Apakah kita bisa mendapatkan tubuh yang berotot tanpa mengkonsumsi suplemen atau bubuk protein apapun?

Dilihat 234 • Ditanyakan 8 bulan lalu
1 Jawaban 1

Ada banyak hal yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan tubuh berotot tanpa suplemen.

  • Minumlah setidaknya satu liter susu pasteurisasi  karena beberapa protein hilang ketika susu dididihkan. Karena itu susu pasteurisasi mengandung lebih banyak protein. 1 Liter susu pasterurisasi mengandung sekitar 30 - 35 gram protein, sedangkan suplemen biasanya mengandung kurang dari 30 gram protein untuk setiap sajiannya.
  • Ganti cemilanmu dengan cemilan yang kaya akan protein. 
  • Rendam 8 - 10 kacang almond, kismis dan buah kenari semalaman dan makan pagi keesokan paginya.
  • Produk - produk kacang kedelai juga merupakan sumber protein yang baik. Tapi konsumsi kacang kedelai maksimal 3 kali seminggu karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi kacang kedelai terlalu sering dari meningkatkan hormon wanita pada pria.
  • Banyaklah mengkonsumsi ikan. Ikan mengandung 20 persen protein dan hampir tidak mengandung karbohidrat dan lemak. Selain itu ikan juga mengandung creatine.
  • Makan sayuran dan buah - buahan setiap hari.
  • Konsumsi 4 - 5 potong bawang putih dengan air (minumlah seperti meminum kapsul, jangan dikunyah, nanti nafasmu jadi bau)
  • Telur rebus mengandung 6 gr protein. Putih telur mengandung 3,5 gram protein. Kalau kamu tidak obesitas, kamu bisa makan 2 kuning telur setiap hari. Kamu bisa makan putih telur sebanyak yang kamu suka.
  • Kurangi konsumsi makanan olahan.
  • Sebelum olahraga, konsumsi 2 - 4 gr kayu manis dengna glukoas atau buah - buahan untuk meningkatkan tingkat insulin.

Kalau kamu mengikuti pola makan ini, kamu tidak membutuhkan suplemen apapun. Tubuhmu tidak menyimpan protein dan kelebihan protein akan dikeluarkan. Kamu membutuhkan protein dengan jumlah yang sesuai dengan berat badanmu. Kalau beratmu 100 kg, konsumsi 100 gr protein setiap harinya. Kalau kamu berolahraga dengan keras, kamu mungkin membutuhkan 130 gr protein. Ingatlah bahwa 30 - 40 tahun lalu ada atlet - atlet yang tidak pernah mengkonsumsi suplemen protein. Saya sendiri hanya menkonsumsi suplemen protein kadang - kadang.

Terjawab 7 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang