Apakah kopi itu baik, buruk, atau netral untuk hati yang membesar akibat penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD)?

Dilihat 353 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Netral, kecuali ada penelitian yang menunjukkan bukti sebaliknya. Menurut pendapat saya banyaknya bukti yang ada saat ini terkait efek kopi terhadap lemak hati menujukkan bahwa penelitian yang sudah dilakukan sejauh ini masih belum cukup bagi kita untuk menentukan apakah kopi meningkatkan kondisi pasien lemak hati atau justru memperburuk kondisinya.


Inilah yang dikatakan oleh situs Mayo Clinic mengenai kopi dan lemak hati: "Kopi. Dalam satu penelitian, orang - orang yang menderita lemak hati non-alkoholik yang dilapokan meminum kopi mengalami kerusakan hati yang lebih sedikit dibanding mereka yang hanya minum sedikit kopi atau tidak sama sekali. Masih belum jelas apakah kopi benar- benar mempengaruhi kerusakan hati ataupun seberapa abnyak kopi yang perlu diminum untuk mendapatkan manfaat kesehatan.


Kalau saat ini kamu memang suka minum kopi, hasil penelitan tersebut mungkin membuat kamu merasa lebih baik terkait kopi yang kamu minum setiap pagi. Tapi kalau saat ini kamu tidak minum kopi, jangan jadikan hasil penelitian tersebut untuk memulainya.


Sejujurnya saya sangat menghormati materi - materi yang ada di dalam situs Mayo Clinic. Bukan saya karena saya percaya apa yang mereka katakan terkait berbagai topik kesehatan, itu juga situs yang digunakan oleh dokter keluarga saya, profesor  di sekolah keperawatan saya, dan dokter kandungna saya gunakan ketika mereka ingin mencari sesuatu yang berhubungan dengan kesehatan dengan cepat yang di luat bidang keahlian mereka tanpa harus membongkar - bongkar bukut teks tentang kesehatan atau masuk ke situs penelitian medis. Itu adalah situs yang mereka rekomendasikan kepada pasien, keluarga pasien dan teman - teman.


Tapi kalau saya menderita lemak hati non-alkoholik, saya pribadi akan menghindari konsumsi kopi, kecuali untuk kopi organik. Alasan saya adalah tingginya tingkat pestisida yang ada dalam kopi yang di dalam kopi yang dibudidayakan secara konvensional yang membuat kopi menjadi minuman yang harus dihindari, terutama jika kamu memiliki masalah seperti lemak hati non-alkoholik.


Kesimpulan ini saya ambil berdasarkan banyak sumber. Ini salah satunya yang cukup dapat diandalkan.. 


"12 Makanan yang terkontaminasi, Prevention.com


8.Kopi.  Hampir semua kopi dibudidayakan di negara - negara dengan aturan yang lemah terkait penggunaan zat kimia dan pestisida pada makan. Amerika memproduksi dan mengekspor jutaan ton pestisida dan beberapa di antara sangat berbahaya sehingga tidak boleh digunakan di perkebunan di Amerika. Negara lain mengimpor zat - zat kimia tersebut untuk membudidayakan makanan mereka, yang kemudian dijual kembali ke Amerika. Kopi merupakan salah satu korban dari siklus kejam dari pertanian yang jahat "


Sebagai kelompok zat kimia secara umum, pestisida memiliki dampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan, terutama bagi orang - orang yang memiliki masalah dengan hati, karena pestisida memberikan tekanan kepada hati. Pestisida merupakan racun, dan hati menyaring racun agar tidak masuk ke aliran darah. Jadi racun, termasuk pestisidan dan makanan / minuman yang mengandung pestisida dalam jumlah tinggi harus dihindari oleh penderita penyakit lemak hati non -alkoholik. Untuk alasan itulah, jika saya menderita lemak hati non-alkoholik, saya tidak akan minum kopi, atau hanya minum kopi organik.


Saran untuk menghindari apapun yang mengandung pestisida juga sejalan dengan pedoman untuk penderita lemak hati non-alkoholik yang ditulis pada situs Mayo Clinic, "Lindunglah hatimu. Hindari hal - hal yang dapat memberikan tekanan lebih pada hatimu". Pestisida dikenal memberikan tekanan ekstra kepada hatimu. Ini merupakan pengetahuan kesehatan yang cukup umum. Saya pernah membacanya pada beberapa buku teks ilmu kesehatan, termasuk buku teks ilmu farmasi saya.


Ini adalah salah satu referensi online terkait fakta di atas. Saya yakin masih ada banyak lagi, tapi saya tidak punya waktu untuk mencari semuanya. "Hati dan ginjal merupakan organ yang paling sensitif dan merupakan sasaran utama dari keracunan dan kerusakan karena pestisida, keduanya memainkan peranan penting di dalam transformasi biologi dari pestisida." -- diambil dari Science Direct.


*) Saya bukan dokter ataupun mahasiswa kedokteran. Saya mahasiswa di sekolah keperawatan. Jawaban ini hanya bersifat informasional dan tidak dimaksudnya untuk menggantikan saran profesional medis. Jika kamu merasa kamu memiliki keadaan medis darurat, segera hubungi dokermu. Selalu konsultasikan dengan doktermu sebelum kamu memulai atau mengubah suatu perawatan.

Terjawab 6 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang