Apakah kekuatan konglomerat besar di Indonesia menguntungkan atau merugikan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia? Mengapa?

Dilihat 232 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Secara pribadi, saya pikir kekuatan para konglomerat di Indonesia  bermanfaat bagi perekonomian, terutama di sektor-sektor dimana skala ekonomi membuat sebuah perbedaan ;


  • Faktor Internal

Itu memungkinkan negara secara keseluruhan mengembangkan sektor-sektor tersebut lebih efisien. Ambil contoh, sebuah kantor pos / distribusi / jasa pengiriman, bayangkanlah jasa yang ter integrasi  puluhan sistem dengan infrastruktur yang berbeda, tetapi cakupannya saling melengkapi.

Atau di sektor telekomunikasi, dimana customer benar-benar menikmati tarif lebih rendah berkat faktor skala pembatasan roaming. Ini jelas tidak hanya berlaku untuk Indonesia, tetapi pasar yang lainnya juga.


  • Faktor Eksternal

Memiliki konglomerat besar sebagai mitra dalam usaha, memberikan rasa kepercayaan diri bagi pemain Internasional memasuki Indonesia. Mengingat bahwa aturan hukum yang mungkin bisa tidak transparan dan infrastruktur yang belum mapan di Indonesia, memiliki seseorang dengan banyak jaringan, pengetahuan dan infrastruktur sebagai mitra,  akan menjadi faktor yang sangat penting bagi setiap pemain Internasional mempertimbangkannya untuk masuk ke Indonesia. 

Sekarang, pertanyaan mengenai " apakah mempunyai banyak pemain asing ambil bagian dalam perekonomian Indonesia adalah sesuatu hal yang baik atau yang buruk"  merupakan satu pertanyaan  yang menarik juga, tetapi merupakan topik yang berbeda sama sekali :)


Untuk sektor-sektor lain dimana skalanya tidak begitu penting sekali, seperti industri kreatif, jasa internet, perhotelan dan pariwisata, dan lain sebagainya, marilah kita semua berharap kepada perusahan-perusahaan yang lebih kecil di Indonesia untuk secara agresif akan mengambil bagian dalam bidang tersebut. 

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang