Apa sajakah kesalahpahaman terbesar orang asing terhadap Indonesia?

Dilihat 366 • Ditanyakan 9 bulan lalu
1 Jawaban 1

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki berbagai macam suku, ras dan agama. Fakta Indonesia merupakan negara yang eksotis, memiliki iklim  tropis dan berada di belahan bumi yang strategis. Berbagai macam keindahan terpancar dari bumi Indonesia ini, tanah yang subur dan habitat laut yang kaya menjadikan nilai tambah di mata wisatawan mancanegara.


Indonesia dianugerahi pemandangan yang seakan tak pernah habis keindahannya. Dari ujung barat hingga timur, deretan gunung, lembah, laut, danau, hingga taman nasional menunggu untuk dijelajahi. Keindahan tersebut hanyalah sebagian kecil dari daya tarik wisata yang ditawarkan negeri agraris dan bahari ini. Selain itu, keberagaman suku dan budaya yang kita miliki juga menambah ketertarikan para wisatawan asing untuk menyambangi negara tercinta ini.




Namun meskipun demikian, keindahan bumi Indonesia ini seringkali tercoreng dengan adanya berita negatif ataupun fenomena sosial yang meresahkan warga (WNA ataupun WNI). Kejelekan Indonesia di mata dunia tidak lepas dari peran media yang terkadang memandang sinis, bahkan negatif kepada bumi pertiwi ini. Seringkali pemberitaan negatif negeri Indonesia ini terlalu ditonjolkan, sehingga mengakibatkan sebuah kesalahpahaman besar terhadap negeri tercinta ini.


Kesalahpahaman Besar Tentang Indonesia


  • Indonesia Sarang Teroris

Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan takut terhadap sekelompok masyarakat dan dianggap sebagai sebuah bentuk pemberontakan terhadap pemerintahan yang sedang berlangsung. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tata cara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil. Terorisme sering menimbulkan kerusakan berat dan tekanan yang dalam pada sosio psikologis masyarakat.


Kondisi bangsa Indonesia yang memiliki berbagai macam agama terkadang menjadikan pemeluknya menjadi terlalu fanatik dan intoleran terhadap pemeluk agama lain. Pemahaman yang salah terhadap suatu ajaran agama menjadikannya ekstrim dan mudah menyalahkan pihak lain diluar golongannya.



Kabar terorisme di Indonesia mencuat ke permukaan dunia setelah terjadi tragedi bom Bali 1 pada tahun 2002 dan kemudian di susul bom Bali 2 pada tahun 2005. Semenjak kejadian itu dunia internasional mempertanyakan keamanannya sebelum berkunjung ke Indonesia. Terlebih lagi pada beberapa tahun ini gerakan separatis timur tengah sedang gencar-gencarnya merekrut anggota dan menyebarkan doktrin ekstrimnya ke negara-negara sekitarnya. Hal tersebut mengakibatkan semakin merebaknya citra kejelekan Indonesia di mata dunia.


Terorisme di Indonesia merupakan terorisme di Indonesia yang dilakukan oleh kelompok militan Jemaah Islamiyah yang berhubungan dengan Al-Qaeda ataupun kelompok militan yang menggunakan ideologi serupa dengan mereka. Sejak tahun 2002, beberapa "target negara Barat" telah diserang. Korban yang jatuh adalah turis Barat dan juga penduduk Indonesia. Terorisme di Indonesia dimulai tahun 2000 dengan terjadinya Bom Bursa Efek Jakarta, diikuti dengan empat serangan besar lainnya, dan yang paling mematikan adalah Bom Bali 2002.


  • Indonesia Negara Miskin

Tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, kualitas pendidikan yang rendah dan kesenjangan sosial yang terlalu besar mengakibatkan sebagian besar warga negara Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Fakta Indonesia menyebutkan, pada Maret 2016, jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 28,01 juta orang (10,86 persen). Hal tersebut masih terlalu banyak jika ditinjau dari total penduduk dan tingkat kekayaan alam yang ada di bumi pertiwi ini.




Pada tahun 2015 Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan) Hari Priyono mengungkapkan, persentase penduduk miskin di Indonesia mencapai sebelas persen dari total penduduk 270 juta jiwa. Dari jumlah itu, menempatkan posisi Indonesia berada di urutan ke empat sebagai negara termiskin di dunia. Hal itu diungkapkan Hari Priyono saat membuka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) XXXV di Jakabaring Sport Center Palembang, Sabtu (17/10).


Menurut dia, Indonesia mengadakan HPS sebagai penggerak ekonomi untuk kedaulatan pangan. Secara global, 75 persen masyarakat miskin terdapat di negara berkembang, khususnya pedesaan. Diperlukan pembangunan pertanian pedesaan sehingga penduduk miskin dapat berkurang secara nyata. "Ada sekitar sebelas persen penduduk Indonesia miskin dari 270 juta jiwa. Nah, kita ada di urutan ke empat di dunia sebagai negara termiskin," ungkap Hari.


Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat pendidikan yang rendah mengakibatkan menurunnya kualitas sumber daya manusia di negara ini, hal itu mengakibatkan kurangnya peran masyarakat dalam mengoptimalkan kekayaan yang tersimpan di bumi Indonesia ini. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat mengakibatkan kurangnya lapangan pekerjaan pada warga usia produktif. Sehinga banyak di antara warga negara ini yang merantau ke luar negeri untuk menjadi tenaga kerja asing.


  • Indonesia Rumah Koruptor

Masalah korupsi politik di Indonesia terus menjadi berita utama (headline) hampir setiap hari di media Indonesia dan menimbulkan banyak perdebatan panas dan diskusi sengit. Di kalangan akademik para cendekiawan telah secara terus-menerus mencari jawaban atas pertanyaan apakah korupsi ini sudah memiliki akarnya di masyarakat tradisional pra-kolonial, zaman penjajahan Belanda, pendudukan Jepang yang relatif singkat (1942-1945) atau pemerintah Indonesia yang merdeka berikutnya. Meskipun demikian, jawaban tegas belum ditemukan. Untuk sementara harus diterima saja bahwa korupsi terjadi dalam domain politik, hukum dan korporasi di Indonesia (meskipun ada beberapa tanda, yang dibahas di bawah, yang mengarah ke perbaikan situasi ini).


Berakhirnya era orde baru yang dikenal otoriter dan berawalnya era revolusi membuat kondisi perpolitikan di negeri ini seperti terjun bebas. Setiap golongan yang memiliki kekuatan bisa bebas melakukan apa saja bahkan membentuk partai politik baru dari beberapa partai yang sudah ada. Fenomena tersebut lambat laun kemudian berimbas pada lemahnya sistem hukum dalam mengawasi aliran keuangan negara terhadap para aparatur negara yang menjalankannya. Sehingga, hingga detik ini kasus korupsi masih merajalela dan menggelembung bagai bola salju yang tidak bertemu ujungnya.



Menurut informasi seputar fakta Indonesia, tahun 2015 merupakan tahun yang penuh tantangan. Bagi pegiat anti-korupsi, tahun 2015 merupakan annus horribilis atau tahun yang buruk bagi kita semua. Sepanjang tahun, masyarakat menyaksikan perseturuan antara lembaga-lembaga penegak hukum, antara lembaga politik dan eksekutif, juga upaya pelemahan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) melalui kriminalisasi pemimpinnya, sehingga  komitmen penguasa pada pemberantasan korupsi terus dipertanyakan. Upaya pelemahan KPK ini disinyalir karena banyak pejabat pemerintahan dari badan legislatif dan eksekutif yang terlibat dalam kasus korupsi. Hal tersebut merupakan dampak dari iklim politik di Indonesia yang masih belum sehat sampai sekarang.


Dari beberapa fakta di atas, kita bisa melihat dengan jelas mengapa warga negara asing yang ingin berkunjung atau bahkan berinvestasi sering kali mengurungkan niatnya.. Kesalahpahaman yang terjadi karena masalah sosial, politik dan juga stabilitas keamanan negara menjadi hambatan negara ini untk bisa maju dan berkembang. Namun di balik itu semua, Indonesia akan menjadi bumi pertiwi yang ramah dan menyambut siapapun yang datang dengan suka cita. Keindahan alamnya yang menawan dan keramahan penduduk lokalnya tidak akan mampu meyurutkan niat para wisatawan yang ingin berkunjung dan menghabiskan waktunya di tanah yang indah ini.



Terjawab 9 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang