Apakah kipas angin dapat menggunakan aliran D.C?

Dilihat 2,99 rb • Ditanyakan sekitar 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Kipas angin ini bisa dibilang sebagai peralatan elektronik yang hampir pasti bisa ditemui di setiap rumah, terutama rumah yang berada di wilayah tropis seperti Indonesia. Walaupun beberapa rumah sudah menggunakan Air Conditioner (AC), tetapi keberadaan kipas angin masih menjadi idola. Kebanyakan kipas angin yang beredar sekarang berarus AC. Arus AC banyak digunakan karena cenderung mudah untuk dibangkitkan daripada arus DC. Rangkaian listrik AC juga banyak digunakan karena sirkuitnya yang lebih mudah disesuaikan. 


Penggunaan arus listrik AC pada kipas angin ini tentu saja masih memiliki beberapa kekurangan. Penggunaan kipas angin ini bisa membutuhkan daya (watt) yang cukup besar, bergantung ukuran kipas angin. Kipas angin bahkan bisa mencapai 130 watt. Kipas angin juga biasanya beroperasi dengan menggunakan arus AC. Jadi, bisakah kita merangkai kipas angin DC selain menggunakan arus AC? Tentu bisa! (Lihat: Penjelasan Arus AC dan DC



Kipas angin biasanya menggunakan arus AC sehingga dapat menghasilkan listrik yang menggerakkan motor kipas angin. Tapi, apakah kipas angin juga bisa beroperasi dengan arus DC? Tentu bisa, walaupun tentunya kipas angin ini dibuat khusus untuk kipas angin DC. 


Kamu bisa simak penjelasannya berikut ini:


DC (direct current) berarti arus searah dan AC (alternating current) berarti arus bolak-balik. AC mengubah arah 50 kali dalam sedetik. Keduanya sudah lama digunakan dan DC digunakan dalam baterai, tapi aslinya DC dapat berarti penurunan dalam tenaga ketika kita meninggikan kabel dari sumbernya yang merupakan batasan yang serius. (Lihat: Pengertian Arus Listrik AC dan DC Serta Pemanfaatanya)


Setelah itu datang Nikola Tesla yang merupakan bapak mesin dan generator AC dan menciptakan mesin dan transformator AC pertama yang kemudian diberikan lisensinya kepada Westinghouse. Dengan AC pada tegangan berapapun, bisa diubah melalui transformer yang sangat efisien menjadi tegangan lainnya. Meningkatkan tegangan akan menurunkan arus dari transfer daya yang sama. Generator elektrik AC menentukan frekuensi daya. 


Hal yang unik dan sangat penting mengenai AC adalah dapat dengan mudah mengubah tegangan sehingga AC sangat cocok untuk transmisi jarak jauh dibandingkan dengan listrik DC. 


Perhatikan gambar berikut untuk gambar arus AC dan DC:


                           Skema Arus AC dan DC


Daya yang hilang dalam transmisi jumlahnya proposional dengan arus. Jadi dengan membuat jumlah arus semakin kecil, daya yang hilang juga semakin kecil. Pada saat yang sama, ketika arus diturunkan oleh transformer tegangannya akan naik yang mengakibatkan daya jarak jauh bertegangan tinggi. Kelebihan lainnya dari AC adalah arus AC dapat digunakan dengan kapasitor dan induktor dalam sirkuit listrik yang memungkinkan terjadinya penyesuaian sirkuit. Hal ini dapat berarti bahwa berbagai macam peralatan dapat diciptakan dan karena itulah AC banyak digunakan dalam peralatan rumah tangga sampai dengan hari ini.


Pengembangan DC untuk teknologi kipas angin dalam beberapa tahun belakangan membuat teknologi DC semakin canggih yang membuatnya dapat diterapkan pada kipas angin rumah dan industri. Mesin DC menggunakan magnet yang terpasang tetap untuk memutar baling - baling di sekitar pusatnya yang dipasangkan dengan inverter. Kipas angin DC menggunakan mesin DC "tanpa sikat" yang menggunakan Mesin Commutate Electrik (MCE) yang jauh lebih efisien dan tidak berisik. Tapi membutuhkan elektronik yang canggih untuk mengendalikan kecepatannya.




Kecepatannya berbanding lurus dengan aliran udara jadi dengan mengurangi tegangan, kecepatan kipas angin dapat diturunkan. DC menarik lebih sedikit daya, dimana pada mesin AC daya harus diturunkan menggunakan alat pengendali listrik yang canggih yang diturunkan melalui tegangan (TRIAC control), frekuensi (Variable Drive) dari tahapan pengendalian. Hal tersebut seringkali menyerap banyak daya dan mengubahnya menjadi panas yang tidak dibutuhkan. Tidak ada yang dapat mengalahkan kendali DC dalam hal penghematan energi, biaya, keamanan, atau pengendalian, namun memang lebih mahal. (Beban listrik kipas angin)


Saat ini mesin AC ECM yang canggih dan mahal mengubah arus AC menjadi arus DC. Efisiensi penghematan merupakan hal yang penting karena 70% menggunakan energi lebih sedikit walaupun udara yang dihasilkan sama. Nilai khusus berkisar antara 600 m3/h/w (350 cfm/w) sampai 1100 m3/h/w (650 cfm/w) pada kecepatan rendah. Hal ini berarti kipas angin DC 25 watt menggunakan daya yang sama dengan kipas angin AC 100 watt. Sekarang tambahkan penggunaan lampu hemat energi yang menggunakan 1/5 daya dari lampu dengan terang yang sama maka daya yang dapat dihemat menjadi lebih besar. 


Pada prakteknya, hal ini berarti bahwa anda bisa menyalakan kipas angin di sekitar jam pada tempat - tempat seperi toko dan restoran di mana terdapat panas yang dihasilkan oleh lampu. Arus puncak dalam arus aliran dari kipas angin DC tanpa sikat dapat berjalan pada resistensi sirkuit dan sumber daya. Sebagian besar kipas angin DC tanpa sikat menambahkan saringan kapasitansi tambahan untuk menahan gangguan listrik. Tergantung pada lokasi sirkuitnya, kapasitansi dapat berupa lonjakan arus yang langung terjadi.


      Kipas angin

Rasio dari arus puncak berbanding arus yang berjalan bisa cukup tinggi, sekitar 4:1 or 5:1. Untuk menangani tekanan yang mungkin terjadi pada sumber daya listrik, mereka menggunakn pembatas arus sehingga arus puncak yang terjadi terbatas pada 2.5 sampai 1 atau lebih kecil dari itu. Batasan arus juga membatasi tenaga putara mesin, yang akan memperpanjang waktu yang dibutuhkan oleh kipas angin untuk mencapai kecepatan maksimal.


Para pembuat kipas angin DC menanganinya dengan dengan menggunakan tegangan yang lebih tinggi (yang mudah dilakukan) yang berarti kipas angin mereka akan memiliki tenaga putaran awal yang lebih tinggi dibandingkan dengan kipas angin AC dengan waktu untuk mencapai kecepatan maksimum sama dengan model AC.


Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:


  1. Kipas angin DC menggunakan 70% daya lebih kecil dibanding kipas angin AC dengan menghasilkan aliran udara yang sama. 
  2. Kipas angin DC memiliki kendali yang lebih baik terhadap kecepatan (pengaturan kecepatan yang lebih). 
  3. Ukuran kipas angin DC lebih kecil dari kipas angin umumnya untuk menghasilkan pergerakan udara. 
  4. Karena kipas angin DC menggunakan sistem "tanpa sikat" sehingga lebih tidak berisik dan dapat menghindari keributan yang biasa muncul pada kipas angin AC murah dan juga dapat hidup lebih cepat. 
  5. Tetapi, dikarenakan rangkaiannya yang lebih rumit, kipas angin DC lebih mahal dibanding kipas angin AC. 


Jadi, kipas angin bisa juga beroperasi dengan menggunakan tenaga DC. Bahkan, dengan menggunakan tenaga DC justru kipas angin dapat beroperasi dengan lebih baik. Tetapi dikarenakan untuk merangkai kipas angin DC ini memerlukan banyak komponen, maka harga yang harus dibayar untuk membeli komponen pun lebih mahal dari kipas angin biasa. 


Terjawab sekitar 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang