Apakah lari efektif untuk menurunkan berat badan?

Dilihat 347 • Ditanyakan 10 bulan lalu
1 Jawaban 1

Secara teknis iya, karena Anda membakar kalori saat berlari. Namun cara ini kurang efisient dan kurang seru. Sebagai gambaran, Anda membakar 400 kalori setelah berlari selama 1 jam. Jika Anda memakan Big Mac, Anda kembali menambah sekitar 400 kalori.

Lari adalah olahraga yang intens, dan menyeluruh. Anda dapat melatih dan menguras energy yang tersimpan dan membangun daya tahan otot dan tulang. Namun jika tidak dilakukan berbarengan dengan latihan yang meningkatkan massa otot, makan lari hanya akan menambah nafsu makan.

Untuk menurunkan berat badan, pertama harus merubah pola makan. Tambahlah buah dan sayuran dan hindari makanan yang diproses secara kimia. Ada pepatah dalam dunia fitness bahwa “Anda tidak dapat melawan nafsu makan Anda”. Akan lebih efektif jika Anda mengurangi asupan kalori daripada membakar kalori lewat kardio saja.

Untuk menurunkan berat badan Anda juga harus membangun massa otot. Cara terbaik adalah dengan latihan beban dan core exercise (olahraga yang melibatkan otot pinggang dan perut). Dengan kedua latihan ini, Anda akan menjadi pelari yang kuat. Massa otot yang lebih besar akan meningkatkan metabolisme dan menguras energy.

Berlari juga akan membuat Anda lebih lapar sehingga, dengan nafsu makan yang bertambah, akan sulit untuk menjaga diet. Banyak masalah yang timbul dari diet dengan olahraga lari. Terlalu banyak kardio juga akan mengurangi massa otot juga. Iya, berat badan Anda akan turun tapi berat yang turun tersebut terdiri dari 60% otot dan 40% lemak. Bentuk badan Anda tidak akan banyak berubah dan akan terlihat lemah. Lemak pada perut akan tetap ada tapi sekarang dengan bahu yang lebih sempit dan lengan yang lebih kurus. Anda tidak tambah kuat dari berlari. Sebaliknya Anda akan meningkatkan daya tahan tapi tidak begitu berguna karena Anda tidak perlu berburu binatang untuk dimakan.

Berlari adalah sebuah olahraga yang secara definisi, memberikan stress dengan intensitas yang sama kepada tubuh dalam interval yang teratur. Olahraga akan membuat tubuh mengalami homeostasis, artinya tubuh akan beradaptasi terhadap stress yang sama dan tetap demikian. Sebaliknya, latihan beban memberikan stress yang semakin bertambah pada tubuh dan memaksa tubuh untuk beradaptasi pada stress yang semakin intens. Pertama-tama, otot akan mengalami micro-trauma (sobekan mikroskopik pada serat otot), kemudian mereka akan mengalami super-compensation. Artinya, otot akan menjadi lebih kuat dan besar daripada sebelumnya.

Latihan beban juga membakar kalori yang jauh lebih banyak daripada lari. Hal ini akan terjadi jika beban menjadi semakin berat setelah beberapa kali latihan. Jadi, bagi pemula yang gemuk, 6 bulan pertama akan menurunkan berat badan Anda dan menambah massa otot.

Bukan berarti Anda tidak boleh berlari meskipun Anda suka. Anda boleh berlari selama 15 menit setelah latihan beban atau pada hari-hari istirahat untuk membakar kalori ekstra, hal ini bersifat opsional. Jangan takut untuk mengangkat beban, karena angkat beban tidak akan membuat Anda menjadi berotot tebal seperti para binaragawan. Diperlukan steroid dalam dosis besar untuk bisa mempunyai otot seperti itu. Latihan beban akan membuat tubuh Anda terlihat atletis berotot.

Wanita juga akan menjadi fit dan langsing dengan fisik lebih feminim lewat olahraga lewat latihan angkat beban. Wanita tidak akan bisa mempunyai otot tebal seperti laki-laki dikarenakan rendahanya hormone testosteron.

Terjawab 10 bulan lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang