Apakah lemak hati bisa menjadi sirosis?

Dilihat 606 • Ditanyakan lebih dari 1 tahun lalu
1 Jawaban 1

Jawaban singkat: 
mayoritas tidak, tapi sejumlah minoritas (alkoholik 20%, non alkoholik 3–15%) iya.

Jawaban panjang:
Penyakit lemak hati dikarenakan pengunaan alkohol, atau penyakit lemak hati non alkohol?

Selama berabad-abad, kita sudah tahu tentang penyalahgunaan alkohol (pada pria > 80 gram/hari, wanita > 20grm/hari) bisa menyebabkan lemak hati alkoholik (steatosis), nantinya akan berlanjut menjadi steatohepatitis alkohol, kemudian ke sirosis hati alkoholik, dimana sel kanker hati primer bisa terbentuk. Nmun, tidak semua orang yang meminum alkohol sebanyak itu akan membentuk sirosis hati alkoholik: hanya 20% pria yang meminum sejumlah 2 six-pack bir setiap hari selama 10 tahun yang bisa terkena sirosis. Lemak hati alkoholik itu masih sepenuhnya reversibel, steatohepatitis hanya sebagian, sirosis itu tidak dapat dibalik. Satu-satunya cara untuk melakukan sesuatu tentang ini adalah dengan berhenti minum alkohol, dalam dekompensasi sirosis hati metilprednisolon akut selama 30 hari pembagian angka kematian. Dengan epidemik obesitas yang meledak dalam Negara Dunia Pertama dan Pendapatan Moderat, mengarah ke resistensi insulin dan diabetes, kita dapat melihat lebih dan lebih penyakit lemak hati Non-alkoholik, diartikan sebagai >5% sel hati mengandung lemak, atau >5% berat hati adalah lemak. Sampai ke 25–30 tahun lalu kita tidak pernah memikirkannya, kalau penyakit ini tidak berbahaya dan tidak menyebabkan rasa duka apapun pada pasien, kita sekarang tahu kalau pnyakit ini bisa mengarah ke steatohepatitis non alkoholik, fibrosis hati (tergantung hasilny), sirosis hati dan sel kanker hati primer juga. 

Pengobaatnnya terdiri dari menghilangkan berat badan, tapi olahraga dengan atau tanpa diet telat terlihat sebagai pengobatan ang efektif juga. Untuk pengobatan farmakologis, hanya Vitamin E dan Pioglitazone (thiazolidinedione, antidiabetic PPAR gamma agonist yang sebagian membalik resistensi insulin, sayangnya memiliki odium yag mungkin berhubungan lebih dengan pengguna kanker kandung kemih)

Terjawab lebih dari 1 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang