Bagaimanakah Cara Mengetahui Masa Subur?

Dilihat 2,98 rb • Ditanyakan lebih dari 2 tahun lalu
1 Jawaban 1

Impian setiap pasangan yang baru menikah tentunya adalah segera memiliki keturunan ya. Kehamilan merupakan hal yang paling ditunggu kedatangannya. Maka tidaklah mengherankan jika pasangan suami istri akan mempersiapkan dengan matang untuk menyambut datangnya momen berharga tersebut.


Kehamilan merupakan masalah waktu. Waktu yang tepat di mana sel sperma pria bertemu dengan sel telur wanita dan terjadilah pembuahan. Tahukah Anda bahwa siklus menstruasi dapat menjadi petunjuk masa subur wanita?. 


Penting bagi seorang wanita untuk mengetahui masa suburnya, terutama jika sedang merencanakan kehamilan. Sebab melakukan hubungan suami istri pada masa subur merupakan salah satu upaya yang tepat agar kehamilan dapat terjadi. Peluang terjadinya kehamilan setelah berhubungan pada masa subur jauh lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya. 


Oleh karenanya wanita yang telah menikah dan sedang merencanakan program kehamilan sebaiknya memiliki catatan periode atau siklus haid dan mengetahui bagaimana cara menghitung masa subur agar aktivitas hubungan suami istri menjadi lebih efektif dalam usaha mendapatkan keturunan. 


Masa subur setiap orang berbeda-beda, karena ada yang memiliki siklus menstruasi yang panjang dan ada juga yang pendek, sehingga proses masa subur setiap orang tidk bisa ditemtukan secara bersamaan. Lalu bagaimana cara untuk mengetahui masa subur? Adakah ciri-cirinya? Nah, untuk lebih jelasnya baca uraian dibawah ini hingga tuntas ya..





Ciri-ciri Masa Subur


Masa subur wanita adalah sebuah siklus yang terjadi pada wanita dimana indung telur (ovarium) melepaskan sel telur (ovum) yang sudah benar-benar matang dan sudah siap dibuahi ke dalam saluran indung telur (tuba falopii). 


Apabila ada sperma masuk pada saat subur, maka terbuka luas kemungkinan terjadi pembuahan atau kehamilan pada wanita. Secara singkat, masa subur merupakan periode dimana sel telur wanita siap dibuahi oleh sperma yang biasanya berlangsung sekitar 2 minggu usai wanita menstruasi. 


Bila seorang wanita mengalami haid pada tanggal 1, maka masa suburnya sekitar tanggal 15, namun untuk mengetahui secara pasti Anda dapat melakukan konsultasi dengan dokter.


Sebaiknya setiap wanita memiliki sensitivitas atau kepekaan yang tinggi untuk mencermati perubahan yang terjadi di dalam tubuhnya sebagai tanda untuk menentukan datangnya masa subur setiap bulan. 


Adapun ciri-ciri masa subur yang dapat dikenali atau dirasakan dengan mudah yaitu:



  • Meningkatnya Suhu Basal Tubuh

Peningkatan suhu tubuh terjadi karena produksi hormon progesteron yang muncul segera setelah ovulasi. Ketika masa subur terjadi, maka suhu tubuh akan meningkat (namun tidak terlalu tinggi seperti ketika demam). 

Peningkatannya berkisar di angka 0,2 - 0,5° Celcius. Peningkatan suhu ini menetap selama 2-3 hari. Agar lebih akurat, maka pengukuran suhu tubuh dapat dilakukan setiap pagi setelah bangun tidur sebelum melakukan aktivitas lain. 


  • Cairan Keputihan yang Keluar dari Vagina atau Elastisitas Lendir

Pada saat subur, akan keluar dari vagina keputihan atau cairan bening seperti putih telur, elastis dan juga licin. Cek elastisitas lendir dengan cara raba vagina dengan telunjuk dan ibu jari, lalu ambil lendir yang ada di sana, jauhkan telunjuk dari ibu jari. Jika lendir tidak putus atau elastis, berarti saat itu sedang terjadi masa subur. 

Volume lendir biasanya lebih banyak dan kekentalannya juga agak berbeda dan pada masa subur vagina biasanya terasa lebih basah. Keputihan terjadi pada masa subur karena dapat memudahkan sperma menuju sel telur sehingga proses pembuahan dapat terjadi dengan lebih mudah 



  • Beberapa wanita merasakan perasaan tidak nyaman, mengalami nyeri pada bagian punggung atau pada perut bagian bawah (meskipun rasa nyeri tidak separah ketika terjadi haid) 




Menghitung Masa Subur



Tak bisa dipungkiri bahwa dengan mengetahui masa subur wanita sebelum atau setelah haid merupakan salah satu cara yang tepat untuk mendapatkan kehamilan dengan cukup mudah tanpa harus mengkonsumsi obat-obat apapun. Untuk dapat mengetahui kapan masa subur datang, Anda bisa menghitungnya dengan menentukan siklus haid atau siklus menstruasi. 


Siklus menstruasi pada wanita dibagi menjadi 4 fase, yaitu:


  • Fase menstruasi atau pendarahan (hari 1 sampai 5)  
  • Fase folikular / pra ovulasi (hari 1 sampai 13) - yaitu fase dari hari pertama haid sampai terjadinya ovulasi 
  • Fase ovulasi (hari 14) - yaitu fase pembuahan 
  • Fase luteal/ pasca ovulasi (hari 15-28) - Fase luteal dimulai pada hari ke-15 dan berlangsung sampai akhir siklus menstruasi. 

Seperti yang telah dijelaskan diatas, untuk dapat menghitung masa subur, maka yang perlu diketahui adalah siklus menstruasi setiap bulannya. Perhitungan yang dilakukan dapat menggunakan beragam cara (karena memang tidak ada rumus baku), di antaranya adalah:


  • Perhitungan masa subur dimulai dari hari pertama haid ditambah dengan angka 12. Tambahkan dengan angka 19 untuk menentukan hari terakhir masa subur. Puncak masa subur akan ada di hari ke-14. Sebagai contoh : Jika Anda mengalami haid pada tanggal 7, maka perhitungan minggu suburnya dimulai dari tanggal 19 (7+12), berakhir di tanggal 26 (7+14), dengan masa puncaknya yaitu tanggal 21 (7+14) 
  • Jika Anda memiliki siklus haid yang teratur, perhitungan masa subur dapat diperkirakan terjadi pada sekitar hari ke-10 sampai hari ke-16 setelah siklus haid. Puncak masa subur akan terjadi di pertengahan, yaitu di hari ke-13 setelah masa haid. Sebagai contoh jika hari terakhir haid Anda adalah tanggal 7. Maka masa subur akan terjadi pada tanggal 17 sampai tanggal 23. Sedangkan puncak masa subur akan terjadi sekitar tanggal 20. 
  • Jika siklus haid Anda tidak teratur, maka sebaiknya Anda harus mencatat dan mengingat siklus haid Anda pada 6 bulan terakhir. Penghitungan yang dilakukan adalah dengan mengurangi siklus haid terpendek Anda dengan angka 18 dan siklus haid terpanjang dengan angka 11. Sebagai contoh, jika siklus terpendek adalah 28 hari dan siklus terpanjangnya adalah 33 hari, maka penentuan masa suburnya yaitu : 28-18=10 (siklus terpendek) dan 33-11=22 (siklus terpanjang). Jadi perkiraan masa subur setelah haid akan terjadi pada hari ke-10 sampai dengan hari ke-22.  


Selain menggunakan perhitungan kalender sepert di atas, terdapat cara atau teknik lainnya untuk menentukan masa subur, yaitu :




Cara penentuan masa subur dengan menggunakan air liur


  • Menggunakan Air Seni dan Alat Tes Masa Subur
 Anda dapat menggunakan alat tes kesuburan yang bisa Anda dapatkan di apotek. Air seni digunakan sebagai media untuk melakukan pengetesan tersebut. 


Teteskan air seni Anda seperti saat melakukan tes kehamilan, tunggu beberapa saat sampai alat memperlihatkan perubahan. Jika hasilnya positif, maka artinya adalah Anda sedang berada dalam masa subur. Bentuk alat ini seperti alat tes kehamilan dan memiliki keakuratan sekitar 90-95%. 



  • Air Liur
Mungkin cukup jarang orang yang melakukan tes pengujian kesuburan wanita dengan cara ini. Alat yang digunakan adalah mikroskop berukuran mini yang bentuknya seukuran lipstik. Mungkin alat ini memang cukup sulit didapatkan, namun cukup efektif untuk mengetahui masa subur. 


Letakkan air liur Anda di atas gelas teropong, lalu tunggu sampai kurang lebih 5 menit. Barulah setelah itu Anda putar-putar lensanya seperti saat menggunakan mikroskop. Akan terlihat sesuai petunjuk penggunaannya apakah gambar yang Anda lihat menggambarkan Anda mengalami masa subur atau tidak. Dan air liur yang digunakan sebaiknya belum tercampur dengan makanan atau minuman. 



Penggunaan kalkulator ini walaupun tidak memiliki tingkat keakuratan 100%, namun cukup efektif untuk membantu mengetahui periode masa subur seorang wanita. Aplikasi ini sekarang dapat diinstal melalui Handphone Anda. 



Demikianlah pembahasan yang dapat disampaikan kali ini. Dengan mengetahui masa subur, diharapkan keinginan untuk memperoleh buah hati tercinta dapat segera terealisasikan. Jika langkah – langkah diatas telah dilakukan, namun kehamilan yang diharapkan belum kunjung datang, tidak ada salahnya untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter Anda agar dapat diberikan solusi dan penanganan yang terbaik. Ingat ya untuk selalu tetap berusaha dan berdoa. Semoga berhasil!


Terjawab lebih dari 2 tahun lalu
Kau memiliki jawaban yang lebih baik?
Tulis jawaban sekarang