Apakah lemak hati dapat berubah menjadi sirosis hati?

Dilihat 5,85 rb • Ditanyakan sekitar 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Jawaban singkatnya: kebanyakan tidak, tapi hal tersebut dapat terjadi pada sejumlah kasus (20% alkoholik, 3 - 15% non-alkoholik). Jawaban panjangnya: Lemak hati yang disebabkan oleh penggunaan alkohol atau non-alkohol. Selama berabad - abad manusia sudah mengetahui bahwa penyalahgunaan alkohol (>80 gr/hari pada pria dan >20 gr/hari pada wanita) dapat berujung pada lemak hati alkoholik (steatosis), yang akhirya akan menjadi steatohepatitis alkohol lalu sirosis hati alkoholik dimana sel kanker hati akan berkembang. Meski begitu, tidak semua orang yang meminum alkohol dalam jumlah di atas akan terkena sirosis hati, hanya 20% dari para pria yang meminum 12 bir sehari selama 10 tahun yang akan terkena sirosis hati. 


Lemak hati alkoholik masih dapat diobati, steatohepatitis hanya sebagian, dan sirosis hati tidak dapat diobati. Satu - satunya cara yang dapat menolong adalah denga berhenti minum alkohol. Pada dekompensasi sirosis hati akut, berhenti minum alkohol selama 30 hati dapat mengurangi resiko kematian pasien.


Penyakit Lemak Hati Alkoholik


Latar belakang: Dengan wabah obesitas yang terjadi pada negara - negara maju yang berdampak pada resistensi insulin dan diabetes, kita menemui semakin banyaknya penyakit lemak hati (NAFLD) yang didefinisikan sebagai >5% sel hati terdiri dari lemak atau >5% dari berat hati merupakan lemak. Sampai dengan 25 - 30 tahun yang lalu kita tidak menganggapnya berbahaya, berpikir bahwa penyakit ini jinak dan tidak akan bertambah parah. Sekarag kita tahu bahwa penyakit ini dapat menyebabkan steatohepatitis non-alkohol (NASH), fibrosis hari, sirosis hati dan juga kanker hati.

Pengobatannya terdiri dari penurunan berat badan. Selain itu olahraga ditambah dengan menjaga pola makan juga merupakan pengobatan yang efektif. Sementara untuk obat - obatan, dapat diberikan vitamin E dan Pioglitazone (sebuah thiazolidinedione, suatu zat anti diabetes PPAR gamma yang dapat mengobati resistensi insilun).

Terjawab sekitar 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang