahwa orang - orang menyebutkan bahkan anak tk pun bisa orgasme, tapi saya tidak bisa menemukan apapun dari penelitian lengkap atau observasi klinis. 


Hmmm.. Mungkin tulisan ini bisa menjawab pertanyaanmu :

Anak saya yang berusia 5 tahun suka menggosok - gosok dirinya ketika dia sedang tiduran DIMANAPUN. Di tempat tidur, di mobil, dan sekarang di sekolah. Saya mengamati ketika dia melakukannya dan kelihatannya dia merasakan semacam reaksi seksual. Karena wajahnya yang memerah dan napasnya dan dia juga akan bergoyang atau kejang ketika melakukannya. Gurunya memanggil saya ke sekolah untuk membicarakan masalah ini. Dia bersembunyi di pojok ruangan dan mulai menaiki bean bag di dalam kelas dan ketika gurunya menyuruhnya untuk berhenti, dia berdiri dan menolak. Dia kemudian menurunkan celananya dan meletakkan jari di antara kakinya. "TOLONG!! ORANG TUA MANAPUN YANG TAHU APA YANG HARUS DILAKUKAN TOLONG BANTU SAYA!!". Apakah anak saya mengalami orgasme? Kenapa wajahnya memerah dan gerakannya bergoyang. 

Dan saya menjawab: Saya tahu bahwa anak umur 4 atau 5 tahun bisa mengalami orgasme. Saya dulu juga melakukan hal yang sama waktu tk. Saya sering tertangkap oleh anak lain dan sering masturbasi. Ibu saya juga tidak melakukan apa - apa untuk menghentikan saya. Saya bertambah besar dan menyadari bahwa saya tidak seharusnya melakukan itu di tempat umum. Salah seorang teman saya mengajarkan cara melakukannya. Sekarang saya berumur 20 tahun.. dan.. saya bukan orang yang gila seks. Saya masih ingat rasanya orgasme dan basah. Itu bukan hal besar. Katakan saja padanya tidak apa - apa jika dia melakukannya.. tapi jangan di sekolah atau di tempat umum. Referensi cek di sini.


Kalau kamu memperhitungkan tulisan di atas, maka kamu bisa melihat bahwa kemampuan orgasme sudah ada sejak kecil.

Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang