Langkah apa yang harus dilakukan untuk membuat naskah drama?

Dilihat 17 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Drama berasal dari kata Yunani 'draomai' yang artinya bertindak, berbuat, bereaksi atau melakukan tindakan. Secara umum, drama merupakan karya sastra yang sejajar dengan prosa dan puisi yang ditulis dalam bentuk dialog dengan tujuan sebagai pertunjukkan untuk di pentaskan. 


Naskah drama dapat diartikan sebagai suatu karangan teks atau tulisan yang akan diperagakan oleh aktor/aktris untuk dijadikan tontonan. Drama sering di sebut sebagai teater dengan latar belakang yang telah dikonsep. Untuk dapat menulis naskah drama pendek kita harus mengenal konflik yang akan dimunculkan, tujuannya untuk membuat penonton terbawa emosinya pada alur cerita. Secara global drama dapat dibedakan menjadi dua yaitu drama modern dan drama klasik.      

 


Drama modern dan Drama Klasik


Drama modern adalah drama yang menggunakan naskah yang temanya menceritakan kehidupan masyarakat sehari-hari pada saat ini dengan tujuan untuk mendidik. 


Jenis drama modern yang kita kenal adalah: 


  • Sandiwara biasanya disajikan secara konvensional yang menceritakan kehidupan masyarakat sehari-hari, sandiwara bisa berupa drama naskah pendek. Naskah drama pendek biasanya digunakan pada alur cerita pendek yang tidak membutuhkan waktu lama untuk memainkannya, naskah drama ini biasanya ada di pelajaran Bahasa Indonesia yang diperuntukkan bagi para siswa untuk belajar tentang drama. misalkan drama tentang anak sekolahan yang mengambil latar belakang anak sekolahan, atau kenakalan remaja.
    



  • Kontemporer atau dikenal dengan teater sebuah drama yang mendobrak konvensi lama atau penuh dengan penyajian baru, gagasan baru, dan ide-ide baru yang dapat menggabungakan konsep barat dan timur. 


  • Drama klasik adalah  drama jenis ini menceritan tentang tradisi atau gambaran khayalan tentang kerajaan, pewayangan, kesaktian, dan hal yang luar biasa. 

   


Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk menulis naskah drama antara lain:


  • Tema, menentukan tema sebagai langkah awal sebelum memulai proses menulis dimana kita menuangkan ide dasar atau pemikiran dasar tema biasanya hanya terdiri dari  satu kata atau dua kata saja. Misalnya  kemiskinan, pendidikan, kenakalan remaja, dan perlawanan.

  • Premis, menetapkan premis sebuah kalimat yang menggambarkan secara umum yang memperjelas tema secaara spesifik misalnya kenakalan remaja terjadi karena kurang perhatian kedua orang tuanya. Premis bisa dijadikan sebagai panduan utama untuk menulis naskah.

  •  Plot/kerangka adegan, menulis plot adalah bentuk detail dari premis yang merupakan susunan peristiwa yang saling berhubungan sebagai sebab akibat. Plot secara umum dapat disusun berdasarkan  pendahuluan, konflik, klimaks, Solusi, dan kesimpulan. Dari lima poin tersebut kita dapat menentukan dan memudahkan dalam menulis naskah.

  • Sinopsis, menulis sinopsis adalah gambaran secara keseluruhan yang ditulis dengan menggunakan bahasa yang menarik, jelas dan lugas. Sinopsis juga bisa digunakan sebagai pengantar cerita kepada pihak-pihak yang membutuhkan gambaran umum cerita bisa produsen, sponsor ataupun kurator.


Tidak mudah untuk menulis naskah drama yang baik. Ada konsep penulisan naskah drama yang harus dipahami terlebih dahulu. Naskah drama sering kali disalah interpretasikan sebagai naskah filmNaskah drama pendek pada umumnya lebih memfokuskan pada dialog dan lebih mengutamakan latar belakang yang sederhana. Artikel ini akan membahas beberapa tips yang bisa diterapkan dalam menulis sebuah naskah drama yang baik. 


       



Membuat Naskah Drama yang Baik



Cara membuat naskah drama mempunyai tahapan atau langkah yang harus dilakukan antara lain:


  • Tentukan ide cerita yang akan digunakan, usahakan setiap ide cerita harus ada konflik yang bisa menghidupkan cerita. Ide cerita bisa diambil dari cerita yang sudah ada misal dari novel, cerpen atau cerita dari pengelaman sendiri.

  • Setelah menentukan ide cerita baru menuangkan pada sinopsis pendek, sinopsis merupakan gambaran umum dari ide cerita yang sudah didapat. mencoba menceritakan peristiwa yang terjadi  sebagai sumber cerita. Tentukan siapa saja yang menjadi pelaku (tokoh) cerita dimana tempat kejadian dan kapan terjadinya, ini pula yang menentukan alur (Plot) yang diinginkan.

  • Mencoba untuk menulis dari sinopsis yang ada jangan takut salah mencoba menuangkan ide-ide di kepala untuk menghasilkan cerita yang menarik.

  • Tahap terakhir adalah revisi mencoba melakukan revisi tulisan yang sudah dibuat dari mulai ejaan sampai titik koma harus diperhatika secara mendetail. Membaca kembali hasil tulisan bagus tidaknya suatu tulisan tergantung dari orang yang akan membacanya.


Dengan menguasai  4 poin diatas anda akan bisa membuat naskah drama yang bagus. Ketika masih menulis, Anda mungkin tidak akan memiliki pemikiran yang jelas tentang keseluruhan drama ini hingga Anda mencapai klimaks. Setelah Anda sampai ke akhir, periksalah kembali semuanya hingga sesuai dengan pemahaman Anda tentang makna drama tersebut. Dengan kata lain, melakukan revisi setelah melakukan tahap akhir pada bagian yang diperlukan. 


Semua karakter harus benar-benar merasa bahwa mereka setiap keputusan yang mereka ambil akan ada akibatnya, yang tergantung pada interaksi yang dilakukan antara satu karakter dan lainnya. Perlu diingat juga bahwa drama yang ditulis untuk drama yang akan ditampilkan oleh para aktor. Berikanlah aktor-aktor Anda beberapa peluang untuk keleluasaan dalam akting, yaitu dengan memberikan hal yang menarik untuk dikatakan dan dilakukan bagi mereka.




Dari naskah drama yanag dibuat anda tidak perlu menentukan drama yang Anda tulis sebagai "komedi", "drama", atau "tragedi". Biarkanlah cerita mengalir dengan menuliskan dialog yang sesuai dengan keadaan yang muncul. Biarkan para karakter untuk mengungkapkan jati diri mereka sendiri seiring dengan alur cerita yang Anda tulis.


Setelah Anda berhasil menciptakan rancangan cara membuat naskah drama yang cukup memuaskan, suruhlah kelompok drama untuk mencoba membaca peran sebagai penonton. Anda akan mulai merasakan kemungkinan dan kesempatan untuk merubah naskah tersebut menjadi lebih baik. 

Tanyakanlah pendapat mereka, tapi jangan mudah terpengaruh untuk mengubah segala sesuatunya dengan mudah. Penulis drama seringkali memiliki pandangan dan pertimbangan lain yang tidak dimiliki oleh aktor, hingga mereka akhirnya berlatih untuk memerankan naskahnya berkali-kali.


Setelah para pemeran dan sutradara telah mulai menjalankan perannya masing-masing, jangan terlalu ikut campur kecuali mereka sendiri yang memintanya. Mereka harus bisa menghidupkan naskah itu dengan cara mereka sendiri. Mereka biasanya akan menciptakan keseluruhan pertunjukkan yang hebat, bahkan lebih dari yang Anda bayangkan. Kini Anda tinggal melihat hasilnya. 

Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang